Thursday, August 15, 2013

Cerita Dewasa...“LA TAQROBU ZINA”


                         Cerita Dewasa

“ ISTRIKU MENUTUP JENDELA SENDIRI”

“LA  TAQROBU   ZINA”

Wati dan Iwan ntah kenapa kemalaman dan menginap di sebuah hotel kecil. Sebenarnya Iwan ingin memesan 2 kamar tetapi karena hanya tersisa 1 kamar ia meminta pendapat Wati. Karena memang sudah sangat lelah Wati setuju untuk sekamar dengan Iwan yang orangnya  alim sekali.

Sebenarnya Wati agak “sedikit senang” dengan kondisi darurat tersebut. Karena tidak ber-ac, maka Iwan membuka jendela kamar. Masalah lainnya kamar tersebut hanya memiliki 1 ranjang berukuran tanggung dan tidak memiliki kursi panjang. Tidak mungkin bagi Wati untuk meminta Iwan tidur dilantai. Jadilah akhirnya mereka tidur seranjang.
 

Sebenarnya Wati tidak bisa tidur karena seranjang dengan Iwan. Sebagai seorang wanita jantungnya berdebar sangat kencang karena tidur seranjang dengan pria sopan yang sangat dikaguminya. Kaki mereka beberapa kali saling bersentuhan karena ranjangnya
 
memang pas-pasan.
 

Setelah setengah jam, angin malam yang masuk lewat jendela membuat Wati merasa kedinginan sehingga ia memberanikan diri bertanya kepada Iwan, ”Mas Iwan, aku kedinginan nih. Boleh nggak minta tolong jendelanya ditutup saja?”
 

Iwan tidak langsung menjawab dan Wati berpikir Iwan sudah tertidur sehingga ia mengulanginya lagi, “Mas Iwan…”
 

Kali ini Iwan langsung menjawab: “Wati, kamu kedinginan ya? Maukah kamu malam ini bertindak seperti isteri saya?”
 

Jantung Wati serasa berhenti berdetak. Pikirannya langsung guncang mendengar pertanyaan Iwan. Dengan hati-hati ia bertanya: “Maksud mas Iwan?”
 

Iwan: “Maksud saya…, jendelanya kamu tutup sendiri sonooh!”
 
Wew !!!

       Istilah dewasa menggambarkan segala organisme yang telah matang, tapi lazimnya merujuk pada manusia: orang yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi pria atau wanita dewasa. Saat ini Dewasa dapat didefinisikan dari aspek biologi yaitu sudah akil baligh, hukum sudah berusia 16 tahun ke atas atau sudah menikah, menurut Undang-undang perkawinan yaitu 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita dan karakter pribadi yaitu kematangan dan tanggung jawab. Berbagai aspek kedewasaan ini sering tidak konsisten dan kontradiktif. Seseorang dapat saja dewasa secara biologis, dan memiliki karakteristik perilaku dewasa, tapi tetap diperlakukan sebagai anak kecil jika berada di bawah umur dewasa secara hukum. Sebaliknya, seseorang dapat secara legal dianggap dewasa, tapi tidak memiliki kematangan dan tanggung jawab yang mencerminkan karakter dewasa.
    "Dewasa" kadang juga berarti "tidak dianggap cocok untuk anak-anak", terutama sebagai suatu eufimisme yang berkaitan dengan perilaku seksual, seperti hiburan dewasa, video dewasa, majalah dewasa, serta toko buku dewasa. Tetapi, pendidikan orang dewasa hanya berarti pendidikan untuk orang dewasa, dan bukan spesifik pendidikan seks.
      Menurut psikologi, dewasa adalah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.

ADA PENCOPET JADI SARJANA

NENEK SIHIR, MENYAPU HALAMAN
PUTUS KARETA, TALI CELANA
HATI-HATI, DALAM BERTEMAN,
ADA PENCOPET, JADI SARJANA

           MENCARI BENALU, KE SIALANG,
                TEMPAT ORANG, MENCARI ROTAN.
RASA MALU, JIKA HILANG,
         PERSISI SEPERTI BABI HUTAN


MENGAPA ORANG, NAIK OPLET
KARENA JALAN, SUNYI SENYAP
BAGAIMANA ORANG, TIDAK MENCOPET,
RASA MALUNYA, SUDAH LENYAP

Awas! Teror Copet

Tinggal di kota besar jadi daya tarik yang sulit ditolak bagi setiap orang. Terutama mereka yang ingin mengejar dan meraih kesuksesan dalam bentuk apapun. Surabaya, Jawa Timur, dikenal sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, juga jadi serbuan para pemimpi alias tough dreamer. Buat memenuhi kebutuhan hidup yang terus bertambah, semua orang berlomba mencari nafkah. Tak sulit tentunya bagi mereka yang bermodal pendidikan memadai dan ketrampilan. Atau mereka yang mendapat sedikit keberuntungan. Tapi bagi yang tak mampu bersaing, kota besar ibarat mimpi buruk.

Kerasnya persaingan di kota besar, membuat sebagian orang menempuh cara-cara tak halal. Mencopet salah satunya. Kejahatan jalanan yang satu ini, termasuk yang paling banyak menyumbang angka kriminalitas di kota besar. Target mereka biasanya terminal, stasiun, dan sejumlah tempat keramaian lain. Para pencopet, memanfaatkan kelengahan penumpang. Dalam angkutan umum misalnya, barang berharga maupun uang berpindah tangan dalam sekejap.

Karena itu untuk menekan angka kejahatan, sepekan silam digelar operasi tertutup di Jakarta. Sebanyak 259 orang terjaring dari berbagai tempat. Satu di antaranya pelaku kejahatan di angkutan umum seperti pencopet dan pejambret. Petugas menyita tas wanita, dompet juga ratusan telepon genggam para korban. Operasi atau razia aparat kepolisian saat ini, cukup gencar. Tapi kejahatan jalanan berusia tua seperti copet tak hilang begitu saja. Ibarat ditekan di satu sisi, timbul di sisi lain.


INI BARU  KEJUTAN
INILAH.COM, Jakarta- Para ilmuwan menciptakan dot khusus untuk orang dewasa yang dapat membantu menangani pusing dan mencegah orang menjadi pingsan karena kekurangan pasokan oksigen ke otak.

Alat itu dikenakan ke mulut mereka setiap kali merasa pusing dan dirancang untuk meningkatkan aliran darah ke otak. Ini sangat berguna bagi mereka yang sering kali mengalami pusing akibat penurunan tekanan darah begitu berdiri setelah duduk lama.

Gejala yang disebut hipotensi ortostatik atau postural ini sangat umum terjadi pada orang tua dan menyerang setidaknya satu dari 10 orang berusia 60 tahun atau lebih.

Penyebabnya adalah kurangnya pasokan darah ke kepala ketika berdiri. Gravitasi menyebabkan darah turun ke kaki dan menjauh dari otak.

Sementara gadget berbentuk dot ini berisi tabung tunggal untuk bernafas. Ini berisi jenis filter, yang membatasi jumlah udara mengalir ke dalam mulut, membuat seseorang menghisap dengan lebih keras pada tabung untuk menarik udara ke paru-paru.

Tindakan menghisap tabung menyebabkan paru-paru melebar lebih dari biasanya, dalam upaya untuk menarik lebih banyak udara dan membantu mendorong darah kembali ke jantung dan otak.

Mengomentari temuan itu, Dr Christopher Morley, konsultan ahli jantung, dan konsultan utama untuk Layanan Blackout di Bradford NHS Trust mengatakan, "Perangkat ini menyediakan cara yang mudah untuk meningkatkan aliran darah ke jantung yang mungkin sedang mengalami gejala hipotensi postural." seperti dilansir dari
 dailyhealth. [mor]
Rekomendasi Untuk Andahttp://www.inilah.com/assets/image/close-btn.png

No comments:

Post a Comment

Komentar Facebook