Thursday, May 21, 2015

Semua agama, cinta damai Sudah naluri, orang ramai.




AGAMA DAMAI
DALAM BIBEL”.
By  M.Rakib Pekanbaru Riau Indonesia. 2015
Semua agama, cinta damai

Sudah naluri, orang ramai.

Hidup rukun, saling membelai,

Bimbingan Tuhan, indah  gemulai.

Umat Yahudi selalu mengidentikan agamanya dengan kedamaian, mereka dengan sombong menjuluki agamanya dengan “agama damai”. Sebenarnya itu tidak menjadi masalah, memang setiap pemeluk agama pasti akan menjuluki agamanya dengan julukan yang muluk, tetapi kesombongan itu menjadi masalah ketika mereka mulai menjelek-jelekan agama lain (terutama Islam) sebagai agama bar-bar, Agama teroris atau agama yang kejam. Apa sebab ? Apakah karena Islam mengajarkan untuk merajam pezina Muhshon (yang pernah menikah) ? Ataukah karena Islam memerintahkan pemeluknya untuk mempertahankan agamanya dengan memerangi kaum kafir yang memerangi Islam ?
Pada kesempatan kali ini, kami ingin membuka mata mereka agar mereka mengerti bahwa segala alasan yang mereka kemukakan untuk menjuluki Islam sebagai Agama yang kejam, ternyata juga diajarkan oleh tuhan mereka dalam Alkitab.
Memerangi kaum kafir
Islam memang mengajarkan umatnya untuk memerangi kaum kafir Harbi (non islam yang memerangi Islam) tetapi sedikit sekali non muslim yang tahu bahwa disamping perintah itu, Islam juga mengajarkan umatnya untuk menjaga Kafir Dzimmi (non Islam yang berdamai dengan Islam), bahkan mewanti-wanti umatnya untuk tidak menganggu mereka.
Sekarang kita Lihat bagaimana Tuhan kaum Nasrani memerintahkan umatnya dalam menghadapi umat beragama lain.
(2 Tawarikh 15:12-13) “Setiap orang, baik anak-anak atau orang dewasa, baik laki-laki atau perempuan, yang tidak mencari TUHAN, Allah Israel, harus dihukum mati.”
Setiap orang yang berdosa harus mendapat hukuman yang setimpal. Konsekuensi ini memang tidaklah berlebihan, namun mungkinkah hal ini kita terapkan kepada anak kecil yang belum mampu berfikir secara sempurna?
Dalam Islam hak anak kecil sangatlah diperhatikan. Orang tua diharuskan untuk memenuhi segala macam kebutuhannya hingga dia beranjak dewasa, bahkan masalah perawatan dan pendidikan mereka pun menjadi bab khusus yang dibahas secara terperinci dalam literatur-literatur Islam.
Begitupun mengenai berbagai kewajiban dan hukum-hukum yang ada, Islam benar-benar memahami bagaimana keadaan mereka sehingga Islam sama sekali tidak menuntut sedikitpun tugas yang mengikat masa perkembangan mereka. Namun simak ayat di atas, semua orang yang tidak menyembah tuhan harus dibunuh bahkan anak kecil yang lemah sekalipun. Inikah ajaran kedamaian ?
Rajam bagi yang Murtad
Umat Yahudi juga menuduh kaum Muslim kejam karena menetapkan hukuman mati bagi yang murtad dari Agama Islam, sekarang kita lihat bagaimana Tuhan kaum Yahudi memerintahkan umatnya :
“Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, dengan elangkahi perjanjian-Nya,
 dan yang pergi beribadah kep`ada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu;
dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel,
maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu harus kaulempari dengan batu sampai mati. (Ulangan 17:2-5)

Lelaki atau wanita yang melakukan kejahatan dengan mengingkari perjanjian Tuhan , atau Menyembah Tuhan lain, maka harus dihukum mati.
Banyak ayat-ayat lain yang di sana Tuhan memerintahkan membunuhi kaum yang dianggap mengingkari Tuhan seperti :
  • Perintah menumpas manusia yang mempersembahkan korban kepada Tuhan lain,
“Siapa yang mempersembahkan korban kepada allah kecuali kepada TUHAN sendiri, haruslah ia ditumpas.” (Keluaran 22:20)
  • Perintah membunuhi seluruh isi kota, mulai anak kecil, lelaki,wanita bahkan hewan yang penduduk kota tersebut menyembah Tuhan lain,
Apabila di salah satu kota yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diam di sana, kaudengar orang berkata:
Ada orang-orang dursila tampil dari tengah-tengahmu, yang telah menyesatkan penduduk kota mereka dengan berkata: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak kamu kenal,
maka haruslah engkau memeriksa, menyelidiki dan menanyakan baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di tengah-tengahmu,
maka bunuhlah dengan mata pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta segala isinya dan hewannya. (Ulangan 13:12-15)
•             Perintah untuk merajam siapapun yang menjelekkan nama Tuhan,
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
“Bawalah orang yang mengutuk itu ke luar perkemahan dan semua orang yang mendengar haruslah meletakkan tangannya ke atas kepala orang itu, sesudahnya haruslah seluruh jemaah itu melontari dia dengan batu.
Engkau harus mengatakan kepada orang Israel, begini: Setiap orang yang mengutuki Allah harus menanggung kesalahannya sendiri.
Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati. (Imamat 24:13-16)
•             Hukuman mati bagi orang awam yang mendekati kemah suci,
“Apabila berangkat, Kemah Suci harus dibongkar oleh orang Lewi, dan apabila berkemah, Kemah Suci harus dipasang oleh mereka; sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati.” (Bilangan 1:51)
•             Hukuman mati bagi orang yang yang tidak mendengarkan perkataan imam
“Orang yang berlaku terlalu berani dengan tidak mendengarkan perkataan imam yang berdiri di sana sebagai pelayan TUHAN, Allahmu, ataupun perkataan hakim, maka orang itu harus mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel..” (Ulangan 17:12 )
•             Bahkan anak-cucu orang yang berbuat jahat pun diperintahkan untuk dibantai
“20Anak cucu orang yang berbuat jahat tidak akan disebut-sebut untuk selama-lamanya,21 Dirikanlah bagi anak-anaknya tempat pembantaian, oleh karena kesalahan nenek moyang mereka, supaya mereka jangan bangun dan menduduki bumi dan memenuhi dunia dengan kota-kota.”. Hukuman mati bagi yang tetap bekerja pada hari Sabtu” (Yesaya 14: 20,21)
•             mengenai hukuman mati bagi orang yang bekerja di hari sabat.
“Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati.” (Keluaran 31: 15)
•             Hukuman Rajam bagi seorang gadis yang berzina
“Tetapi jika tuduhan itu benar dan tidak didapati tanda-tanda keperawanan pada si gadis pada malam pernikahan,
 maka haruslah si gadis dibawa ke luar ke depan pintu rumah ayahnya, dan orang-orang sekotanya haruslah melempari dia dengan batu, sehingga mati–sebab dia telah menodai orang Israel dengan bersundal di rumah ayahnya. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. (Ulangan 22:20-21)
•             Perintah membunuh tukang sihir,
“Seorang ahli sihir perempuan janganlah engkau biarkan hidup”. (Keluaran 22:18)
•             Hukuman mati bagi pelaku homoseks
“Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri. “(Imamat 20:13 )
•             Hukuman mati bagi peramal
“Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.” (Imamat 20:27 )
•             Hukuman mati bagi anak yang memukul orang-tuanya
“Siapa yang memukul ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati”. (Keluaran 21:15)
•             Hukuman mati bagi anak yang menyumpahi orang-tuanya
Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati; ia telah mengutuki ayahnya atau ibunya, maka darahnya tertimpa kepadanya sendiri.. (Imamat 20:9)
•             Hukuman mati bagi orang yang berselingkuh
“Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu.”. (Imamat 20:10)
•             Ajaran Yahudi Tentang Hukuman Bakar bagi wanita yang berzina sebelum nikah
“Apabila anak perempuan seorang imam membiarkan kehormatannya dilanggar dengan bersundal, maka ia melanggar kekudusan ayahnya, dan ia harus dibakar dengan api..” (Imamat 21:9)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menunjukkan perintah untuk melakukan pembunuhan kepada pribadi-pribadi tertentu. Memang perintah dan hukuman mati yang disebutkan dalam Alkitab banyak terdapat dalam Taurat (perjanjian Lama) tetapi Yesus telah bersabda dalam Matius 5: 17-18:
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau meniadakan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi’. “.
Itu artinya tidak ada satu hukum pun dari hukum-hukum Taurat yang bertentangan dengan ajaran Yesus. Ketika Tuhan dalam perjanjian lama memerintahkan untuk membunuh pribadi-pribadi tersebut sama artinya Yesus memerintahkan untuk melakukan itu juga karena Yesus adalah Tuhan itu sendiri menurut anggapan umat Nasrani.
Sekarang kami persilahkan umat YAHUDI untuk berlaku adil. Jika Islam dianggap agama perang hanya karena memerintahkan umatnya berperang melawan musuh yang memerangi Islam, maka kami persilahkan mereka untuk menjuluki Tuhan yang menurunkan perjanjian lama dengan julukan yang sama, karena Ia memerintahkan hal yang lebih kejam yaitu membunuhi anak-anak dan bahkan hewan kaum kafir. Bukan hanya itu Dia juga memerintahkan membunuh orang tak berdosa, seperti keturunan pendosa, dan orang awam yang mendekati Kemah Kudus. Inikah Ajaran kedamaian yang mereka maksud?
Ayat-ayat serta penjabaran di atas membuktikan bahwa anggapan mereka mengenai arogansi ajaran Islam hanyalah omong kosong, jika mereka mendasarkan julukan itu hanya karena ayat-ayat yang mereka tidak tahu esensinya, maka julukan itu justru lebih pantas untuk agama mereka.

No comments:

Post a Comment

Komentar Facebook