Friday, December 4, 2015

CATATAN M.RAKIB TENTANG MANUSIA BERKARAKTER BINATANG

SAYA DIGANTIKAN LAGI .2 (M.Rakib Jamari,S.H.,)
Penggantian yang  saya yang sudah ditetapkan, lalu yang dapat justru yang lain,  dirasakan merugikan  terjadi hanya karena moral yang dangkal dan ketetapan hukum , aturan  yang kurang jelas. Coba simak kalimat bahasa Latin yang pertama saya  sering dengar
Ubi Societas Ibi Ius” artinya“ Where There Is Society, There Is Law ” , ungkapan yangtercatat pertama kali diperkenalkan oleh Marcus Tullius Cicero (106-43 SM), seorang filsuf,ahli hukum, dan ahli politik kelahiran Roma. Dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum diterjemahkan sebagai,”dimana ada masyarakat, disitu ada hukum”.


        Sebagai    manusia  awam yang kuat rasa ingin tahunya, rasanya sungguh luar biasa bisa mengucapkan kalimat dalam bahasaLatin dan mengerti terjemahannya.Adagium ini mengungkapkan konsep filosofi Cicero yang menyatakan bahwa hukum tidakdapat dipisahkan dari masyarakat. Kedamaian dan keadilan dari masyarakat hanya bisadicapai apabila tatanan hukum telah terbukti mendatangkan keadilan dan dapat berfungsidengan efektif.Kalimat dalam bahasa Latin kedua yang bunyinya tidak kalah dasyatnya adalah
 ,”Homo Homini Lupus” artinya“man is a wolf to man”,manusia itu serigala bagi manusia lain. Kalimatini sesungguhnya merupakan penggalan dari drama Plautus, dimana salah satu karakternyamengatakan ,” lupus est homo homini, non homo, quom qualis sit non novit, "One man to another is a wolf, not a man, when he doesn't know what sort he is
: manusia adalah serigala bagi manusia lainnya, apabila tidak mengenali siapa manusia tersebut”.
 Kalimat ini dipopulerkan oleh Thomas Hobbes dalam tulisannya yang dipublikasikan padatahun 1651,


De Cive,Philosophical Rudiments Concerning Government and Society atau  ADissertation Concerning Man . Di awal tulisannya, Thomas Hobbes menulis,
Man to Man is an arrant Wolfe ” : manusia adalah benar-benar serigala pada manusia lainnya. Thomas  Hobbes menggambarkan bahwa demi mencapai tujuan yang diinginkan, manusia mampuuntuk melakukan kejahatan pada sesamanya dalam bersaing, bertempur memperebutkansesuatu.
Bellum omnium contra omnes” atau "the war of all against all” : perang semuamelawan semua.Walaupun manusia saling bersaing dalam memperebutkan kekuasaan, namun pada akhirnyamanusia selalu mengikatkan diri dengan manusia lainnya, karena manusia adalah makhluksosial, atau Homo Homini Socius.Sebagai makhluk sosial, manusia saling membutuhkanbantuan sesama manusia, ada kebutuhan untuk hidup bersama sampai pada akhirnyaterbentuklah kelompok masyarakat.



             Di bawah ini saya sampaikan beberapa macam sifat dan sikap seorang manusia yang ada kaitannya dengan sifat seorang makhluk Allah yang derajatnya lebih rendah dari pada kita dan tidak berakal, yakni hewan. Bukannya menghina manusia sama sifatnya seperti hewan, namun agar menjadi pelajaran bagi kita agar bisa mengubah perilaku dan sikap kita agar tidak disebut-sebut sama seperti binatang.


Anjing : anjing adalah salah satu hewan najis menurut Al Qur’an. Yang apabila kita memeliharanya, maka tiada seorang malaikat pun yang mau datang dan mendo’akan tempat tinggal kita. Orang yang memiliki sifat seperti anjing adalah orang yang semasa hidupnya tidak bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Malah ia lebih dekat kepada hal-hal yang buruk alias kebodohan. Anjing pada umumnya, apabila diberi seiris daging segar dan seiris daging busuk, maka ia lebih memilih daging busuk ketimbang daging segar sambil lidahnya terjulur ke depan. Begitu pula manusia. Apabila ia diberi pelajaran baik, maka ia pasti segera melupakannya atau bahkan sama sekali tidak di masukkan ke otak. Namun apabila ada kejadian buruk, pasti ia segera menirunya dan mempelajarinya lebih lanjut.
Tikus : mempunyai sifat perusak yang ulung. Rasul pernah bersabda bahwasannya tikus adalah hewan najis pengganggu, yang sukanya merusak perabotan-perabotan rumah dan tanaman. Apabila kita memiliki pakaian di dalam lemari, ataupun peralatan-peralatan dapur yang kita simpan di lemari, maka tikus pun akan mencarinya dan merusaknya lalu segera menghilang tanpa diketahui oleh sesorang. Sama seperti orang yang suka mengumbar nafsu duniawi yakni tukang korup dan lain-lain yang suka merusak akhlak dan kebenaran lalu segera menghilang dan bersembunyi tanpa kita ketahui.
Ular : Ular adalah hewan yang wajib dibunuh hukumya di dalam Al Qur’an. Ular adalah hewan yang sangat hina. Apabila kita bertingkah seperti ular, yang suka membelit dan menyiramkan bisa itu, maka kita termasuk orang-orang yang merugi. Sama seperti renternir yang suka membelit nasabahnya dengan bunga-bunga yang terlalu tinggi. Sehingga menimbulkan riba yang sering tidak kita sadari telah banyak di kehidupan sekarang. Selain itu ular bagaikan tukang gosip yang suka menyemprotkan aib seseorang hingga ke mana-mana. Tidak peduli waktu dan tempat, seorang penggosip biasanya asyik bergosip ria hingga menimbulkan kejengkelan-kejengkalan yang berujung pada perselisihan.
Na’udzubillahhimindhallik….

Itulah seklumit dari sekian banyak contoh hewan yang tidak berakal namun bisa menjadi pelajaran bagi kita bahwa tingkah laku kita selama berada di dunia fana ini ada benarnya mirip sekali dengan tingkah ketiga hewan dari beratus-ratus hewan di atas. Jadi hendaknya kita mawas diri, jauhkan diri kita dari kebaikan yang dibenci Allah tetapi disukai setan dan dekatkan diri kita kepada sesuatu yang dibenci setan dan disukai oleh Allah SWT.

No comments:

Post a Comment

Komentar Facebook