Wednesday, March 2, 2016

M.Rakib suka lomba pidato di waktu remajanya



M.Rakib suka lomba pidato


dan puisi di waktu remajan ya
           Karunia Tuhan paling berharga,
           Adalah kemampuan berbicara.
           Mengungkapkan isi hati dengan mulutnya.
           Itulah beda, manusia dari makhluk lainnya.

Mampu mengungkapkan dirinya,
Mengatur keadaan lingkungannya,
Menciptakan seni-seni berbicara,
Begitulah usaha mebangunan budaya

          Bisa berbicara melalui pantun,
          Isinya adalah penuntun.
          Menjadi alat komunikasi yang santun,
          Memberi kesan akrab, beruntun.

Pantun dan syair ada yang bersifat umum ada pula yang lebih pribadi/ personal, lebih manusiawi. Kemampuan bicara memakai pantun, bukan saja diperlukan di depan sidang parlemen, dimuka hakim atau dihadapan massa. Kemampuan ini dihajatkan dalam hampirseluruh kegiatan manusia sehari-hari. Penelitian membuktikan bahwa sebanyak 75% waktu kita digunakan untuk berkomunikasi. Retorika sebagai ilmu bicara sebenarnya diperlukan setiap orang.

Penulis pertama kali merasa beruntung dalam bidang retorika, ketika berkali-kali dapat juara I pidato di Airtiris Kampar, tahun 1974-1980, gunanya untuk khotbah, ceramah, peringatan maulid, Isra’ Mikraj, dan membaca puisi. Ada ungkapan menyatakan:
“Hanya orang yang pandai bicara adalah sungguh-sungguh manusia” kata Quintilianus seorang ahli retorika Romawi. Apa yang dikatakan Quintilianus ini tidaklah berlebihan, karena memang dengan berbicara kualitas seseorang dapat dinilai. Orang yang tutur katanya teratur, jelas dan mudah dimengerti menunjukkan jalan pikirannya yang jernih dan teratur. Sebaliknya orang yang suka berbicara berbelit-belit atau tidak dapat mengungkapkan hal yang dimaksudnya, menunjukkan jalan pikiran yang kacau pula. Banyak orang dikagumi karena kemampuan bicaranya. Mantan presiden pertama RI salah satunya. Ir. Soekarno terkenal sebagai orator yang ulung. Kemampuan merangkai kata membuat siapa saja akan terpesona dan tidak ingin melewatkan setiap kata yang diucapkannya. Kepiawaian beliau dikenal tidak di Indonesia saja, bahkan seluruh dunia mengakuinya. Sebagai penghargaan terhadap kemampuan pidatonya, setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari pidato Bung Karno. Kemampuan yang dimilikinya adalah ilmu retorika.
Indonesia sebagai negara berkembang masih memberlakukan kemampuan berbicara seseorang menjadi rujukan keahlian dan bakat kepemimpinan. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pemimpin yang lahir di masyarakat kita melalui kelancaran seperti kefasihan berbicara, baik dalam bentuk formal seperti pidato, kampanye dan lain sebagainya. Apa itu retorika dan bagaimana perkembangannya? Tulisan ini akan mengupas tuntas hal tersebut.

        MANFAAT PENULISAN
Mengingat betapa pentingnya kita memahami ilmu retorika sebagai bekal seseorang pembicara, maka dengan penulisan makalah ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai penambah khasanah keilmuaan yang menjadikan kita semua seorang pembicara yang menarik, memahamkan, tidak bertele-tele dalam berbicara khususnya pada karya-karya tulis kita.



PENGERTIAN RETORIKA MODERN

Syair penyedap kata,  asalnya dari Arab,  kata beretorika modern diartikan sebagai seni berbicara atau kemampuan untuk berbicara dan berkhotbah sehingga efektivitas penyampaian pesan dalam retorika sangat dipengaruhi oleh teknik atau keterampilan berbicara komunikator.
Retorika modern harus  disampaikan secara efektif dan efisien dan lebih ditekankan kepada berbahasa secara tertulis, dengan tidak mengabaikan kemampuan secara lisan. Berbahasa secara efektif  diarahkan kepada hasil yang akan dicapai penulis  dan pembaca, bahwa amanat  yang ingin disampaikan dapat diterima dan utuh.
Sedangkan secara efisien dimaksudkan bahwa alat atau cara yang dipergunakan untuk menyampaikan suatu amanat dapat membawa hasil yang besar, sehingga penulis dan pembicara tidak perlu mengulang dan berlebihan dalam penyampaian. Sehingga retorika modern lebih mengedepankan bahasa tertulis tanpa mengesampingkan bahasa lisan.

Pertemuan orang Eropa dengan Islam dalam Perang Salib menimbulkan Renaissance. Renaissance mengantarkan kita kepada retorika modern. Yang membangun jembatan, menghubungkan Renaissance dengan retorika modern adalah Roger Bacon (1214-1219). Ia bukan saja memperkenalkan metode eksperimental, tetapi juga pentingnya pengetahuan tentang proses psikologis dalam studi retorika. Yang mempraktekkan retorika secara tepat dan jenius dalah Bung Tomo, Bung Karno, Hamka dan ada ribuan contoh lain di Indonesia.

Tuesday, March 1, 2016

COBA COBA K BENGKEL HONDA EH ADA YANG RUSAK(M,RAKIB)

COBA COBA MERENTAL HONDA, SIAPA TAHU M Rakib

COBA COBA MERENTAL HONDA, SIAPA TAHU M Rakib

PERLOMBAAN BAGI ANAK BERGUNA SAMPAI HARI TUA.

 PERLOMBAAN BAGI ANAK BERGUNA 
SAMPAI HARI TUA.

catatan Dr.H.M.Rakib Riau Indonwsia

       Rabu 2 Mei 2016, penulis menjadi juri lomba anak-anak berkebutuhan khusus. Teringatlah dahulu, ketika tahun 1970-an, penulis sangat asyik ikut lomba puisi dan pidato, serta MTQ, di Kecamaatan Kampar, Airtiris namun yang beruntung adalah pada acara LOMBA PIDATO di Airtiris.(Dr.Haji M.Rakib) waktu itu menulis puisi dengan memberi gelar Doktor di awal nama, tapi tidak tahu artinya goktor itu apa, dan mendapatakannya bagaimana, akhirnya 39m tahun kemudian alahamdulillah jadi kenyataan.

                      Pernah kucoba, berladang padi,
                  Lima tahun, mengorbankan diri,
                  Sambil sekolah, mencari rezeki,
                  Ke Airtiris, pergi mengaji.

       Penulis sebagai anak desa, yang selalu dipaksa mencangkul ke sawah, ingin kehidupan lain. Ingin jadi pujangga, pejabat dan ulama, entah apa lagi, yang dicita-citakan waktum itu. Sampai dewasa, msangat besar pengaruhnya. Kalau tidak salah, ada 3 faktor utama yang berperan dalam kesuksesan anak.
Pertama adalah asah, alias stimulasi. Lewat stimulasi, maka bakat anak akan semakin mengilap. Seperti halnya mata pisau, semakin lama diasah akan semakin ditajam dan mengilap. Sebaliknya, setajam apa pun pisau itu, bila tidak diasah akan tetap tumpul, bahkan rusak dan berkarat. Orangtua baiknya melakukan stimulasi sejak dini.
Utamanya pada tiga tahun pertama, di saat perkembangan di semua aspek berkembang dengan pesat. Potensi anak pun terlihat. Bila itu yang terjadi, lanjutkan dengan memasukkan anak kursus, mengikutkan lomba, dan sebagainya.
Yang kedua adalah asih atau kasih sayang. Lewat kasih sayang, anak akan merasa aman dan nyaman. Dengan kondisi seperti ini, kepercayaan diri anak akan terdongkrak, sehingga anak akan memiliki kompetensi dan semangat berprestasi.
Bila ini terus dilakukan, maka keberhasilan tinggal menunggu waktu.

Sebuah penelitian di Amerika telah membuktikannya. Doctor Bernard Siegel, ahli bedah dari Children’s Hospital of Pittsburgh, USA, membuktikan hasil riset menarik, kecupan seorang ibu kala melepas anak pergi ke sekolah dapat meningkatkan prestasi akademik sang buah hati. Selain kecupan, agar anak lebih termotivasi, orangtua juga dapat memberikan dukungan saat ikut bertanding, mengantar jemput saat latihan, dan selalu memompa semangat anak.
Terakhir adalah asuh alias pengasuhan, salah satunya adalah pemberian nutrisi tepat. Nutrisi merupakan bahan bakar anak untuk beraktivitas, termasuk belajar, ikut lomba, dan sebagainya. Dengan pemberian nutrisi yang tepat, diharapkan ia tidak hanya menjadi pribadi yang tidak hanya kuat dan sehat, tapi juga cerdas.

Jadi, agar anak sukses, sekarang dan untuk masa depannya, mari berikan asah, asih, dan asuh dengan optimal. Langkah kecil orangtua hari ini akan berdampak besar pada masa depan anak. (Nakita)

Komentar Facebook