Monday, August 31, 2020

 

SEBAIKNYA PENCERAMAH TAHU APA ITU SHARIH DAN KINAYAH

 

OLEH DR.MURA MUBALLIGH IKMI PEKANBARU RIAU

 

        Jangan terlalu harfiyah, terlalu literlijk, terlalu tekstual, hanya memahami ayat-ayat secara teks yang disebut kalimat Sharih dan melupakan ayat-ayat yang bersifat sindiran atau Kinayah. Istilah shorikh dan kinayah harus akrab di bibir penceramah agama. Misalnya kata-kata “Surga di bawah telapak kaki ibu”. Apakah memang ada surga di bawah telapak kai ibu?. Inilah kinayah, sindiran, kiasan saja, jangan kamu takut berjihad, tangan-tangan Allah bekerja untuk anda, jangan dicari tangan Allah, itu hanya kinayah, bukan kalimat sharih:

1.        Pengertian Sharih

Sharih adalah lafadz yang tidak memerlukan penjelasan. menurut Abdul Azhim Bin Badawi Al-Khalafi, bahwa yang dimaksud dengan sharih adalah suatu kalimat yang langsung dapat dipahami tatkala diucapkan dan tidak mengandung makna lain.

Jadi bahwa lafal sharih adalah talak yang diucapkan dengan tegas yang perkataan tersebut bermaksud dan bertujuan menjatuhkan talak seperti kata talak atau cerai. Adapun Contoh lafaz yang Sharih diantaranya:

a.           Aku ceraikan kau dengan talak satu.

b.           Aku telah melepaskan (menjatuhkan) talak untuk engkau.

c.           Hari ini aku ceraikan kau

Jika suami melafazkan talak dengan mengunakan kalimah yang "Sharih" seumpama di atas ini, maka talak dikira jatuh walaupun tanpa niat. Hal ini, senada dengan pendapat imam Syafi’i dan Abu Hanifah, beliau berkata bahwa talak sharih tidak membutuhkan niat.

Selan itu, Jumhur Ulama’ sepakat berpendapat bahwa Talak yang sharih ialah lafaz yang jelas dari segi maknanya dan kebiasaannya membawa arti talak. Contohnya, seorang suami berkata kepada isterinya, “Saya ceraikan engkau”. Lafaz tersebut memberi kesan jatuh talak walaupun tanpa niat.

Sebagaimana pendapat para ulama diatas, bahwa yang dikatakan talak sharih didalam pengucapanya terdapat tiga perkataan seperti halnya yang disebutkan oleh Imam Syafi’i dan segolongan fuqaha Dzahiri. Diantaranya adalah talak (cerai), firaq (pisah), sarah (lepas). Maka apabila seorang suami megucapkan salah satu dari ketiga kata tersebut maka jatuhlah talak terhadap istrinya.

 

2.        Pengertian Kinayah

Dikutip dari Abdul Helim, bahwa Kinayah adalah lafadz yang memerlukan penjelasan. Menurut Jumhur Ulama  kinayah adalah suatu ucapan talak yang diucapkan dengan kata-kata yang tidak jelas atau melalui sindiran. Kata-kata tersebut dapat dikatakan lain, seperti ucapan suami “pulanglah kamu”. Sementara Kinayah pula membawa maksud kalimah yang secara tidak langsung yang mempunyai dua atau lebih pengertiannya. Umpamanya jika suami melafazkan kepada isterinya perkataan, sebagai contah kinayah sebagai berikut:

a.         Kau boleh pulang ke rumah orang tua mu.

b.         Pergilah engkau dari sini, ke mana engkau suka.

c.         Kita berdua sudah tidak ada hubungan lagi.

 

       Mengenai talak kinayah ini, para ulama tidak terjadi perbedaan pendapat mengenai akibat hukumnya, di antaranya pendapat-pendapat yang diungkapkan para ulama seperti halnya Mazhab Hanbali mereka berpendapat bahwa talak dengan ucapan kinayah sekiranya suami melafazkan kepada isterinya dengan niat menceraikannya maka jatuh talak. Selain itu Jumhur Ulama berpendapat bahwa ucapan talak memakai kata sindiran, kinayah akan jatuh talaknya apabila dengan adanya niat.

 

Talak dengan cara kinayah tidak jatuh kecuali dengan niat seperti yang diterangkan di atas, kecuali apabila seorang suami dengan tegas mentalak tetapi ia berkata: saya tidak berniat dan tidak bermaksud mentalak, maka talaknya tetap jatuh. Apabila seorang menjatuhkan talak secara kinayah tanpa maksud mentalak maka tidak jatuh talaknya, karena kinayah memiliki arti ganda (makna talak dan selain talak), dan yang dapat membedakanya hanya niat dan tujuan.

 

Ibnu Taimiyah r.a berpendapat bahwa talak tidak berlaku kecuali dia menghendakinya. Beliau berargumen bahwa amal perbuatan dalam Islam tidak dinilai kecuali dengan adanya niat. Misalkan seseorang mengerjakan aktivitas shalat dari takbir sampai salam tetapi tidak meniatkan untuk shalat, maka shalatnya tidak sah. Contoh yang lain, seseorang melakukan sahur dan makan ketika maghrib, tetapi dia tidak niat untuk syiam (puasa), maka amal dia ini tidak dianggap sebagai amalan syiam. Orang duduk di masjid tanpa niat i'tikaf maka dia tidak bisa disebut melakukan ibadah i'tikaf.

  Pemilihan kata dalam ceramah

Oleh DR.Mura Muballigh IKMI Riau.

 

Penceramah seharusnya pandai memilih kata utuk ceramah, baik pemilihan kata daalam bahasa Indonesia, bahasa kampung, atau bahsa daerah, lebih-lebih lagi bahasa Arab, gunakanlah sedikit ilmu sastra Arab yang sejak lama disebut orang Ilmu balaghoh, yaitu ilmu yang mempelajari tentang:

a.bagaimana mengolah kata atau susunan kalimat bahasa arab yang indah

b.memiliki arti yang jelas

c.gaya bahasa yang harus digunakan juga harus sesuai dengan situasi dan kondisi.

 

       Para ahli sastra Arab sepakat membagi ruang lingkup pembahasan ilmu balaghoh menjadi tiga ilmu yang masing-masing berdiri sendiri dengan pembahasannya, yaitu:

a.    . ilmu ma’ani,

b.    . ilmu bayan

c.    . ilmu badi’. Setelah kajian Ilmu balaghah yang mencakup bagian-bagian dari Ilmu Ma’ani, meliputi: pengertian Ilmu ma’ani, objek kajian dan manfaatnya, musnad dan musnad ilaih, kalam khabar, kalam insya, fashl, washl, qashr, ijaz, ithnab dan musawah.


Ilmu Bayan. Ilmu bayan adalah kaidah-kaidah untuk mengetahui cara penceramah atau penulis menyampaikan suatu pesan dengan berbagai macam cara yang sebagiannya berbeda dengan sebagian yang lain, dalam menjelaskan segi penunjukan terhadap keadaan makna tersebut. Ilmu Balaghah secara bertahap mengajarkan kita bagaimana mengungkapkan ide secara teratur dan efektif. Setelah memahami Ilmu Ma’ani, ilmu Bayan mengajarkan kita bagaimana cara menyusun redaksi yang tepat dengan berbagai opsi penyusunan yang memungkinkan. Meskipun ide kita hanya satu, namun kita dapat mengutarakannya melalui beberapa konsep yanng diajarkan pada Ilmu Bayan.

         Selain memperhatikan aspek ide yang diatur sedemikian rupa 

agar dapat diterima oleh pendengar ceramah  atau Mukhattab 

dengan baik, Ilmu Balaghah juga mencakup ilmu keindahannya yang 

disebut  Ilmu Badi’. Objek kajian dalam ilmu Badi’ yaitu upaya 

untuk memperindah bahasa, baik pada lafadz maupun makna. Adapun Ruang lingkup dalam pembahasan ilmu Badi’ yaitu Muhassinat Lafdziyyah (keindahan-keindahan lafadz) dan Muhassinat Ma’nawiyyah (keindahan-keindahan makna).

[LIVE] DUEL DENGAN DUKUN SANTET TERKEJAM DI DUNIA khayalan‼️

 

SEBAIKNYA PENCERAMAH TAHU

OLEH DR. MURA PEKANBARU RIAU

ALAMAT PALSU

     Kalau ada orang tajsim menagatakan alamat Allah SWT di atas Arasy, berarti itulah alamat palsu, karena sebelum terciptanya Arasy, Allah tidak bertempat, maka setelah terciptanya Arasy, Allah juga tidak bertempat, karena Allah memang tidak memerlukan tempat, tapi tempatlah yang memerlukan Allah. Kalau dikatakan 7 kali diulang dalam al-Quran bahwa Allah bertempat di Arasy, tidak akan membuat Allah jadi bertempat dan Istiwa’ di Aray, karena Istawa’ artinya ada 15, diantaranya “meyempurnakan,”Allah memelihara atau melindungi, atau menyempurnakan Arasy. Ilmu yang khusus membahas tentang kalimat tasbih ini disebut ilmu bayan:

1.           Sebaiknya penceramah tahu bahwa nama orang pertama membuat sistematika Ilmu bayan pertama kali dikembangkan oleh Abu Ubaidah ibn al-Matsani (211 H). Sebagai dasar pengembangan ilmu ini, ia menulis sebuah kitab dengan judul Majaz Al-Qurán. Kemudian setelahnya muncul tokoh terkemuka dalam ilmu ini, yaitu: Abd al-Qahir al-Jurzani. Ilmu ini terus berkembang dan disempurnakan oleh para ulama berikutnya, seperti: al-Jahizh ibn Mu’taz, Quddamah, dan Abu Hilal al-Askari (Zaenuddin dan Nurbayan, 2007:16). Dikutip dari Aditiya Abdrrahman, bahwa tasybih itu ada lagi pembagiannya:

 

2.      1. Tasybih (التشبيه)

Tasbih merupakan salah satu bidang kajian dalam ilmu bayan. Adapun tasybih menurut bahasa bermakna tamtsil yang artinya ‘perumpamaan’ atau ‘penyerupaan’. Tasybih juga merupakan penjelasan bahwa suatu hal atau beberapa hal memiliki kesamaan sifat dengan hal lain. Adapun tasybin menurut ahli ilmu bayan adalah suatu istilah yang di dalamnya terdapat pengertian penyerupaan atau perserikatan antara dua perkara (musyabbah dan musyabbah bih), perserikatan tersebut terjadi pada suatu makna (wajhu syibah) dan dengan menggunakan sebuah alat (adat tasybih) (Zaenuddin dan Nurbayan, 2007:21).

3.      2.  Rukun Tasybih (أركان التشبيه)

Musyabbah (المشبه) , yaitu sesuatu yang hendak diserupakan. Musyabbah bih (المشبه به) , yaitu sesuatu yang diserupai. Kedua unsur ini dinamakan thorfay tashbih (طرفي التشبيه) (kedua pihak yang diserupakan).Wajhu syibbah (وجه الشبه) , yaitu sifat yang terdapat pada kedua pihak itu.Adat tasybih(أداة التشبيه) , yaitu huruf atau kata yang digunakan untuk menyatakan penyerupaan.رُبَّ لَيْلٍ كَأَنَّهُ الصُّبْهُ فِي الْحُسْنِ وَ إِنْ كَانَ أَسْوَدَ الطَّيْلَسَانِ “Sering kali malam itu indah bagaikan pagi meskipun sehitam toga.” أَنْتَ كَالْبَحْرِ فِي السَّمَاحَةِ وَ الشَّمْسِ عُلُوًّا وَ الْبَدْرِ فِي الْإشْرَاقِ “Kelapanganmu bagaikan lautan, ketinggianmu bagaikan matahari, dan cahaya roman mukamu bagaikan bulan.” الْعُمْرُ مِثْلُ الضَّيْفِ أَوْ كَالطَّيْفِ لَيْسَ لَهُ إِقَامَه “Umur itu bagaikan tamu atau mimpi, tidak memiliki kepastian.”

 

No.         Musyabbhah     Musyabbah bih Adat tasybih       Wajhu syibhah

1              Malam itu            Pagi        Ka anna                Keindahan

2              Kamu    Lautan, matahari, bulan.               Ka           Kelapangan, ketinggian, cahaya.

3              Umur    Tamu atau mimpi             Mitslu, ka            Tidak memiliki kepastian

Jenis-jenis Tasybih

Dilihat dari segi ada atau tidak adanya adat tashbih.

Tashbih mursal adalah tasybih yang disebut adat tasybihnya.

 Contoh:

أَنَا كَالْمَاءِ إِنْ رَضِيْتُ صَفَاءً وَ اِذَا مَا سَخِطْتُ كُنْتُ لَهِيْبًا

“Bila aku rela, maka aku setenang air yang jernih; dan bila aku marah, maka aku sepanas api menyala.”

Tasybih Mu’akkad adalah tasybih yang dibuang adat tasybihnya.

Contoh:

1.       الْجَوَادُ فِي السُّرْعَةِ بَرْقٌ خَاطِفٌ

 “Kecepatan kuda balap itu bagaikan kilat yang menyambar.”

2.       أَنْتَ نَجْمٌ فِي رِفْعَةٍ وَضِيَاءٍ تَجْتَلِيْكَ الْعُيُوْنُ شَرْقًا وَ غَرْبًا 

“Kedudukanmu yang tinggi dan kemasyuranmu bagaikan bintang yang tinggi lagi bercahaya. Semua mata, baik di belahan timur maupun barat, menatap ke arahmu.”

Dilihat dari ada atau tidak adanya wajhu sibh.

Tasybih Mufashshal adalah tasybih yang disebut wajhu sibhnya.

Contoh:

 

1.       سِرْنَا فِي لَيْلٍ بَهِيْمٍ كَأَنَّهُ الْبَحْرُ ظَلَامًا وَ إِرْهَابًا 

“Aku berjalan pada suatu malam yang gelap dan menakutkan, bagaikan berjalan di tengah laut.” Tasybih mujmal adalah tasybih yang dibuang wajhu sibhnya.

Contoh:

a.       فَكَأَنَّ لَذَّةَ صَوْتِهِ وَ دَبِيْبَهَا سِنَّةٌ تَمَشَّى فِي مَفَاصِلِ نُعَّسِ 

“Maka kemerduan suaranya yang mengalun itu sungguh bagaikan kantuk yang merayap ke seluruh persendian orang yang mengantuk.”

b.      وَ كَأَنَّ الشَّمْسَ الْمُنِيْرَةَ دِيْنَارٌ رَجَلَتْهُ حَدَائِدُ الضَّرَّابِ 

“Matahari yang bersinar itu sungguh bagaikan dinar yang tampak kuning cemerlang berkat tempaan besi cetakannya.”

 

"Y3SUS MENGH4K1M1" Siapa yang memerintahkan engkau menyembahku?

TIGA UMKRIS KEPANASAN KARENA DI SYURGA MEREKA TIDAK ADA BIDADARI

IGUN, GUNAWAN PESTA PERNIKAHAN DI DESA WISATA DANAU TELUK PETAI.INDAH,

Anti Kekristenan Merebak di Perancis...!! Ada Apa Ini...?? || Full Version

DESKRIMINASI KULIT HITAM, OLEH RAS KULIT PUTIH DI AMERIKA, KAJIAN DR.HM....

DESKRIMINASI KULIT HITAM, OLEH RAS KULIT PUTIH DI AMERIKA, KAJIAN DR.HM....

DESKRIMINASI KULIT HITAM, OLEH RAS KULIT PUTIH DI AMERIKA, KAJIAN DR.HM....

VIRALKAN...Prof.SALIM SAID B0NGK4R KERJASAMA PDIP & K0M0N!S UNTUK M3NGH4...

DI TELUK PETAI DESA WISATA,EH ADA ACARA PERKAWIAN YANG MERIAH

DI TELUK PETAI DESA WISATA,EH ADA ACARA PERKAWIAN YANG MERIAH

Achmad Kunjungi Pasar Teluk Petai Kab. Kampar

Petuah Melayu Millenial//Sajak "PELABUHAN....."//DANAU TELUK PETAI Buluh...

Y3SUS MENGAJARKAN Q.S MARYAM 71_72

Sunday, August 30, 2020

Mendatangi Dukun Teluh

Pdt Lamsen Naibaho Kena SKAK MATT Ust. Zulkifli M Abbas / TERNYATA KRIST...

SERU!! T3RBONGK4R Y3S*S TIDAK DI S4L!B B3RDASARK4N #INJ!L


MARI MENAMBAH KOSA KATA BAHASA 

INGGERIS DALAM INJIL

Catatan Dr.Mura Pekanbaru Riau Indonesia

AYAT-AYAT BIBEL  DALAM  

KAJIAN MUSLIM

Come now, let me sleep with you.”Kemarilah, aku ingin tidur bersamamu. Ua loas ma ahu ro tu ho

 

Genesis 38:16-17

New International Version

16 Not realizing that she was his daughter-in-law, he went over to her by the roadside and said, 

Come now, let me sleep with you.”

“And what will you give me to sleep with you?” she asked.

17 “I’ll send you a young goat from my flock,” he said.

“Will you give me something as a pledge until you send it?” she asked.

1.       Kejadian 38:16

 

 Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: "Marilah, aku mau meniduri engkau, b " sebab ia tidak tahu, c  bahwa perempuan itu menantunya. d  Tanya perempuan itu: "Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku? e "

 

 38:17 Jawabnya: "Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing f  dari kambing dombaku." Kata perempuan itu: "Asal engkau memberikan tanggungannya, g  sampai engkau mengirimkannya kepadaku."


INJIL BATAK TOBA

38:15 Jadi dung diida si Juda ibana, diambang ma boruboru sibabijalang ibana, ai disaongsaongi do bohina.
38:16 Dung i didapothon si Juda ma boruboru i tu pinggol ni dalan i, ninna ma: Ua loas ma ahu ro tu ho, ai ndang diboto parumaenna hape nasida. Jadi ninna nasida ma: Aha ma ugasanmu lehononmu tu ahu, asa ro ho tu ahu?


I MUSA 38 :  17

38:17 Jadi ninna ibana ma: Hutongos pe di ho sada hambing tunggal sian pagaran. Antong lehon ma tu on sindorna, paima ditongos ho, ninna nasida.

 

AKAL-AKALAN ABUNAWAS YANG AKURAT, DALAM KULIAH DR.HM.RAKIB JAMARI,S.H.,M...

MUNTAH DARAH AKIBAT SANTET II HAMPIR MATI !!!!

Thursday, August 27, 2020

[LIVE] DUEL LAWAN TIGA DUKUN SANTET BERILMU TINGGI‼️

 

DEPAN DAN BELAKANG NABI 

ADA DINDING

 PENYELAMAT DARI PANDANGAN MUSUH

 

Catatan kecil Dr.Mura Tentang Hijrah

Quran Surat Yasin Ayat 9

 

 وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

 

Arab-Latin: Wa ja'alnā mim baini aidīhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lā yubṣirụn Terjemah Arti: Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

        Tafsir Quran Surat Yasin Ayat 9 9. Kami menjadikan penghalang dari kebenaran di depan mereka, penghalang dari belakang mereka, Kami menutup penglihatan mereka dari kebenaran sehingga mereka tidak melihat kebenaran dengan penglihatan yang membuat mereka bisa mengambil manfaat darinya. Hal itu terjadi pada mereka sesudah mereka menentang dan tetap bersikukuh di atas kekufuran. Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

       Dan Kami menjadikan dinding penghalang di depan orang-orang kafir dan juga di belakang mereka, sehingga mereka seperti orang yang dihalang-halangi jalannya dari depan kedua matanya dan dibelakangnya. Lalu Kami membutakan penglihatan mereka disebabkan oleh kekafiran dan kesombongan mereka. Mereka tidak melihat jalan lurus dan tidak mendapatkan petunjuk kepadanya.

    Siapa pun yang berpaling dari dakwah Islam dan menentangnya, maka dia layak mendapatkan azab ini. Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia 9. Dan Kami membuat penghalang di depan dan belakang mereka yang mengepung mereka dari segala sisi, sehingga mereka terhalang dari cahaya petunjuk; oleh sebab itu mereka tidak menerima kebenaran dan tidak berhenti dari kesesatan, namun mereka tetap terkepung di antara penghalang itu, sekaligus mendapat menutup

 

         Suatu yang menutupi dan membutakan mata mereka. Mereka tersandera dalam gelapnya kekafiran dan hawa nafsu, dan terhalang dari keimanan dan petunjuk. Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah 9.

 وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا

 

(Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding) Yakni Kami halangi mereka dari keimanan dengan berbagai penghalang, sehingga mereka tidak dapat keluar dari kekafiran menuju keimanan, seperti orang yang dihalangi oleh dinding di depan dan belangkangnya. Dan penghalang-penghalang ini tidak lain adalah karena keangkuhan, keengganan mereka untuk menerima dan mentaati kebenaran.

 SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW 

          WAFAT KENA VIRUS

Catatan Kecil Dr.Mura Riau

Dikutip dari tulisan ustadz Usman Siregar, bahwa para sahabat Nabi yang mulia juga ada yang wafat disebabkan virus wabah penyakit dan mendapat keutamaan mati syahid.


       Pada tahun 16 Hijriyah atau 640 Masehi, negeri Syam pernah diserang wabah virus Tho'un. Wabah Tho'un yang menyerang wilayah Damaskus ini terjadi di masa kekhalifahan Umar bin Khatthab radhiallahu 'anhu (RA). Dalam musibah ini sebanyak 25 ribu orang wafat termasuk sahabat-sahabat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) yang mulia.

    Mereka adalah 1. Abu Ubaidah ibnu Al-Jarrah, 2. Muadz bin Jabal, 3.Yazid bin Abi Sufyan, 4.Suhail bin Amr, 5. Abu Jandal bin Suhail, 6. Dhoror bin al Azwar, dan lainnya. Sahabat-sahabat mulia ini adalah penghuni surga sebagaimana dikabarkan Rasulullah SAW.

Mu'adz bin Jabal
Mu'adz memiliki julukan "Abu Abdurahman". Beliau lahir di Madinah dan memeluk Islam pada usia 18 tahun. Fisiknya gagah, berkulit putih, berbadan tinggi, berambut pendek dan ikal. Beliau adalah sahabat Nabi yang termasuk orang pertama masuk Islam (As-Sabiqun Al-Awwalun).

Abu Ubaidah bin Al-Jarrah
Abu Ubaidah bin Al-Jarrah adalah muhajirin dari kaum Quraisy Makkah yang juga paling awal memeluk agama Islam. Beliau ikut berhijrah ke Habasyah (Ethiopia) dan hijrah ke Madinah. Beliau mengikuti setiap pertempuran membela Islam. Setelah terpilihnya Abu Bakar sebagai Khalifah, beliau ditunjuk menjadi panglima perang memimpin pasukan muslim melawan Romawi.

Suhail bin Amr
Suhail bin Amr penah menjadi tawanan kaum kuslimin saat perang Badar. Umar bin Khattab pernah berkata: "Wahai Rasulullah, biarkan saya mencabut gigi seri Suhail bin Amr agar ia tidak dapat berpidato mencela dirimu lagi setelah ini.". Lalu Nabi SAW bersabda, "Jangan wahai Umar, aku tidak akan merusak tubuh seseorang karena nanti Allah akan merusak tubuhku walaupun aku ini seorang Nabi."
Kemudian Rasulullah menarik Umar ke dekatnya lalu bersabda: "Wahai Umar, mudah-mudahan besok pendirian Suhail akan berubah menjadi seperti yang kamu sukai." Perkataan Nabi ini ternyata benar. Ketika Suhail masuk Islam pada hari pembebasan Mekkah,

Dahsyatnya Wabah Tho'un
   Dalam shahih Imam Muslim menjelaskan gambaran tentang wabah Tho'un yang menyebabkan puluhan ribu orang meninggal dunia. Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Maslamah (Abdurrahman Al-Haritsy) dimana Rasulullah SAW pernah bersabda: "Wabah Tho'un adalah suatu ayat, tanda kekuasaan Allah 'Azza wa Jalla yang sangat menyakitkan, yang ditimpakan kepada orang-orang dari hambaNya. Jika kalian mendengar berita dengan adanya wabah Tho'un, maka jangan sekali-kali memasuki daerahnya. Jika Tho'un telah terjadi pada suatu daerah dan kalian disana, maka janganlah kalian keluar darinya." (HR Muslim)

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:


عن حفصة حَفْصَةُ بِنْتُ سِيرِينَ قَالَتْ قَالَ لِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَحْيَى بِمَ مَاتَ قُلْتُ مِنْ الطَّاعُونِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ


Dari Hafshah Binti Sirin, ia berkata, "Anas bin Malik telah berkata kepadaku, "Apa penyebab kematian Yahya Bin Abi 'Amrah? Aku menjawab: "Oleh (penyakit) Tho'un", lalu ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Tho'un penyebab mati syahid bagi setiap muslim".

Terimakasih Pak Usman Siregar.

HAJAR DUKUN SANTET ( NAHI MUNGKAR ) SAMPEK KE AKAR.NYA

DI JEBAK PARA DUKUN LICIK!!!

[LIVE]DATANGI DUKUN SANTET PALING SAKTI DI DUNIA

MUSTAHIL ALLAH MENJADI IBLIS, TERIMAKASIH PAK ZUL, LOGIKANYA MANTAP, SAL...

 

 MUSTAHIL ALLAH BISA MENJADI IBLIS

Catatan Kecil Dr.Mura  Pekanbaru Riau.

       Walaupun Allah berkuasa untuk menjadi apa saja, tetapi kemahakekuasaan-Nya membatasi dirinya untuk menjadi ketidakmahakekuasaan. Mustahil Allah menghina dirinya sendiri dengan menjadi Iblis, atau menjadi manusia yang mahalemah. Sifat mustahil Allah adalah semua sifat lemah sifat yang tidak mungkin dimiliki Allah SWT. Nah untuk lebih jelasnya berikut sifat mustahil Allah.

Kitab Injil menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimatullah yang datang ke dunia dalam wujud-Nya sebagai manusia. Dia datang melalui proses dilahirkan oleh seorang wanita yang masih perawan bernama Maryam, Mustahil Tuhan dilahirkan.

       Jika hal itu benar, mengapa Isa Al-Masih baru lahir setelah dunia diciptakan? Tidak salah kita bertanya demikian, bila kita belum tahu siapa Isa Al-Masih. Demikian juga anak-anak  yang masih berumur 6 tahun, menanyakan hal yang sama.

Mari kita perhatikan firman Allah berikut ini: “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”hanya Allah bukan Nabi Isa (Kitab, Nabi Besar Yesaya 9:5).

       Jelas dalam ayat di atas, Isa Al-Masih dinyatakan sebagai  yang perkasa atas izin Allah, Bapa yang kekal. Artinya utusan Allah yang kekal, Allah  sudah ada sebelum kelahiran-nya. Memang ummat Islam berpikir “Allah Mustahil menjadi manusia”. Tetapi itulah yang dilakukan-Nya. Sesungguhnya bagi Allah tidak ada yang Mustahil!, kecuali sifat-sifat yang bertentangan dengan kemuliaan-Nya.

Al-Quran – Kalimatullah Lahir ke Dunia

       Ketika membaca Al-Quran, kami juga menemukan pernyataan dari Al-Quran, yang menyebutkan Isa Al-Masih adalah Kalimatullah. “ Ingatlah, ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45). Nabi Muhammad, tercinta di dunia dan akhirat, Nabi Ibrahim, terdekat dengan Allah di dunia dan akhirat.

Kekekalan : “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14).

Jadi, sebelum datang ke dunia melalui proses kelahiran, Isa Al-Masih adalah berdasarkan perintah Allah atau Kalimatullah atau Firman Allah.

Kalimat Allah, Isa Al-Masih Sungguh ciptaan Allah dan sama dengan Manusia Dam, asalnya dari tanah.

Bukankah Isa Al-Masih adalah manusia? Benar! Dia adalah manusia karena Dia dilahirkan (Qs 19:19). Dia juga mempunyai sifat-sifat yang umumnya dimiliki oleh manusia. Dia lapar setelah berpuasa empat puluh hari empat puluh mala (Injil, Rasul Besar Matius 4:2). Dia juga merasa lelah lalu tidur di perahu (Injil, Rasul Besar Matius 8:24) dan masih banyak lagi.

 

Apakah Isa Al-Masih juga Tuhan seperti yang dipercaya orang Kristen selama ini? Iya, hal itu benar! Dia mempunyai kuasa yang hanya dipinjamkan Allah. Dia dapat memberi jaminan keselamatan di akherat atas izin Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:2), Dia disebut sebagai Pencipta alam semesta (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:3), Dia juga dapat menghidupkan orang yang sudah mati, hanya karena izin Allah. (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:43).

       Ketika di dunia, Ia menyatakan kemuliaan Allah pada beberapa kesempatan. Walaupun atas kehendak-Nya sendiri memilih untuk membatasi diri dari kegiatan-Nya dalam lingkungan manusia, namun tidak kehilangan sifat-sifat keilahian-Nya. Ia masih tetap Allah sepenuhnya, bahkan  Ia tidak akan pernah merendahkan diri-Nya, sifat-sifat lemah manusiawi dan menodai Ilahi-Nya. Mustahil Allah mengurangi kemuliaa-Nya sedikitpun.

“Yang walaupun dalam rupa yang dipilih oleh Allah, tidak ada yang bisa menganggap punya kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mustahil Allh mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mustahil mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. WALAM YAKUN LAHU KUFFUWAN AHAD. Dan MUSTAHIL Allah SWT, dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” itu adalah penghinaan total bagi diri-Nya.(Injil, Surat Filipi 2:6-8).

Sang Juruselamat hanya Allah, dan para rasul dirinkan-Nya, Sudah Datang ke Dunia

“Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku” kata Nabi Isa atas perintah Allah , sebagaimana Nabi Muhammad SAW, mengatakan “Sesungguhnya aku adalah Allah tidak ada Tuhan lain, selain aku. Maksudnya Nabi Muhammad bercerita tentang Allah atas perintah Allah SWT, (Kitab Nabi Besar Yesaya 43:11). Allah tidak pernah membiarkan dunia berada dalam kegelapan. Walaupun saat ini manusia ada di tengah kegelapan dosa dan kegagalannya, namun Allah telah memberi satu jalan keselamatan, dalam Pribadi  Nabi Muhammad SAW, Isa Al-Masih, Adam AS, dsb.

        Melalui pengorbanan- kayu salib, darah itu ajaran pagan perhatuan Yunani Romai, tumabl darah.  Tertumpah. Hal itu tidak diperlukan oleh Allah. Maka yang percaya kepada-Nya beroleh pengampunan dosa dan hidup yang kekal di akherat. “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam ajaran Islam  yang dibawa Isa al-Masih. ” (Injil, Surat Roma 8:1).

        Tuhan tidak bisa berbuat agar dirinya tidak ada (ädam), Tuhan tidak bisa membuat dirinya baru tercipta. Bukan tidak mampu, tapi bertentangan dengan sifat kesempurnaan-Nya. Kalau ada Tuhan yang membuat diri-Nya tidak berdaya, maka Dia bukan Tuhan, tapi hantu. Sifat Salbiyah atau sifat mustahil bagi Allah adalah:

1.       ‘Adam  = Tiada (bisa mati)

2.       Huduth  = Baharu (bisa di perbaharui)

3.       Fana’ = Binasa (tidak kekal/mati)

4.       Mumatsalatu lil hawaditsi = Menyerupai makhluknya

5.       Qiyamuhu Bighayrihi = Berdiri dengan yang lain

6.       Ta’addud = Berbilang – bilang (lebih dari satu)

7.       Ajzun = Lemah

8.       Karahah = Terpaksa

9.       Jahlun = Bodoh

10.   Mautun = Mati

11.   Shamamun = Tuli

12.   ‘Umyun = Buta

13.   Bukmun = Bisu

14.   Kaunuhu ‘Ajizan = Zat yang lemah

15.   Kaunuhu Karihan = Zat yang terpaksa

16.   Kaunuhu Jahilan = Zat yang bodoh

17.   Kaunuhu Mayyitan = Zat yang mati

18.   Kaunuhu Asshama = Zat yang tuli

19.   Kaunuhu ‘Ama = Zat yang buta

20.   Kaunuhu Abkama = Zat yang bisu

Demikian, penjelasan mengenai sifat wajib dan mustahil Allah, semoga bisa menambah ilmu ketauhidan dan semakin mengenal tentang sifat wajib dan mustahil Allah. Semoga bermanfaat!

 

MENJEBAK ULAMA DAN SANTRI

 

Catatan Kecil Dr.Mura  Pekanbaru

        Iblis itu sangat kreatif, punya ribuan ide untuk menjebak ulama, bahkan menjebak para pejabat yang dekat dengan ulama. HAL itu terjadi di setiap zaman, dengan gaya berbeda, tempat yang berbeda pula, tapi idenya sama. Semua orang dibuatnya terngaga, terkejut beruk. 

       Walaupun yang melakukannya orang yang bragama juga, tapi sudah terpengaruh oleh akal zindiq. Demikian ini termasuk perbuatan zindiq, karena termasuk melecehkan agama Allah. Demikian pula mengolok-olok orang shalih, orang yang menjalankan Sunnah Nabi. Allah telah menggolongkan pelecehan terhadap orang-orang yang beriman sebagai pelecehan terhadapNya. Dalam surat At Taubah, Allah berfirman:

 

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ

 

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” [at-Taubah/9 : 65].

 

      Ayat ini turun berkenaan dengan perkataan orang-orang munafik terhadap para qari’ “Belum pernah kami melihat orang seperti para qari’ kita ini, mereka hanyalah orang-orang yang paling rakus makannya, paling dusta perkataannya dan paling penakut di medan perang.” Maka Allah menurunkan ayat tersebut. Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdil Wahhab mengatakan: “Ayat ini berisi penjelasan, bahwa seseorang bisa jatuh ke kufur karena perkataan yang diucapkannya, atau karena perbuatan yang dilakukannya.” Kemudian beliau melanjutkan:

 

        “Termasuk dalam bab ini, yaitu mengolok-olok Perda Syari’ah dan ilmu syar’i dan Ahli Ilmu, dan tidak menghormati mereka karena ilmu yang mereka miliki.” Dalam Fatwa Lajnah Daimah disebutkan:

1.       “Mencela Islam, 2. mengolok-olok Al Qur’an dan As Sunnah, 3. serta mengolok-olok orang-orang yang berpegang teguh dengannya karena ajaran agama yang mereka amalkan, seperti memelihara jenggot dan berhijab bagi wanita muslimah, maka perbuatan seperti itu termasuk kufur, bila dilakukan oleh seorang mukallaf ((orang baligh yang berakal sehat) dan harus dijelaskan kepadanya, bahwa perbuatan itu kufur.

2.       Jika ia tetap melakukannya setelah mengetahuinya, maka ia bisa jatuh kafir, karena Allah Azza wa Jalla mengatakan:

 

 قُلْ أَبِاللهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ

Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. [at-Taubah/9 : 65]. Ibnu Nujaim menyatakan,

3.       Mengolok-olok ilmu dan ulama adalah kufur.” Mala Ali Al Qari, ketika menjelaskan tentang orang yang melecehkan ulama dengan sindiran “Betapa buruk penampilannya, memotong kumis dan melipat sorban di bawah dagu” (maka) beliau mengatakan,”Perkataan itu termasuk kufur, karena isinya melecehkan ulama. Yang sama artinya melecehkan para nabi.

  

SALAH PAHAM MAKSUD ALLAH 

MAHATINGGI


Unknown

1.       ADA di antara mereka, berpaham tajsim, itu kurang paham ungkapan bahasa Arab kali ya..tentang makna Mahatinggi di Arasy, padahal misalnya "Pejabat tinggi" , bukan berarti pejabat yang tinggi badannya, bukan pula pejabat yang ada ditempat tinggi.

 tp mereka, teman-teman berpaham tajsim, nggak paham ungkapan ini, atau duduk, menduduki misalnya, bisa berarti menguasai , misalnya P. Diponegoro menduduki benteng madang, di Kediri,, itu bukan berarti P. Diponegoro diam dan nongkrong dibenteng itu kan ?

2.       Syi’ah dan kelompok teman-teman yang mujassimah (Khawarij di Indonesia atau yg mengaku sebagai manhaj terdekat dengan Nabi) jangan sampai termakan aqidah produk yahudi utk menghancurkan Islam dari dalam. Telah banyak yang mengetahui kalau  kelompok teman-teman ku itu memakai cita rasa kelezatan hidangan dari sekte yahudi.

https://www.dutaislam.com/2016/10/sejarawan-ini-sebut-musabbihah dan tajsim-bagian-dari-sekte-Yahudi

Sejarawan Yahudi bernama Ishaq bin Zafi Dalam buku Ensiklopedia Sekte-Sekte Yahudi, ia menulis bahwa paham tajsim dan tasbih adalah salah satu sekte Yahudi..

ونشر اسحاق بن زفي الرئيس السابق للدولة اليهودية المغتصبة لفلسطين كتابا عن الدونمة بالعبرية وترجمه للانكليزية اليهودي اسحاق عبادي واصدرته دار النشر اليهودية في امريكا عام 57 واعيد طبعه مرة ثانية عام 1961

يقول : هناك طوائف دينية لاتزال تعتبر نفسها جزءا من بني اسرائيل واعضاء هذه الطوائف -- رغم اختلاف اسلوبهم عن مجموعة الشعب اليهودي -- استمروا على اقامة شعائر الدين اليهودي ومن هؤلاء طائفة السامريين ومنهم طائفة هامة اخرى هي طائفة الوهابية وهي مسلمة في الظاهر الا انها تقيم سرا الشعائر اليهودية

"Ishaq ibn Zafi (Yitzhak Ben Zvi), mantan presiden Negara Yahudi, penjajah Palestina, menerbitkan sebuah buku tentang Dunamah (salah satu Sekte Yahudi) dalam Bahasa Ibrani, lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh seorang berkebangsaan Yahudi bernama Yitzhak Abade. Buku terjemah ini diterbitkan Penerbit Yahudi di Amerika thn 1957. dicetak ulang thn 1961.

 

INDAHNYA BEDA PENDAPAT YANG SEJUK

Dikutip dari seorang pembaca yang berkomentar No name

Alangkah sejuknya beda pendapat yang tipis:

1. Bagaimana syaikh Shaleh al-Fauzan yang di awal buku pertamanya, mengakui ISTAWA dengan makna JALASA (DUDUK), tapi di kitabnya yang lain  justru dia mengatakan memaknai ISTIWA dengan JULUS (DUDUK) adalah BATHIL. Subhanallah, bagaimana bisa saja,satu aliran pemahaman saling kontradiksi dari satu orang saja, beda buku ? apakah syaikh ibn Fauzan ini ketika berfatwa atau berpendapat tidak berpikir secara jernih? Lain lagi para pengikut syaikh Shaleh al-Fauzan ini dibuat susah memahami akidahnya.

 

2. Di sisi lain, ada ulama yang juga menyatakn bahwa hadits yang menunjukkan Allah JALASA / DUDUK di Arsy adalah maudhu' / palsu dan kedsutaan atas nama Nabi Saw. Yaitu syaik Albani seorang syaikh yang diklaim ahli hadits zaman skrg (padahal setelah diteliti banyak sekali mufradat / kosakata yang diartikan salah oleh Albani dalam bebrapa kitabnya ketika mengartikan sebuah isim yang gharib, suatu saat perlu tuntas membahasnya). Perhatikan pendapat Albani berikut :

 

" Yang jelas, dalam matannya dari kemungkaran yang ada, yaitu menisbatkan JULUS / DUDUK kepada Allah....Matan hadits itu mengandung KEPALSUAN ". (Maushu'ah al-Allamah al-Imam Mujaddid al-Ashr: Albani : 343).

 

        Perhatikan dan lihat ulama saling bertolak belakang yang ringan dan tipis, dalam masalah akidah yang merupakan pondasi Islam dan amal ! Apakah AKIDAH ISLAM itu kontradiksi yang ringan dan tipis saja, pemabacalah yang harus bijak, bergurulah kepada banyak ulama. Mana yang benar, kenapa terjadi  sedikit variasi kontradiksi ringan di kalangan ulama dalam masalah akidah ?

 SEJARAH PERBANDINGAN AQIDAH

Catatan Kecil  Dr.Mura 

Muballihg Pekanbaru Riau.

Sejarawan Yahudi bernama Ishaq bin Zafi Dalam buku Ensiklopedia Sekte-Sekte Yahudi, ia menulis bahwa paham tajsim dan tasbih adalah salah satu sekte Yahudi..

ونشر اسحاق بن زفي الرئيس السابق للدولة اليهودية المغتصبة لفلسطين كتابا عن الدونمة بالعبرية وترجمه للانكليزية اليهودي اسحاق عبادي واصدرته دار النشر اليهودية في امريكا عام 57 واعيد طبعه مرة ثانية عام 1961

يقول : هناك طوائف دينية لاتزال تعتبر نفسها جزءا من بني اسرائيل واعضاء هذه الطوائف -- رغم اختلاف اسلوبهم عن مجموعة الشعب اليهودي -- استمروا على اقامة شعائر الدين اليهودي ومن هؤلاء طائفة السامريين ومنهم طائفة هامة اخرى هي طائفة الوهابية وهي مسلمة في الظاهر الا انها تقيم سرا الشعائر اليهودية

"Ishaq ibn Zafi (Yitzhak Ben Zvi), mantan presiden Negara Yahudi, penjajah Palestina, menerbitkan sebuah buku tentang Dunamah (salah satu Sekte Yahudi) dalam Bahasa Ibrani, lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh seorang berkebangsaan Yahudi bernama Yitzhak Abade. Buku terjemah ini diterbitkan Penerbit Yahudi di Amerika thn 1957. dicetak ulang thn 1961. Yitzhak Ben Zvi berkata:

Terdapat beberapa kelompok keagamaan yang senantiasa menganggap diri mereka bagian dari Bani Israel, meski ada perbedaan tradisi dengan Bangsa Yahudi mainstream, mereka secara terus menerus mempraktikkan syiar-syiar Agama Yahudi. Di antara kelompok2 itu adalah -Samiriyyun. Dan di antara mereka ada sebuah kelompok penting lain, yaitu Tasbih dan tajsim. Kelompok ini secara lahiriah muslim, tapi secara sembunyi2 mempraktekkan ritual-Yahudi."

 ISTIWA BANYAK ARTINYA, ANTARA LAIN "MENYEMPURNAKAN"

Catatan Kecil Dr.Mura Muballig Riau.

Sebenarnya dan sesungguhnya istiwa itu maknanya bukan bersemayam:


وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَى ءَاتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا


“Dan setelah Musa cukup umur dan telah Istiwa` (sempurna akalnya), Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan”.” (QS. Al-Qoshosh : 14)

di dalam ayat di atas istiwa' berati SEMPURNA:

yang menjadi perdebatan adalah masalah ISTIWA dan 'ARSY.... padahal semua telah jelas artinya dan tidak perlu untuk ditakwil artinya....

masalah ARSY: maknanya adalah atap berbentuk kubah, dia merupakan kubah alam semesta.

كُنْتُ أَسْمَعُ قِرَاءَةَ رَسُوْلِ الله عَلَى عَرْشِيْ

aku telah mendengar bacaan Rasululloh dari arsy yaitu atap rumahku,

إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ اْلأَمْرَ مَامِن شَفِيعٍ إِلاَّ مِن بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلاَ تَذَكَّرُونَ


Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian DIA istiwa (sempurnakan) di atas (langit dan bumi dengan) 'Arsy (kubah alam semesta). tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at.Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (QS. 32:4)

Komentar Facebook