Saturday, March 30, 2013

ORANG RAKUS DIPERMAINKAN DUNIA

BAGIMANA RAKUSNYA SEORANG YAHUDI


      Ada seorang lelaki YAHUDI, yang datang kepada Nabi Isa a.s., ia ingin sekali bersahabat dengan beliau, karena itu ia berkata : .... "Aku ingin sekali bersahabat denganmu kemana saja engkau pergi." Jawab Isa a.s.: "Baiklah kalau demikian." Awalnya Nabi Isa tidak tahu bahwa si Yahudi ini adalah orang yang paling rakus di dunia.

         Pada suatu hari berjalanlah keduanya di tepi sungai dan makanlah berdua tiga potong roti, Nabi Isa a.s. satu potong dan satu potong untuk orang itu, sisa satu potong. Kemudian ketika Nabi Isa a.s. pergi mengambil wudhuk dan  minum ke sungai, dan kembai roti yang sepotong itu tidak ada, lalu beliau bertanya kepada si Yahudi sahabatnya: "Siapakah yang telah mengabil sepotong roti ?" Jawab sahabat itu: "Aku tidak tahu."

Maka berjalanlah keduanya, tiba-tiba melihat rusa dengan kedua anaknya, maka dipanggillah salah satu dari anak rusa itu lalu disembelihnya dan dibakar. Kemudian dimakan berdua, lalu Nabi Isa a.s. menyuruh anak rusa yang telah dimakan itu supaya hidup kembali maka hiduplah ia dengan izin Allah, kemudian Nabi Isa a.s. bertanya: Demi Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti kekuasaan-Nya itu siapakah yang mengambil sepotong roti itu ?" Jawab Yahudi sahabatnya: "Aku tidak tahu."

        Kemudian keduanya meneruskan perjalanan hingga sampai ke tepi sungai, lalu Nabi Isa a.s. memegang tangan sahabatnya itu dan mengajaknya berjalan hingga di atas air, sungguh tidak bisa dilakukan orang lain, kalau bukan mukjizat,sampai ke seberang, lalu ditanyalah sahabatnya itu sekali lagi: "Demi Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti ini, siapakah yang mengambil sepotong roti itu ?" Sahabat itu menjawab: "Aku tidak tahu."

       Kemudian berjalanlah keduanya ketika berada di hutan dan keduanya sedang duduk-duduk, Nabi Isa a.s. mengambil tanah dan kerikil/anak batu, lalu diperintahkan: "Jadilah emas dengan izin Allah." Maka dengan tiba-tiba tanah dan kerikil itu berubah menjadi emas, lalu dibagi menjadi tiga bahagian, kemudian beliau berkata: "Untukku sepertiga, dan kamu sepertiga, sedang sepertiga ini untuk orang yang mengambil roti." Serentak sahabat itu menjawab: "Akulah yang mengambil roti itu."

Nabi Isa a.s. berkata: "Ambillah semua  ini untukmu." Lalu keduanya berpisah. Nah dengan tiba-tiba,  orang itu didatangi oleh dua orang yang akan merampok harta itu dan membunuhnya lalu orang itu (sahabat Isa a.s.) berkata: "Lebih baik kita bagi tiga saja." Ketiga orang itu menjadi setuju, lalu menyuruh salah seorang pergi ke pasar membeli makanan, maka timbul perasaan orang yang membeli makanan itu, dan berkata dalam hatinya: "Untuk apa kita membagi wang/harta, lebih baik makanan ini saya bubuh racun saja biar keduanya mati, dan ambil semua harta itu."

Lalu diberinya racun makanan itu. Sementara orang yang tinggal itu berkata: "Untuk apa kita membagi harta ini, lebih baik jika ia datang, kita bunuh saja, lalu harta itu kita bagi dua." Maka ketika datang orang yang berbelanja itu, segera dibunuh oleh keduanya, lalu hartanya dibagi menjadi dua, kemudian keduanya makan dari makanan yang telah diberi racun itu, maka matilah keduanya, dan tinggallah harta itu di hutan, sedang mereka mati di sekitar harta itu.

Keesokan harinya, ketika Nabi Isa a.s. berjalan di hutan dan melewati tempat itu kembali, tiba-tiba menemukan tiga mayat bergelimpangan (melihat) hal itu, maka iapun berkata kepada murid-muridnya: "Hai murid-muridku, inilah contohnya orang rakus yang ditipu oleh dunia, maka berhati-hatilah kamu terhadap kenikmatan dunia ini, beginilah caranya dunia menipu orang-orang rakus. Semuanya hanya tipudaya belaka. Pesan moralnya, jika anda merasa mengambil tanah orang lain, kembalikanlah saat ini juga….cepat…!!!

Dunia ini ibarat bangkai yang kotor,
Yang mencintai bangkai itu adalah anjing
(ad-Dun-Ya  Jaifatun qozrotun, tholibuha kilabun)



Tiga macam dari akhlak orang syurga dan tidak dapat kecuali pada orang yang baik budi iaitu:
·         Memaafkan orang yang zalim kepadamu
·         Memberi kepada orang yang bakhil kepadamu
·         Membantu orang yang bersalah kepadamu
                    Nabi Muhammad s.a.w. bertanya kepada Jibril tentang tafsir ayat (Yang berbunyi): "Khudzil afwa wa'mur bil urfi wa'aridh anil jahilin?." Jawab Jibril: "Aku akan bertanya kepada Allah s.w.t." dan Jibril berkata: "Ya Muhammad, sesungguhnya Allah s.w.t. menyuruhmu menghubungi kerabat yang memutuskan hubungan padamu dan memberi pada orang yang bakil kepadamu dan memaafkan orang yang aniaya kepadamu."
                    Ibn Ajlan dari Said Almagburi dari Abuhurairah r.a. berkata: "Ada seorang memaki Abu Bakar Assisiq r.a. sedang Nabi Muhammad s.a.w. duduk, tiba-tiba diam. Abu bakar menjawab, maka segera Nabi Muhammad s.a.w. bangun dari temaptnya, maka dikejar oleh Abu Bakar sambil berkata: "Ya Rasulullah, dia maki-maki saya dan engkau  diam, ketika saya jawab, tiba-tiba engkau bangun pergi?" Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Ssesungguhnya Malaikat telah mengembalikan semua makian orang itu kepadanya ketika engkau diam dan ketika engkau menjawab makian, maka pergilah Malaikat itu dan duduk syaitan laknatullah, maka saya tidak suka duduk ditempat duduk bersama syaitan laknatullah." Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Tiga macam semuanya hak:
·         Tiada seorang yang dianiaya lalu memaafkannya kerana mengharap keridhoan Allah s.w.t. melainkan pasti ditambah kemuliaan oleh Allah s.w.t.
·         Tiada seorang yang membuka jalan meminta-minta kerana ingin bertambah kekayaan melainkan ditambah kekurangannya (kemiskinan) oleh Allah s.w.t.
·         Tiada seorang yang memberi sesuatu ikhlas kerana Allah s.w.t. melainkan ditambah banyak oleh Allah s.w.t.                
                         Abul Laits dari ayahnya dengan sanadnya dari Muhammad bin Ka'ab Alqurandhi dari Ibn Abbas r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Tiap-tiap sesuatu ada kemuliaannya, semulia-mulia majlis yang menghadap khiblat. Dan majlis (duduk-duduk) diantara kamu itu berlaku amanat (segala yang terjadi dimajlis itu sebagai amanat dari yang hadir, tidak boleh dibuka segala yang terjadi dimajlis itu), dan jangan sembahyang dibelakang orang yang sedang tidur dan yang berhadas, dan bunuhlah ular dan kalajengking meskipun kamu sedang sembahyang, dan jangan menutup dinding dengan kain, dan siapa yang melihat surat saudaranya tanpa izin, maka bagaikan melihat api. Dan siapa yang ingin menjadi yang terkuat hendaklah berserah diri kepada Allah s.w.t. dan siapa yang ingin menjadi sekaya-kaya manusia hendaklah lebih percaya kepada jaminan Allah s.w.t. daripada apa yang ditangannya."
         Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersabda lagi: "Sukah saya memberitahu orang yang sejahat-jahat kamu?" Jawab sahabat: "Baiklah, ya Rasulullah." Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Orang yang makan sendiri dan tidak suka membantu, dan selalu kejam dan memukul hamba sahayanya." Nabi Muhammad s.a.w. bersabda lagi: "Sukakah saya memberitahu yang lebih jahat daripada itu?" Jawab para sahabat: "Baiklah, ya Rasulullah." Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: " Orang yang membenci dan dibenci orang-orang." Kemudian ditanya lagi: "Sukakah saya memberitahu yang lebih jahat daripada itu?" Jawab para sahabat: "Baiklah, ya Rasulullah." Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Orang yang tidak suka memaafkan kesalahan orang lain dan tidak menerima permintaan maaf atau udzur orang." Kemudian ditanya lagi: "Sukakah saya memberitahu yang lebih jahat daripada itu?" Jawab para sahabat: "Baiklah, ya Rasulullah." Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Orang yang tidak dapat diharap kebaikannya dan tidak aman dari gangguannya." Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Nabi Isa a.s. bersabda:
 "Hai Bani Israil, kamu jangan membicarakan hikmat pada orang yang bodoh,”
 bererti kamu telah aniaya pada hikmat itu, dan jangan kamu sembunyikan dari ahlinya, maka bererti kamu aniaya pada hikmat itu dan pada orang-orang yang berhak itu. Dan jangan kamu membalas orang jahat dengan kejahatan, maka hilang kebaikanmu disisi Tuhanmu. Hai Bani Israil, semua urusan itu hanya terbahagi tiga iaitu:
·         Urusan yang nyata baiknya maka ikutilah
·         Urusan yang nyata sesatnya maka tinggalkanlah
·         Urusan yang masih ragu kembalilah kepada Allah s.w.t. dan Rasulullah (Al-Quran dan sunnaturasul)       
                        Seorang cendikiawan berkata: "Zuhud (tidak rakus) didunia ini kerana empat iaitu:
·         Percaya benar pada janji Allah s.w.t. didunia dan diakhirat
·         Harus menganggap puji dan makian orang-orang itu sama sahaja (tidak merasa besar kerana dipuji dan tidak merasa rendah kerana dihina orang)
·         Ikhlas dalam amal perbuatanmu
·         Memaafkan orang yang aniaya padanya dan tidak marah-marah kepada budak sahayanya dan menjadi tenang sabar
                        Abu Darda r.a. berkata: "Seorang berkata kepadanya: "Ajarkan kepadaku beberapa kalimah yang berguna bagiku." Abu Darda berkata: "Saya berwasiat kepadamu beberapa kalimah, siapa yang mengamalkan maka ia mendapat darjat yang tinggi sebagai pahalanya iaitu:
·         Jangan makan kecuali yang halal
·         Anggaplah dirimu dari golongan yang mati
·         Serahkan dirimu kepada Allah s.w.t, maka siapa yang maki atau mengganggu kepadamu maka katakan: "Kehormatanku telah aku serahkan kepada Allah s.w.t."
·         Jika engkau berbuat kesalahan  atau dosa maka segera minta ampun kepada Allah s.w.t.
         Ketika Nabi Muhammad s.a.w. patah giginya dalam perang Uhud, maka para sahabat berkata kepadanya: "Ya Rasulullah, andaikan engkau berdoa kepada Allah s.w.t. terhadap orang yang telah berbuat kepadamu sedemikian itu." Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Sesungguhnya aku tidak diutus untuk mengutuk tetapi aku diutus untuk berdakwah dan rahmat, ya Allah, berilah hidayat kepada kaumku maka mereka benar-benar belum mengetahui."
         Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Siapa yang menahan dari kehormatan kaum muslimin, maka Allah s.w.t. memaafkan kesalahan-kesalahannya pada hari kiamat, dan siapa yang menahan marahnya, maka Allah s.w.t. akan menghindarkan dari murkaNya pada hari kiamat."
         Mujahid berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. berjalan melalui kaum yang sedang mengangkat batu dan melihat siapakah yang lebih kuat diantara mereka, maka Nabi Muhammad s.a.w. bertanya: "Apakah batu itu?" Jawab mereka: "Ini batu kekerasan." Maka Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sukakah saya beritahu kepada kamu yang lebih keras daripada itu?" Jawab mereka: "Ya, ya Rasulullah." Maka Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Orang yang bentrol dengan saudaranya sehingga mendongkol, kemudian dapat mengalahkan syaitan laknatullah dan datang kepada saudaranya itu lalu mengajak damai dan baik kepadanya." Dilain riwayat pula dikatakan: "Nabi Muhammad s.a.w. melihat kaum melatih kekuatan itu dengan mengangkat batu, maka Nabi Muhammad s.a.w. bertanya: "Apakah kamu mengukur kekuatan dengan mengangkat batu? Sukakah saya beritahu kepadamu yang lebuh kuat dari kamu?" Jawab mereka: "Ya, ya Rasulullah." Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Iaitu orang yang penuh marah lalu menahan marahnya dan sabar."
          Yahya bin Mu'adz berkata: "Siapa yang mendoakan orang yang menganiaya kepadanya, maka ia  telah menyusahkan Nabi Muhammad s.a.w ditengah-tengah para Nabi-nabi yang lain, dan menyenangkan orang mal'un yaitu iblis laknatullah ditengah-tengah syaitan laknatullah dan orang-orang kafir. Dan siapa yang memaafkan orang yang zakim, maka ia telah menyedihkan kepada iblis laknatullah ditengah-tengah orang kafir dan syaitan laknatullah dan menyenangkan Nabi Muhammad s.a.w. ditengah-tengah para Nabi dan orang-orang solihin."
                        Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Pada hari kiamat akan ada seruan: "Dimanakah orang-orang yang pahala mereka dijamin oleh Allah s.w.t, maka bangkitlah orang yang telah memaafkan pada manusia lalu masuk syurga."
                        Al-Ahnaf bin Qays ditanya: "Apajah kemanusiaan itu? Jawabnya: 
·         Merendahkan diri didalam kekuasaan kerajaan
·         Memaafkan ketika berkuasa dan
·         Memberi tanpa menyebut-nyebut
                        Athiyah berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Orang mukmin itu lunak-lunak, baik-baik bagaikan unta yang terkendali hidungnya, jika dituntun menurut dan jika dihentikan dibukit juga berhenti."
                        Abul Laits berkata: "Pergunakanlah sabar ketika merah dan awaslah kamu dari keburuan ketika marah kerana keburuan dalam marah itu mengakibatkan tiga macam iaitu:
·         Menyesal diri
·         Tercela oleh orang-orang
·         Siksa dari Allah s.w.t.
                    Sebab sabar itu memang pahit pada mulanya tetapi manis pada akhirnya, sebagaimana kata pujangga: "Alhilmu awwalahu murrun madzaqatuhu, laakin akhiruhu ahla minal asali ashshabru kashshabiri murrun fi madzaqatihi laakin awaqibuhu ahla minal asali." (Yang bermaksud): "Sabar itu pada mulanya pahit rasanya tetapi akibatnya lebih manis dari madu. Sabar itu bagaikan jadam pahit rasanya tetapi akibatnya lebih manis dari madu."

PERTANYAAN S3 VERSI ANAK TK

KATA PENGANTAR
            Kata Kata Lucu - Tebakan Lucu. Begitu banyak yang bisa diungkapkan dengan kata, bahkan ia pun bisa jadi obat mujarab untuk stress. Kumpulan Kata-kata lucu dengan gaya Tebakan Lucu gaya humor berikut ini cocok buat di ungkapkan ketika anda sedang berkumpul dengan teman, sahabat dan keluarga, tetapi kalau sedang berduaan dengan pacar boleh juga dan yang lebih cocok yaitu dengan memberinya kata kata romantis lucu.
Misalnya, bagian tubuh mana yang dimiliki manusia yang enggak pernah basah?
tulang kering…

penyakit apa yang terkenal di cina ?
Kungflu

Apa Bahasa Indianya bahan dapur?
Tumbar , miri , jahe hahahahaha….

Lemari apa yang bisa dlipat dan dibawa kemana – mana ?
Lemaribuan

sendirian aja takut, apalagi rame-rame…?
lewatin jembatan rusak
ada 5 orang super gendut, berpayung dalam 1 payung kecil,,tapi aneh nya mereka gag keujanan,,kanapa coba?
...ya kan enggak ujan?
         Banyak  sastra Jawa , Bugis dan  Melayu tergolong dalam genre tradisional yang muncul dalam zaman sebelum berkembangnya tradisi tulisan pencetakan. Puisi dalam Bahasa Melayu larut dalam jiwa masyarakat Melayu tidak hanya sebagai satu hasil kesenian, tetapi juga mengjangkau alam mistik, berperanan sebagai wadah pemeliharaan adat, pembinaan sahsiah, pengajaran agama, pengajaran ilmu pengasih, pertahanan, hiburan, dan kepercayaan.

         Oleh karena itu kami akan membahas beberapa Sastra Melayu. Pantun, Mantra, Seloka, dan Bidal itulah yang akan kami jelaskan di makalah ini. Mudah-mudahan dengan diangkatnya judul ini dapat menambah wawasan kita mengenai sastra melayu. Kami tahu makalah ini kurang sempurna oleh karena itu jika ada kesalahan mohon maaf sebesar-besarnya. Terima Kasih, Selamat Mengarungi Dunia Sastra





PENDAHULUAN

           Teka teki, humor, ilmiah serius dan karya sastra baik yang berbentuk puisi maupun cerita fiksi merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada para generasi muda agar mampu menikmati, menghayati, memahami, dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Materi pembelajaran sastra di sekolah mempunyai pengaruh yang besar bagi kehidupan siswa, sebab dapat meningkatkan kepekaan siswa terhadap fakta yang ada di masyarakat, menghaluskan perasaan siswa, serta membentuk kepribadian dan budi pekerti luhur.

          Pembelajaran sastra di sekolah-sekolah formal sejauh ini dapat dikatakan mengecewakan. Berbagai lontaran kekecewaan itu dari tahun ke tahun tak pernah henti-hentinya. Kekecewaan terhadap pembelajaran sastra itu dilontarkan oleh berbagai pihak, antara lain, Sarjono (2000); Sayuti (2000); Kuswinarto (2001); Sarumpaet (2004); Alwasilah (2004); Herfanda (2005).
Membelajarkan sastra adalah membelajarkan karya seni yang merupakan hasil kreativitas pengarang. Tidak tepat kiranya, jika membelajarkan sastra hanya memberikan fakta atau informasi tentang judul cerita, nama pengarang, nama tokoh, tempat kejadian maupun sinopsis cerita.

          Pembaca hendaknya, diajak menikmati keindahan karya sastra, menghargai pikiran dan karya cipta pengarang. Karya sastra harus diajarkan secara apresiatif. Membelajarkan karya sastra harus bersifat problematis serta memungkinkan siswa mengalami keterlibatan psikologis dengan pengarangnya. Dengan cara demikian, karya sastra itu bermakna di dalam diri siswa dan membangkitkan kreativitasnya.

          Dalam kenyataan, bimbingan apresiasi yang menyangkut keseluruhan teks jarang diberikan oleh guru. Guru seringkali hanya menyuruh siswa untuk melakukan serangkaian kegiatan, misalnya membacakan puisi, membaca ringkasan cerita, menghafalkan nama-nama pelaku cerita, judul, pengarang, dan tema yang semua itu menjurus kepada hafalan tanpa makna. Seorang siswa
mungkin akan hafal seluruh nama pelaku novel Burung-burung Manyar karya Mangunwijaya, tetapi bila ditanyakan bagaimana kesannya terhadap watak Larasati (tokoh cerita dalam novel tersebut), mungkin jawabnya akan ngawur saja. Hal itu disebabkan mereka memang tidak pernah membaca seluruh cerita serta jarang mendapatkan bimbingan ke arah itu. Sering pula siswa
tahu tema dari beberapa puisi maupun novel, tetapi pengetahuan itu jarang didapat melalui hasil penemuan sendiri, melainkan berasal dari pemberitahuan guru atau dari hasil membaca ringkasan karya sastra. Dengan perkataan lain, unsur menghafal memegang peranan yang sangat penting, sedangkan unsur partisipasi aktif siswa untuk menghayati sendiri masih sangat minim (Sarumpaet, 2002).

          Apabila situasi yang demikian itu masih terus berlangsung, dapatlah diramalkan bahwa tujuan pembelajaran sastra yang ingin dicapai hanya akan merupakan tujuan di atas kertas saja. Pembelajaran sastra hendaknya berangkat dari karya sastra itu sendiri dan bukan teori sastra. Siswa diberi keleluasaan berkenalan dan berkelana sebanyak mungkin dengan karya sastra. Siswa diberi kesempatan menghayati secara personal akan karya sastra itu. Mereka juga harus sampai pada kesimpulan tentang nilai keindahan yang terkandung dalam suatu karya sastra. Perspektif pengarang dan diri siswa sebagai wakil pembaca dapat diberikan. Karena penghayatan karya sastra harus mendalam, maka pembelajaransastra lebih bersifat personal. Setiap siswa diberi kesempatan untuk membaca secara cermat keindahan karya sastra dan kemudian mendiskusikan di depan kelas tentang keindahan karya sastra itu. Siswa diberi kesempatan untuk menikmati karya sastra dalam waktu yang cukup.

          Dalam rangka ikut membenahi pembelajaran sastra, penelitian ini menyajikan pembenahan yang menyangkut pendekatan pemahaman terhadap karya sastra baik yang berbentuk puisi maupun cerita fiksi. Upaya tersebut dilakukan dengan cara mengeksperimenkan tiga macam pendekatan pembelajaran sastra, yaitu pendekatan semiotik, pendekatan resepsi sastra, dan
pendekatan struktural. Pendekatan pemahaman terhadap karya sastra dalam interaksi belajarmengajar banyak ragamnya. Oleh sebab itu, guru perlu memilih pendekatan pembelajaran yang paling efektif guna mencapai tujuan pembelajaran yang
telah ditetapkan.

            Dalam memilih strategi pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan, perlu diingat beberapa prinsip di antaranya pemilihan pengalaman indah . Strategi mengajar yang dipilih haruslah memungkinkan orang mengalami tingkah laku yang dirumuskan dalam tujuan, memberikan kepuasan kepada siswa untuk mengalaminya, serta ada dalam batas-batas kemampuan siswa untuk mengerjakannya. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut di bawah ini. a. Apakah ada perbedaan pengaruh pembelajaran sastra dengan menggunakan pendekatan semiotik, pendekatan resepsi sastra, maupun pendekatan struktural terhadap kemampuan siswa dalam memahami makna karya sastra baik yang berbentuk puisi maupun cerita fiksi? Perlu diketahui bahwa ketiga pendekatan tersebut kesemuanya mengarah kepada upaya memberikan pemahaman pengalaman baru, yaitu pengalaman sastra kepada para siswa.

b. Pendekatan pembelajaran manakah yang paling efektif untuk
meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami makna karya sastra baik yang berbentuk puisi maupun cerita fiksi?


BAB   I
PENGETAHUAN UMUM
1.       Manakah yang lebih halal, antara telur  itik (bebek) dibandingkan telur ayam?
(Jawaban: lebih halal telur itik bebek, karena sudah kawin ia mandi, sedangkan ayam, sudah kawin, tidak mandi junub.)
2.       Bagaimana caranya, seorang laki-laki bisa menikah secara sah dengan anak kandung?
3.       Mengapa setiap ayam berkokok, memicingkan matanya?
4.       Bagaimana caranya manusia bisa menipu Setan?
5.       Bagaimana caranya manusia bisa masuk ke dalam jin?
6.      Apakah hukumnya orang yang menginjak lansia di masjdil haram , mendapatkan barokah juga?







BAB   II
PERTANYAAN SERIUS
1.Berapa kilometer  perjalanan bumi perjam, dalam mengelilingi matahari?
2.Berapa persen bumi yang mengapung ke permukaan laut, dan berapa persen yang tenggelam di bawah samudera?
3.Berapa besar bumi, dibandingkan matahari?
4.Berapa derjat celsius panas di permukaan matahari?
5.Siapa nama pilot yang mengebom Hirosima dan Nagasaki?
6.Apa bedanya antara kutub utara dan kutub selatan?


BAB   III
PANTUN HUMOR LUCU
1.       Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada pantunku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati

2. Ibu membawa, bunga seruni
Membuat mataku, jadi melek
Sungguh sakit, mataku ini
Melihat ada, tulisan  jelek


3. Ketemu cewek, matamu melek
Bagaikan semut, ketemu gula
Sungguh enak, jadi orang jelek
Ketemu teman, sering dicela

4. Dua tiga, pisang batu
Membuat,  monyet berkesan
Sungguh bagus. suaramu itu
Membuatku,  jatuh pingsan

5. Si Tina dan Tini, berjalan-jalan
Banyak  mengira, mereka kembar
Mengapa terbalik pakaian Batman
Celana dalamnya, ada diluar ?

6. Ada pepaya,  ada mentimun
Ada mangga,  ada salak
Daripada,  duduk melamun
Mari kita,  membaca sajak
Seloka
1. Sudah bertemu kasih sayang
Duduk terkurung malam siang
Hingga setapak tiada renggang
Tulang sendi habis berguncang

2. Baik budi emak si Randang
Dagang lalu ditanakkan
Tiada berkayu rumah diruntuhkan
Anak pulang kelaparan
Anak dipangku diletakkan
Kera di hutan disusui.

3. Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan

Kayu jati bertimbal jalan,
Turun angin patahlah dahan
Ibu mati bapak berjalan,
Ke mana untung diserahkan

4. Bunga melur cempaka biru,
Bunga rampai di dalam puan,
Tujuh malam semalam rindu,
Belum sampai pemuda tuan.

Bunga rampai di dalam puan,
Ruku-ruku dari peringgit
Belum sampai pemuda tuan
Rindu saya bukan sedikit
5. Mengapa aku, duduk di kursi,
Terlalu lama, duduk di bangku.
Bagaimana aku, tidak korupsi,
Gajin sebulan, habis seminggu.

6.Mengapa aku, naik taksi,
Karena di oplet, banyak yang nakal,
Bagaimana aku, tidak korupsi,
                                              Jumlah gajiku, tak masuk akal.

Komentar Facebook