Thursday, June 6, 2013

PANTUN UNTUK MENGENAL PENIPU



PENDAULUAN

Lidi sepeda, dibuat penyapu,
Sampahnya besar, tidak peduli.
Di antara tanda, para penipu,
Ketika bicara, memonopoli.

        Perlunya pantun anti penipu ini, untuk mengingatkan bahwa penipuan sudah ada di segala lini, dan jumlahnya semakin banyak, semakin licik dan semakin serius. Pencopetpun sudah semakin beragam. Kebayakan mereka berpura-pura sebagai polisi atau Satpam yang berpkaian dinas. Pokoknya mereka menampilkan sebagai orang yang terhormat. Saat kita terpesona, di waktu itulah penipuan berlangsung.

     Kisah para penipu ini menurut penulis sebaiknya dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan sejak mdari SD.Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum --termasuk pembelajaran-- dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.
Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa dipastikan implementasinya pun akan kedodoran.
               Pada titik inilah, maka penyampaian struktur kurikulum dalam uji publik ini menjadi penting.Perlunya  dasar pemikiran perancangan struktur kurikulum SD, minimal ada sebelas item. Sementara dalam rancangan struktur kurikulum SD ada tiga alternatif yang di mesti kita berikan masukan.
Di jenjang SMP usulan rancangan struktur kurikulum diperlihatkan pada tabel 2. Bagaimana dengan jenjang SMA/SMK? Bisa diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditentukan, dan juga perlu diberikan masukan.

Tiga Persiapan untuk Implementasi Kurikulum 2013
ADA pertanyaan yang muncul bernada khawatir, dalam uji publik kurikulum 2013? Persiapan apa yang dilakukan Kemdikbud untuk kurikulum 2013? Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang, kurikulum itu sudah harus diterapkan. Menjawab kekhawatiran itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013.
Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”.

Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya.

Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan.

Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah.
Intinya jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang.
  agar tingkat kehati-hatian mereka menjadi tinggi. Lokasi penelitian dan pengmatan penulis adalah Kota Pekanbaru-Riau, sejak tahun 1980- sampai sekarang. Sudah ribuan jenis penipuan terpampang di depan mata. Betapa gagahnya para penipu itu. Betapa licik dan merasa tidak berdosa. 

PANTUN  ANTI PENIPUAN

Di dalam rawa, jatuhlah garpu
Karena raja, memasang jerat.
Orang tua, jangan ditipu,
Agar selamat, dunia akhirat


Tumbuh merata pohon tebu
       Pergi ke pasar membeli daging
    Banyak harta , masih menipu,
    Persis seperti, orang Yahudi.


Banyak sayur,  dijual di pasar
Banyak karpet,  pembungkus ikan
Kalau pun kamu, sangat lapar,
Namun mencopet, jangan lakukan.


           Kalau harimau,  sedang mengaum
       Rombongan raja, akan berhenti
Ingin tahu, penipuan  umum
    Kebohongan semua, kwitansi.


Merpati, membuat sarang,
Tidak  sampai, sayapnya patah
Jangan diambil,  hak  orang
Dunia akhirat, jadi masalah.


Kupu-kupu besar ,   dari Jawa
 Hari Selasa,  hinggap  di dahan.
Penipu awalnya, akan tertawa,
    Akhirnya disiksa, penderitaan.


Pinang muda,  dibuat bedak,
Nampak bederet,  anak berebah.
Baik yang  pejabat, maupun  tidak,
Mental pencopet, harus  diubah
 


ANAK RAJA, MEMBENTANG  KARPET
TEMPAT DUDUK,KAUM FAMILI
APA TANDA, MENTAL PENCOPET
TIAP BICARA, MEMONOPOLI

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan

Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan putus harapan

Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal tujuh.
Hidup harus penuh harapan
Jangan sampai, diganggu penipu

Ada ubi diatas talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana

Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya

Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati

Ke hulu membuat pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Supaya jangan sesal kemudian

Tiap nafas tiadalah kekal
Siapkan bekal menjelang wafat
Turutlah Nabi siapkan bekal
Dengan sebar ilmu bermanfaat
Kumpulan Pantun Nasihat Pilihan
Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Ada dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

Kemuning ditengah balah
Berumbuh terus semakin tinggi
Berunding dengan orant tak pandai
Bagaikan alu pencungkil duri

Parang ditelak ke batang sena
Belah buluh teruhlah temu
Apapun kerja,  takkan sempurna
Bila  bila diganggu, para penipu.

Padang temu padang baiduri
 
Tempat raja membangun kota
Bijak bertemu dengan jauhari
Bagaikan cincin dengan permata

Ngun Syah Betara Sakit
Panahnya bernama Nila Gandi
Bilanya emas banyak dipeti
Sembarang kerja boleh menjadi

Jalan-jalan ke Kota Blitar
Jangan lupa beli sukun
Jika kamu ingin pintar
Belajarlah dengan tekun


Monyet bergelar si buruk rupa
Suka memanjat pohon jambu
Ayo kawan selagi muda
Kita beromba, singkirkan penipu.

Buah jambuku dipetik
Disimpan dan kami timbun
Wahai anakku si cantik
Segeralah engkau bangun!

Kemana kancil kita kejar
Kedalam pasar kita mencari
Ketika kecil rajin belajar
Setelah besar senanglah diri

Jangan bersembunyi di kolong
Di kolong meja ada hewan
Janganlah engkau menjadi sombong
Orang sombong sedikit kawan

Membuat acar ditengah jalan
Ada orang menuntun sapi
Belajar cuma asal-asalan
Bagai bunga kembang tak jadi

Oleh-oleh dari Sukabumi
Jangan sekedar sepatu sandal
Boleh kita krisis ekonomi
Asalkan jangan krisis moral

Anak bayi belum bergigi
Tapi bisa makan ketupat
Konsumsilah makanan bergizi
Agar tubuh menjadi sehat

Makan tahu di tepi jalan
Sambil lihat kuda lari kencang
Anakku yang kubanggakan
Jangan pernah lupa sembahyang

Ibukota negara di Jakarta
Bandung ibukota Jawa Barat
Tidak ada artinya kaya harta
Jika tidak beuntung akhirat

Berbelanja ke Bu Satunah
Buka pagi sampai malam
Janganlah suka memfitnah
Fitnah itu amat kejam

Sebulan tidak terlalu lama
Dia dan aku disebut kami
Tak jadi soal beda agama
Persaudaraan tetap bersemi

Sukailah sayur terong
Terong muda lebih baik
Jika engkau suka berbohong
Engkau termasuk orang munafik

Padi merunduk tanda berisi
Berilmu karena sekolah
Jangan terpaku di depan televisi
Ambil buku dan pelajarilah!



Jika kita , makan ubi kayu,
Jangan lupa,  duduk beralas
Bagaimana Indonesia, akan maju,
Jika memimpinnya, bodoh dan malas.



         Kaca piring,  terpecah-pecah
             Nenek mengamuk, tidak setuju.
         Orang asing, akan marah
             Kalau Indonesia, jadi maju.


Buat apa , aku menyeterika
Kalau bajunya,  terlalu lebar.
Buat apa , remaja bercinta,
Kalau    sekolahnya, akan terlantar.


Naik sepeda, menerjang pagar,
     Sungguh malu,  hidungnya lecet.
 Remaja sekarang, malas belajar
    Menghabiskan waktu, di internet.


Satu dua tiga dan empat
Lima enam tujuh delapan
Tuntutlah ilmu ,sampai dapat
Agar terhindar, dari penipuan.


      Penyair Dari, Pulau Penyalai,
          Ditimpa derita, tindih bertindih.
        Wahai kawan,  janganlah lalai,
           Terkena tipuan, sangatlah pedih.

No comments:

Post a Comment

Komentar Facebook