Sunday, February 21, 2016

ISTRI YANG RELA MENEMANI SUAMI DALAM KUBUR Sekedar catatan ringan M.Rakib Jmari

DICARI ISTRI YANG RELA
MENEMANI SUAMI DALAM KUBUR
Sekedar catatan ringan M.Rakib Jmari

                UKIR-UKIR BULUH SUMPITAN
                PAKAI ROTAN, DIBELAH DUA.
                PIKIR DAHULU, KEUNTUNGAN\
                MENYESAL KEMUDIAN, TIDAK BERGUNA.

BASAHAN MANDI, DI PERIGI
SEHABIS MANDI, DIBAWA PULANG
AMAL IBADAH, DIBAWA MATI
ISTRI YANG TINGGAL, DIKAWINI ORANG

Ini  Kisah Dikutip dari CSS MoRA ITS  20 September 2012 · 
           Pada suatu hari, di  saat sang suami merasa dekat mau meninggal:
Dipanggillah istri ke-4 yang cakep & ditanya,
"Maukah ikut menemaninya ke alam kubur?"
Si istri menjawab,
"Sorry, cukup sampai disini saja Saya ikut dengan mu."
Saat istri yang ke-3 dipanggil & ditanya hal yang sama,
maka dijawab,
"Sorry, Saya hanya akan mengantarmu sampai di kamar mayat & paling jauh sampai di rumah duka."
Kemudian dipanggillah istri ke-2 & ditanya hal yg sama,
maka dijawab,
"Baik, Saya akan menemanimu tapi hanya sampai keliang kubur, setelah itu
Good Bye."
           Suami Sungguh Kecewa Mendengar Semua Itu,
tetapi inilah kenyataan kehidupan & menjelang kematian .
Lalu dipanggil lah istri ke-1 & ditanya hal yg sama, ternyata dia rela menemani dalam kubur sampai ke akhirat..
si suami terperangah, tak menyangka dijawab istri ke-1, sangat mengejutkan.
"Saya akan menemani kemanapun kamu pergi & tetap mendampingimu."
Anda Mau tahu Apa & Siapa para istri itu diibaratkan , istri ke 1 sampai ke 4 itu ?
Istri ke 4 adalah Ibarat Harta Kekuasaan & Kekayaan.
Mereka akan meninggalkan jasad kita seketika saat kita meninggal.
Istri ke 3 adalah Temen2 kita.
Mereka hanya akan mengantar jasad kita hanya sampai di kamar mayat atau rumah duka saat di semayamkan.
Istri ke 2 adalah Keluarga, Saudara & Temen Dekat kita.
Mereka akan mengantar kita sampai dikuburan,
dan akan meninggalkan kita setelah mayat kita dimasukkan dalam liang kubur & ditutup dengan tanah.
Istri ke 1 itu adalah  sedekah jariyah dan semua kebaaikan  kita selama hidup di dunia, selalu kita sia-siakan. Yang selau disia-siakan justru, dia yang menolong..

Karena apa yang disemai itu juga yang akan dituai.

INILAH KESALAHAN PERGURUAN TINGGI, 7IDAK MENGURANGI PENGANGGURAN

PANTUN PAK RAKIB
Dr.Drs.Haji M.Rakib Jamari,S.H.,M.Ag.Pekanbaru Riau Indonesia. 2016


                     Banyaklah  amoi,  menjahit celana,     
                      Sesudah menjahit, memakan bubur.
           Banyak orang, jadi sarjana,
               Lebih banyak, jadi penganggur.
Terlalu panas, makan bubur,
Akan merusak, kekuatan gigi.
Jika sarjana, banyak menganggur,
Yang salah adalah Perguruan Tinggi.

        Harimau belang,  turun sekawan
Mati ditikam, di bukit batu.
                   Belajar ilmu akhirat,  janganlah segan
                  Baik yang sunnat, maupu yang  fardu

Ramai orang menggali perigi,
Tangganya  buluh, dikerat-kerat.
Ilmu dicari,  tak akan rugi
Buat bekal,  dunia akhirat

             Kalau Tuan pergi ke Tembilahan,
             Bisa berhenti, setiap masa.
          Sembahyang itu perintah Tuhan
              Bekerja keras, kewajiban manusa.

Kera di hutan, berlompat-lompat
Si pemburu, terinjak duri.
Hina sungguh sifat mengumpat
Melupakan kesalahan, diri sendiri.

     Daun terap, di atas dulang
                     Anak udang , dimakan ikan gulama.
              JIL liberal mengapa terlarang,
                                Karena kebebasannya, melanggar agama.


Redup bulan nampak nak hujan
Pasang pelita sampai berjelaga
Hidup mati di tangan Tuhan
Tiada siapa dapat menduga.

Saturday, February 20, 2016

OBAT LESBI LGBT Kuliah Dr.Haji M.Rakib,S.H., Pknbaru Riau Ind 2016

OBAT dan ANTISIPASI PENYAKIT LGBT Oleh Dr.Haji M.Rakib Jamari, S.H.



OBAT dan ANTISIPASI PENYAKIT  LGBT

Oleh Dr.Haji M.Rakib Jamari, S.H.,M.Ag. LPMP Riau Indonesia

Antisipasi Penyakit LGBT ialah : 1. Jangan berdekat dekatan 2. Jangan berduaan berada di tempat yang sepi. 3. Laki-laki tidak boleh memmakai pakaian perempuan.

Syaikh Nabil Muhammad Mahmud menyatakan:
DALIL DARI SUNNAH TENTANG HARAMNYA LGBT
[a]. Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya” [HR Tirmidzi : 1456, Abu Dawud : 4462, Ibnu Majah : 2561 dan Ahmad : 2727]

[b]. Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth” [HR Ibnu Majah : 2563, 1457. Tirmidzi berkata : Hadits ini hasan Gharib, Hakim berkata, Hadits shahih isnad]

[c]. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali)” [HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 No. 7337]

[d]. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Allah tidak mau melihat kepada laki-laki yang menyetubuhi laki-laki atau menyetubuhi wanita pada duburnya” [HR Tirmidzi : 1166, Nasa’i : 1456 dan Ibnu Hibban : 1456 dalam Shahihnya. Keterangan : hadits ini mencakup pula wanita kepada wanita]

        Nah bagian Sejarah Tentang Penyakit Pelacuran .- Pelacuran telah terjadi  sejak zaman AHOLA DAN OHALIBA dinyatakan Kitab Yeheskiel pasal 16 ayat 35 Perjanjian lama. Digambarkan bahwa kemalauannya seperit emisi keledai dan kuda. Nah kejiadiannya ada di sepanjang sejarah manusia. Namun menelusuri sejarah pelacuran di Indonesia dapat dirunut mulai dari masa kerajaan-kerajaan Jawa, di mana perdagangan perempuan di pada saat itu merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal (Hull; 1997:1-22).
Dua kerajaan yang sangat lama berkuasa di Jawa berdiri tahun 1755 ketika kerajaan Mataram terbagi dua menjadi Kesunanan Surakarta dan Kesultanana Yogyakarta. Mataram merupakan kerajaan Islam Jawa yang terletak di sebelah selatan Jawa Tengah.



Pada masa itu, konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai kekuasaan yang sifatnya agung dan mulia (binatara). Kekuasaan raja Mataram sangat besar. Mereka seringkali dianggap menguasai segalanya, tidak hanya tanah dan harta benda, tetapi juga nyawa hamba sahaya. Anggapan ini apabila dikaitkan dengan eksistensi perempuan saat ini mempunyai arti tersendiri.

Raja mempunyai kekuasaan penuh. Seluruh yang ada di atas Jawa, bumi dan seluruh kehidupannya, termasuk air, rumput, daun, dan segala sesuatunya adalah milik raja. Tugas raja pada saat itu adalah menetapkan hukum dan menegakkan keadilan; dan semua orang diharuskan mematuhinya tanpa terkecuali. Kekuasaan raja yang tak terbatas ini juga tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. Beberapa orang selir tersebut adalah puteri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan.

Sebagian lagi merupakan persembahan dari kerajaan lain, ada juga selir yang berasal dari lingkungan keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan dengan keluarga istana.

Sebagian selir raja ini dapat meningkat statusnya karena melahirkan anak-anak raja. Perempuan yang dijadikan selir tersebut berasal dari daerah tertentu yang terkenal banyak mempunyai perempuan cantik dan memikat. Reputasi daerah seperti ini masih merupakan legenda sampai saat ini. Koentjoro (1989:3) mengidentifikasi 11 kabupaten di Jawa yang dalam sejarah terkenal sebagai pemasok perempuan untuk kerajaan; dan sampai sekarang daerah tersebut masih terkenal sebagai sumber wanita pelacur untuk daerah kota.


Daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Indramayu, Karawang, dan Kuningan di Jawa Barat; Pati, Jepara, Grobogan dan Wonogiri di Jawa Tengah; serta Blitar, Malang, Banyuwangi dan Lamongan di Jawa Timur. Kecamatan Gabus Wetan di Indramayu terkenal sebagai sumber pelacur; dan menurut sejarah daerah ini merupakan salah satu sumber perempuan muda untuk dikirim ke istana Sultan Cirebon sebagai selir. (Hull, at al. 1997:2).


Makin banyaknya selir yang dipelihara, menurut Hull, at al. (1997:2) bertambah kuat posisi raja di mata masyarakat. Dari sisi ketangguhan fisik, mengambil banyak selir berarti mempercepat proses reproduksi kekuasaan para raja dan membuktikan adanya kejayaan spiritual. Hanya raja dan kaum bangsawan dalam masyarakat yang mempunyai selir. Mempersembahkan saudara atau anak perempuan kepada bupati atau pejabat tinggi merupakan tindakan yang didorong oleh hasrat untuk memperbesar dan memperluas kekuasaan, seperti tercermin dari tindakan untuk memperbanyak selir. Tindakan ini mencerminkan dukungan politik dan keagungan serta kekuasaan raja. Oleh karena itu, status perempuan pada zaman kerajaan Mataram adalah sebagai upeti (barang antaran) dan sebagai selir..




Thursday, February 18, 2016

JANGAN MENJADI BANGSA PEMALAS Oleh Dr.Drs.Mhd.Rakib,S.H.,M.Ag Simaklah pantunku ini



INTISARI PENDIDIKAN KARAKTER IALAH
PENANAMAN PRINSIP JANGAN MENJADI BANGSA PEMALAS

Oleh Dr.Drs.Mhd.Rakib,S.H.,M.Ag
Simaklah pantunku ini

KALAU MENUMIS, DAUN KATU,
JANGAN DITUMIS, DAUN TALAS
PENDIDIKAN AHANYA, AKAN BERMUTU
APABILA MENGIKIS, SIKAP PEMALAS

JIKA TUAN MENCARI KUTU
JANGAN TERLALU, DEKAT BUBUR
JIKA INGIN PENDIDIKAN BERMUTU
KURANGILAH WAKTU LIBUR

Tolong..tolong:
1.      Tolonglah perhatikan, bahwa apabila kita ingin sejajar dengan masyarakat dunia, kikislah kurikulum yang tidak mengikis sikap pemalas, alias banyak teori sedikit praktek. Kemudian  standar kerja yang harus kita lakukan harus sama dengan standar internasional.
2.      Tolonglah direformasi, bahwa selama ini pendidikan kita terlalu terlena dengan  belajar PAKEM yang menyenangkan, tapi sikap kerja yang santai. Hari libur sekolah-sekolah  kita cenderung lebih lama dibandingkan dengan negara-negara lain. Untuk libur Idul Fitri, lantai bursa bisa libur sampai tujuh hari. Ini yang membuat Presiden bertanya-tanya, apakah libur selama itu tidak akan mengganggu perekonomian nasional.
        Di tengah dunia yang berlari kencang, libur yang begitu lama tentunya membuat kita kehilangan banyak kesempatan. Di tengah antusiasme yang besar dari para pemilik modal dunia untuk masuk ke pasar modal Indonesia, tentunya libur panjang membuat para investor pasti terheran-heran.
Kita memang selalu cepat untuk menyesuaikan dengan gaya negara-negara yang maju. Ketika orang lain bekerja hanya lima hari kerja setiap minggu, kita cepat mengubah hari kerja dari enam hari menjadi lima hari. Ketika ada hari terjepit di antara dua hari libur, kita memerpanjang menjadi libur resmi dengan alasan daripada karyawan juga bolos bekerja.

Seringkali kita tidak memahami konteks bangsa lain menerapkan pola seperti itu. Bahkan yang mengkhawatirkan, kita tidak mau mengerti bagaimana bangsa lain itu efektif dalam menggunakan waktu kerja dengan orientasi hasil kerja yang juga jelas.

Padahal sebagai bangsa yang tertinggal start-nya dibandingkan negara maju, kita harus bekerja jauh lebih keras dari mereka. Ibaratnya kalau perlu kita tidak boleh libur agar bisa menyamai kemajuan bangsa-bangsa lain.

Itulah yang dilakukan bangsa Korea dan juga China. Mereka mengejar ketertinggalan dari bangsa lain dengan bekerja keras. Mereka membangun etos kerja yang tinggi agar bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Sering kita mengingatkan bahwa konsumtivisme dan konsumerisme yang menjadi gaya hidup bangsa modern tidak terjadi dengan sendirinya. Pada bangsa lain, mereka menikmati itu setelah melalui proses panjang bekerja. Mereka melewati masa revolusi hijau dan kemudian revolusi industri yang menghasilkan etos kerja dan disiplin, sehingga membuat mereka bisa menghasilkan sebuah produk. Bahkan produk itu dikembangkan menjadi produk-produk yang lebih maju dan canggih. Baru kemudian mereka menikmati hasil kerja itu.

Kita belum pernah melewati revolusi-revolusi yang menghasilkan etos kerja yang tinggi. Sebagai bangsa kita belum menghasilkan sebuah produk industri yang menjadi kebutuhan masyarakat dunia. Lalu tiba-tiba kita ingin menikmati konsumtivisme dan konsumerisme.

Perubahan orientasi harus kita lakukan. Kita tidak boleh terlena menjadi bangsa yang santai. Kita harus memacu diri kita untuk menjadi bangsa yang dikatakan Samuel L. Huntington sebagai bangsa dengan kultur kerja yang kuat.

Presidenlah yang harus mendorong perubahan oreintasi itu. Dengan contoh yang nyata, Presiden harus mengedukasi warga bangsa ini untuk menjadi bangsa yang tangguh dan tidak cengeng. Presiden harus mengajarkan bagaimana kerja keras dan kerja cerdas itu harus dilaksanakan..

Komentar Facebook