Friday, January 29, 2016

KONFLIK SOKRATES DAN TEMANNYA Renungan pagi M.Rakib Jamari, S.H.


KONFLIK SOKRATES DAN TEMANNYA
Renungan pagi M.Rakib Jamari, S.H.
Konflik antar teman karena gersangnya moral rohani.

  Siapa yang tidak taat etik,
  Pasti akan, terlibat konflik.
  Setan dan Iblis, terus mengusik,
  Menampilkan siafat munafik.

      Suatu cara berpikir induktif dan membuat definisi universal. Cara berpikir ini kemudian dikenal sebagai metode Sokrates. Tapi akhirnya Sokrates dihukum mati, hanya karena ada yang menggiring opini ke arah pertentangan antara Sokrates dan penguasa waktu itu. Penggiringannya mirip dengan penggiringan dalam taktik licik Sun Tzu yang misterius sebagai maha guru seni berperang. Sun Tzu diketahui lahir pada 535 SM di Kota Tung-an di Semenanjung Shantung. "Seorang jenderal yang memproteksi para prajuritnya seperti bayi, akan membimbing mereka ke jurang terdalam. Seorang...
SENI BERPERANG oleh : Sun Tzu 13 Bab Strategi Militer Klasik 1. Kalkulasi2. Perencanaan3. Strategi4. Kekuatan pertahanan5. Formasi6. Kekuatan dan kelemahan7. Manuver8. Sembilan varuiasi9. Mobilitas10. Tanah lapang11. Sembilan situasi klasik12. Menyerang dengan api13. Intelijen..

Sokrates yang lugu dan lucu, akhirnya terjebak. Walaupun demikian, ia tetap  orang pertama di dunia yang mengemukakan bahwa di dalam diri manusia terdapat jiwa/ rohani. Ia menyadari bahwa jiwa jauh lebih penting daripada tubuh fisik dan jiwa tidak akan mati. Karena penemuannya inilah, banyak orang menganggapnya sebagai bapak psikologi rasional.

Ia juga menemukan bahwa Tuhan hanya satu dan memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu. Ia menemukan hal ini melalui pemikirannya sendiri, sebelum  Al-quran dan Injil. Karena, kenyataan menunjukkan bahwa kedua kitab tersebut baru ada setelah beberapa abad kemudian. Dengan penemuannya ini ia sangat ingin mendidik moral masyarakat Athena menjadi lebih baik.

Namun, penemuannya ini malah dianggap sebagai ajaran sesat yang hanya akan meracuni pikiran dan jiwa anak-anak muda. Ia dianggap melanggar ajaran keyakinan masyarakat Yunani yang pada saat itu menyembah banyak dewa.

Oleh karena itu, ia ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Ia diperintahkan untuk meneguk racun dan ia mematuhi perintah tersebut. Meskipun pada saat itu sebenarnya ia mempunyai kesempatan untuk melarikan diri dari hukuman, namun ia lebih memilih untuk meminum racun karena ia patuh terhadap hukum.

KONFLIK AKIBAT TINGKAT BERFIKIR YANG BERBEDA Renungan pagi....M.Rakib Jamari, S.H.

KONFLIK AKIBAT TINGKAT BERFIKIR

YANG BERBEDA

Renungan pagi....M.Rakib Jamari, S.H.Jl.Ciptakaraya Panam Pekanbaru
      Dari 5 tulisan saya, yang selalu mendapat tanggapan pembaca adalah puisi tingkat dasar, tapi kalau sudah bicara tingkat berfikir, tidak ada yang menanggapi. Nah pada tingkat berfikir yang tinggi, “IRI” dibolehkan dalam tiga hal. Tapi pada tingkat berfikir sederhana, “Iri” tidak boleh sama sekali. Adakah iri dalam tingkatan yang lebih cerdas dan level tinggi? Nabi Muhammad SAW menjawab, “Kalian boleh iri kepada seseorang karena kalian ingin melebihinya: I." Iri" lah dalam banyak ibadahnya. 2. Irilah karena banyak sedekahnya. Irilah karena kuat aqidahnya. Lampauilah dia, anda harus lebih dari dia. Itulah tingkat befikir positif yang tinggi, karena berpikir adalah aktifitas mencurahkan daya pikir untuk maksud tertentu. Berpikir adalah identitas yang memisahkan status kemanusiaan manusia dengan lainnya. Karenanya sejauhmana manusia pantas disebut manusia dapat dibedakan dengan sejauhmana pula ia menggunakan pikirannya. Al-Insan huwa al-Hayawanun Nathiq.
Dalam hal penjaminan mutu pendidikan

       Dalam dunia pendidikan berpikir merupakan bagian dari ranah kognitif, dimana dalam hirarki Bloom terdiri dari tingkatan-tingkatan. Bloom mengkalisifikan ranah kognitif ke dalam enam tingkatan: (1) pengetahuan (knowledge); (2) pemahaman (comprehension); (3) penerapan (application); (4) mengalisis (analysis); (5) mensintesakan (synthesis); dan (6) menilai (evaluation). Keenam tingkatan ini merupakan rangkaian tingkatan berpikir manusia. Berdasarkan tingkatan tersebut, maka dapat diketahui bahwa berpikir untuk mengetahui merupakan tingkatan berpikir yang paling bawah (lower) sedangkan tingkatan berpikir paling tertinggi (higher) adalah menilai.

Merujuk definisi dalam Wikipedia Indonesia, berpikir tingkat tinggi adalah
a concept of Education reform based on learning taxonomies such as Bloom's Taxonomy. The idea is that some types of learning require more cognitive processing than others, but also have more generalized benefits. In Bloom's taxonomy, for example, skills involving analysis, evaluation and synthesis (creation of new knowledge) are thought to be of a higher order, requiring different learning and teaching methods, than the learning of facts and concepts. Higher order thinking involves the learning of complex judgmental skills such as critical thinking and problem solving. Higher order thinking is more difficult to learn or teach but also more valuable because such skills are more likely to be usable in novel situations (i.e., situations other than those in which the skill was learned)
. Dari definisi tersebut maka dapat diketahui bahwa berpikir tingkat tinggi membutuhkan berbagai langkah-langkah pembelajaran dan pengajaran yang berbeda dengan hanya sekedar mempelajari fakta dan konsep semata. Dalam berpikir tingkat tinggi meliputi aktivitas pembelajaran terhadap keterampilan dalam memutuskan hal-hal yang bersifat kompleks semisal berpikir kritis dan berpikir dalam memecahkan masalah. Meski memang berpikir tingkat tinggi sulit untuk dipelajari dan diajarkan, namun kegunaannya sudah tidak diragukan lagi.
Alice Thomas dan Glenda menyatakan bahwa

 berpikir tingkat tinggi adalah berpikir pada tingkat lebih tinggi daripada sekedar menghafalkan fakta atau mengatakan sesuatu kepada seseorang persis seperti sesuatu itu diceritakan kepada kita. Pada saat seseorang menghafalkan dan menyampaikan kembali informasi tersebut tanpa harus memikirkannya, disebut memori hafalan (rote memory). Orang tersebut tak berbeda dengan robot, bahkan ia melakukan apapun yang diprogram dilakukannya, sehingga ia juga tidak dapat berpikir untuk dirinya sendiri. Berpikir tingkat tinggi secara singkat dapat dikatakan sebagai pencapaian berpikir kepada pemikiran tingkat tinggi dari sekedar pengulangan fakta-fakta. Berpikir tingkat tinggi mengharuskan kita melakukan sesuatu atas fakta-fakta. Kita harus memahamnya, menghubungkan satu sama lainnya, mengkategorikan, memanipulasi, menempatkannya bersama-sama dengan cara-cara baru, dan menerapkannya dalam mencari solusi baru terhadap persoalan-persoalan baru.
       Bagi sebagian orang berpikir tingkat tinggi dapat dilakukan dengan mudahnya, tetapi bagi oranglain belum tentu dapat dilakukan. Meski demikian bukan berarti berpikir tingkat tinggi tidak dapat dipelajari. Alison menyatakan bahwa seperti halnya keterampilan pada umumnya, berpikir tingkat tinggi dapat dipelajari oleh setiap orang. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa berpikir tingkat tinggi dalam praktiknya bahwa keterampilan berpikir tingkat tinggi baik pada anak-anak maupun orang dewasa dapat berkembang. Langkah paling awal yang dapat dilakukan adalah dengan mengenal dan mempelajari apa “berpikir tingkat tinggi itu?”.Fikirkanlah alam yang diciptakan jangang fikirkan zat dari sang pencipta. TAFAKKARU FIL KHOLQILLAH, WALA TAFAKKRU FI ZATILLAH..
Renungan pagi

PANAS DALAM PUISI, SEJUK DALAM NALURI Karya Muahammad Rakib Sastra

PANAS DALAM PUISI,
 SEJUK DALAM NALURI
Karya Muahammad Rakib Sastra Candra Darma

Jl.Ciptakarya Gg.Waduk Paman Pekanbaru Riau Indonesia

PUiSI kalau tak panas, akan cepat basi,
Naluri kalau tidak sejuk, tidak terbujuk.
Serasa manis sesejuk , bagaikan embun,yang dipukul sinar mentari.
Seperti lagu anak gembala yang merdu,
Demikian rasa,apalah arti sebuah puisi,
Datang sebentar, tiba-tiba, perginya juga tiba-tiba,
Naluri itu membisik, mengajak aku berpantun,
Mendayung jiwa ke tempat dingin, sejuk dan membujuk.


Tanpa iman, naluri hanya gelap …
Di kala kusadar kurengkuh hanya bayang sendiri
Kala sudah henti penaku bersenandung
Dimana kala itu kataku tak lagi cukup
Bekukan rasa, melaui kitab suci yang dibaca.
Leburkan cinta kepadaTuan alam semsta
Kecintaan terhadap dunia, tinggal puing-puing halus
terjurai hampir pupus
dalam sisa yang tiada lagi tulus

Fitrah hati nurani, terpekur jiwa gulana
Ingin tuangkan dalam bejana
Melemparnya jauh ke dasar palung!

Aku rindu…kehenungan jahajjud sepi malam berlalu,
Rebah manja di pangkuan bulan dan bintang yang kaku
Mencium dalam…lembut kasih sayang Allah begitu syahdu,
Membenamkan wajah dalam sajdah di dekap ramat-Mu

Kenagan lama,  kali  ini, jangan sampai tak ada yang mencari cinta Allah sejati
Ribuan novel ada di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Buku-buku lama, dekat tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
Gelombang hrapan, menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Motor tuaku dari Panam, disambut gerimis mempercepat kelam.
Ada juga memakai rompi, bak kelepak  elang
Helem, menyinggung muram, desir hari lari berenang
Di kantorku di Kulim, menemukan  bujuk dalam harapan.
Jangan sampai para pegawai tidak bergerak
dan kini tanah dan air  tidak tidur, walaupun  hilang ombak
Apabila selesai suatu urusan, buat program baru  lagi.
Karyaku bukan untuk dirikuu sendiri.
Hudup ini, teruis berjalan untuk beramal.
Buku-buku yang kuterbitkan, menyisir semenanjung,
masih pengap harap dapat dipetik niat baiknya.

Ada pantun yang sekali-sekali tiba di ujung pantai.

BERBISIK SAMBIL MEMANDANGKU Karya M.Rakib Sastra Candra Darma


 BERBISIK SAMBIL MEMANDANGKU

Karya M.Rakib Sastra Candra Darma
Jl.Ciptakarya Gg.Waduk Panam Tampan Pekaanbaru Riau Indonesia. 2016

Kutatap di tepian Sungai Kampar, ketika air dan pasir berbisik,
Mungkin mereka bercanda, dalam terpaan bayu yang mengusik
Tepian sungai  memang lirih tapi begitu perih
Di sanalah kekasihku  memandang hampa…
Jeruk yang ditanam, sayangku sia-sia
Mesin jahit yang yang berputar, dalam pengertianku pun seolah tak ada
Kekasihku  pergi, merajuk, biarlah…kalau itu kau pinta
meski luka aku tetap bahagia
Bukannya aku saalhkan takdir,
walaupun pahit pernah kurasa cinta yang sulit
ketika pasir dan tebing sungai berbisik
”cintamu takkan pernah terusik”
Berbisik sambil memandangku, apa peduliku?
Rupanya lewat bisikan dan pandangan mata, semua bisa di adu dombakan
Tega mengadu domba teman kamu sendiri?
Kata para nabi, hati hati dalam berbisik..
Karena dengan berbisik,  kita bisa mendengar isi hati seseorang
ENgkau  dan aku bisa  dapat pahala, dengan perkataan.
Kerlingan mata kita bisa menyimpulkan semuanya.

Kalau tidak terbiasa, aku  bisa sedih  mendengar nya
Aneh kenapa harus teman teman yang sudah tua-tua yang kamu adu??
tak punyakah kau seorang pun teman yang remaja ceria,
hingga kamu menjadi teman selamanya..

Mungkin dia hanyalah orang yang iri,
Si iri,tidak suka  melihat siapapun yang  sangat akrab
Tak ingin, melihat kita begitu bahagia bersama
melihat kita begitu kompak..

Kutawarkan, sudahilah perbincangan ini..
aku tak mau lihat keributan.
aku masih mau liat senyum di antara semua manusia..
biarkan lah, kafilah itu damai dan terus berlalu..


AKU TIDAK BERGUNA Karya Rakib Jamari

AKU TIDAK BERGUNA


Karya Rakib Jamari

Nah  inilah aku  doktor kehilangan rasa bangga,  dalam  mimpi-mimpi yang tidak berguna.karena memang tiada layak dibanggakan di sisi manusia, lebih-lebih di sisi Ilahi rabbi, lebih tiada berati.
Ribuan makalah dan tumpukan kertas terbakar dalam angan-angan
Teman-teman di sekelilingku tidak  tahu tentang derita batin ini.
Inikah derita..batin... paling baru
Mencinta tapi tiada dicinta
Merindu tapi tak dirindu
Hanya menatap kosong sang rembulan
Berharap diri adalah sang bintang
Yang selalu  di nantikan di ujung senja
Hanya berharap aku  bisa  sedikit saja, ada dihati
Tapi ketika kupijaki bumi
Aku hanyalah satu di antara bintanghayalan  itu
Ada banyak hati yang  lain  yang mereka nanti
Ada banyak rindu yang bertabur
Tapi bukan untukku
Itu untuk yang lain
Dan aku hanyalah doktor butiran debu
Tak berarti dan takkan memberi arti
Selamanya.
Aku hanya dapat menahan air mata
Atas kasih yang tak pernah sampai
Kurangkai kala di hati remuk redam rontak sendiri dalam gelap
penantian tiada akhir
melamun membunuh hati
Lenyaplah rasa bangga  tiada saat tiba cinta indah
kala bunga mulai mekar
musim yang tiba muram
mengganti dengan layunya

air mata berbaris
hati tertunduk
melihatmu pergi
Sang doktoryang tidak bermutu, harus berjalan menjauh
Tingalkan suasana tanpa makna.
Teringat pada bidadari tepian sungai Kampar
Yang kuabadikan leawt novel tiga tahun lau, ah..,
aku yang terlalu.
Ketika mandi di sungai Kampar, berteman kerikil dan pasir Airtiris
Kini jadi  kenangan yang telah terukir indah, lenyap semua,,
Segala impian yg belum terwujud kandas di tengah jalan,,
menjadi tabu, menjadi semu, menjadi tak berarti semuanya,,
Jeky, Ide, Rai dan jejik, sejak lama , 30 tahun lalu sudah nyatakan,
Doktor dalam hayalan hina sama sekali tiada berguna, mereka benar.
Segalanya yg tidak pernah disangka dan diduga, terbuka dengan sebuah kisah dan jawaban. Ketika harus menelan kisah nyata yg begitu menyiksa diri dan batin. Berharap itu hanyalah sebuah mimpi.
Merenung serta meratapinya dari detik demi detik hingga hari demi hari.
Maharani satu-satunya gadis kecil memebri senyaum harapan untukku.
Tetap berharap itu hanyalah sebuah mimpi. Entah apa yang terjadi ketika itu, dan entah apa yg telah diperbuatnya dulu.
Seperti seribu pukulan keras yg mememarkan sekujur tubuh, membuat luka yg begitu dalam dan sulit terobati.

Tak ada cara lain untuk menyembuhkannya,
 kecuali dengan mesin pemutar waktu yg tidak mungkin bisa didapatkannya. Hanya kesemuan dan ketabuan yg kini dapa menemaninya.
Entah apa rencana Tuhan di balik semua ini.
Entah derita apa lagi memutar nasibku.


Thursday, January 28, 2016

Suasana baca Quran WI LPMP Riau Jumat 2016

DI ATAS BENANG YANG PUTUS(3) PUISI M.RAKIB JAMARI PEKANBARU 2016 Riau Indonesia.


BERLARI DI ATAS
BENANG YANG PUTUS(3)
PUISI  M.RAKIB JAMARI PEKANBARU 2016 Riau Indonesia.

Perbaikan disertasiku belum rampung
Karena HATIKU Begitu Gelap
Tanpa Cahaya Sedikitpun
Dari mana akan kumulai perbaikan itu?
TUHAN.................
Pastilah ENGKAU Tau?
Apa yang Ku Rasakan?
TUHAN.............
Ku Rindukan suasana ilmiah yang bermartabat
Dan jangan bertemu lagi dengan dosen yang killer itu.
Tapi suasana Kampus itu, selalu Membuat HATIKU Bahagia
Di kampus itu dahulu sebuah surat dari Maharani
Seaakan Ku Dengar berbagai Suara  suara indah.

Berlari di atas benang yang putus, siapa bilang, tidak mustahil.
Berlari di tengah hujan lebat, petir sabung menyabung
Pukul tiga sore, benang itu putus
Duh penderitaannya luar biasa, mengarah kepada putus asa.
Emosi dan akal sehatku tidak seimbang lagi, karena lenyapnya harapan.

Benang waktu, telah sampai di batasnya.
Berlari dari kantorku di Yenayan Raya, ke UIN Panam,
Lebih kurang, tiga puluh kilometer.
Berlari lagi, dari UIN di Paanam ke Pascasarjana di Sukajadi,
Dengan jarak, lima belas kilometer, memakai Honda bebek tuaku itu.
Bank BNI Syari’ah ditutup, sesuai dengan disiplin waktu.
Sedangkan sekarang sudah pukul empat
Disaat  itulah  aku merintih dan menangis, tapi bukan berarti aku lemah. Tapi aku hanya tak dapat mencari jalan lagi dan tak tahu kemana kaki ini dapat melangkah
 Tidak ada manusia yang menginginkan ketidakadilan di dunia ini, begitupula aku. Tapi tetap tak dapat aku pungkiri, hidup di dunia ini selalu tak adil
 cobaan apalagi ini ya Rabb? bisakah sesekali aku mengecap kebahagiaan dan mengenyam kemakmuran seperti orang lain? T__T
 Ada pertemuan maka ada perpisahan. Tapi mengapa saat kita begitu mencintai orang yang datang tersebut, tiba-tiba mereka meninggalkan kita?
 Mungkin bagi orang lain, kegagalan adalah sesuatu yang wajar-wajar saja. Tapi tidak bagiku, kegagalan berarti adalah akhir dari segalanya T__T
 Tak banyak yang dapat aku lakukan selain melihat apa yang selama ini kuperjuangkan terbuang dan menjadi sia-sia.
 Teman, kesempatan tak akan datang dua kali dalam hidup ini. Aku tahu itu, tapi entah kenapa aku selalu saja melewatkannya, bahkan ketika kesempatan itu datang dua kali
 Tak peduli sehebat apapun aku untuk melatih diriku, akan ada celah yang dapat membuatku terpeleset dan terjatuh
 Jika aku ingin menyerah, pastilah aku sudah lakukan sejak dulu. Tapi kenapa yang slalu kutemui hanyalah jalan buntu?
 Tak pernah sekalipun aku melewatkan rencana yang aku buat, tapi masih saja selalu kutemui kegagalan. Apa ini yang dinamakan takdir? Apa ini yang dinamakan nasib?
 Manusia selalu diberi kesempatan untuk mencoba beberapa kalipun yang dia mau, tapi tidak bagiku. Waktu yang aku punya sangat sempit dan hampir tidak ada lagi
 Akan sangat menyenangkan ketika kita mampu mendapatkan apa yang kita inginkan. Tapi untuk mendapatkan semua itu, kita harus terlebih dahulu menyeberang sungai dan mendaki gunung tertinggi. rasanya segenap daya upaya telah kukerahkan untuk melewati itu semua. saat ini aku sangat lelah.
Namun aku tetap berlari di atas batas waktu yang putus itu
Akan kuusap pintu Bank yang tertutup itu
Sekedar penglepas kepedihan hati.
Batas waktu diberikan pantia wisuda, hanya pukul tiga.
Wisuda S3 ku, tuk menyandang gelar doktor
Tahun depan memang masih bisa mendftar lagi,
Rp.6.juta uang kulaih harus dibayar lagi.
Habislah sudah ekonomiku, habis jerih payahku.
Motor Hondaku mogok di tengah hujan lebat.
Tidak mungkin panitia menunggu di batas waktu yang lebih dua jam.
Tapi keajaiban terjadi, validasi wisudaku diterima
Dinyatakan sah untuk ikut wisuda semserter ini. Alhamdulillah.


Komentar Facebook