Sunday, March 9, 2014

Bukan hanya bangsa Yahudi yang mendapatkan mukjizat




TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH

M.Rakib Ciptakarya Pekanbaru Riau Indonesia
 
         Bukan hanya bangsa Yahudi yang mendapatkan mukjizat, bahkan orang kampung-kampung di Indonesia, Malaysia atau Afrika, banyak yang mendapatkan mukjizat luar biasa, tapi tidak diangkat ke permukaan, tidak ditonjol-tonjolkan..Selain dari banngsa Yahudi banyak yang cerdas, pintar tapi tidak dipublikasikan..

         Berdoalah kepada Allah agar muncul rasa percaya diri…Pengertian Kepercayaan Diri. Dalam bahasa gaul harian, pede yang kita maksudkan adalah percaya diri. Semua orang sebenarnya punya masalah dengan istilah yang satu ini. Ada orang yang merasa telah kehilangan rasa kepercayaan diri di hampir keseluruhan wilayah hidupnya. Mungkin terkait dengan soal krisis diri, depresi, hilang kendali, merasa tak berdaya menatap sisi cerah masa depan, dan lain-lain. Ada juga orang yang merasa belum pede/percaya diri dengan apa yang dilakukannya atau dengan apa yang ditekuninya.
Ada juga orang yang merasa kurang percaya diri ketika menghadapi situasi atau keadaan tertentu. Berdasarkan praktek hidup, kita bisa mengatakan bahwa yang terakhir itu normal dalam arti dialami oleh semua manusia.

Apakah yang sedang Anda alami hari-hari terakhir ini tampaknya mustahil untuk mendapat jalan keluar? Saat kita dihadapkan pada segala macam persoalan yang terasa begitu berat dan menekan, kita (Anda dan saya) sering jatuh pada keputusasaan. Kita merasa persoalan ini terasa mustahil untuk dipecahkan karena berbagai macam hal sudah kita pikirkan, kita susun, kita rencanakan untuk mengatasi persoalan tersebut. Walaupun begitu, ternyata hasilnya nihil, NOL besar!

Sungguh hal itu membuat hati terasa berat. Ya, itu bukan hal yang mudah untuk diatasi. Terlebih bila segala hal sudah kita upayakan, namun tetap kita berada pada jalan buntu. Saya yakin hal ini pernah kita alami, bahkan mungkin ada di antara Anda yang sedang mengalami hal itu saat ini.
Macam-Macam Percaya Diri
Kalau melihat ke literatur lainnya, ada beberapa istilah yang terkait dengan persoalan pede/percaya diri yaitu ada empat macam, yaitu :
  1. Self-concept : bagaiman Anda menyimpulkan diri anda secara keseluruhan, bagaimana Anda melihat potret diri Anda secara keseluruhan, bagaimana Anda mengkonsepsikan diri anda secara keseluruhan.
  2. Self-esteem : sejauh mana Anda punya perasaan positif terhadap diri Anda, sejauhmana Anda punya sesuatu yang Anda rasakan bernilai atau berharga dari diri Anda, sejauh mana Anda meyakini adanya sesuatu yang bernilai, bermartabat atau berharga di dalam diri Anda.
  3. Self efficacy : sejauh mana Anda punya keyakinan atas kapasitas yang Anda miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan general self-efficacy. Atau juga, sejauhmana Anda meyakini kapasitas anda di bidang anda dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan specific self-efficacy.
  4. Self-confidence: sejauhmana Anda punya keyakinan terhadap penilaian Anda atas kemampuan Anda dan sejauh mana Anda bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self confidence itu adalah kombinasi dari self esteem dan self-efficacy (James Neill, 2005)
5.      Akibat Kurang Percaya Diri
6.      Ketika ini dikaitkan dengan praktek hidup sehari-hari, orang yang memiliki kepercayaan diri rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa / bersikap sebagai berikut :
7.      a. Tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh sungguh.
b. Tidak memiliki keputusan melangkah yang decissive (ngambang)
c. Mudah frustasi atau give-up ketika menghadapi masalah atau kesulitan
d. Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah
e. Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal)
f. Canggung dalam menghadapi orang
g. Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan
h. Sering memiliki harapan yang tidak realistis
i. Terlalu perfeksionis
j. Terlalu sensitif (perasa)
Saya akan mengangkat suatu kisah terkenal yang ada  di dalam Al-Quran, tapi ada dalam  Alkitab yang penulis rasakan manfaatnya ketika  dahulu belajar ilmu perbandingan agama, dan ilmu  perbandingan antara kitab suci..saya yakin semua orang telah pernah mendengar atau membacanya. Kisah tentang Abraham atau Nabi Ibrahim alaissalam. Hal ini bisa dibaca dalam Kejadian 12 - 25. Suatu kisah yang sangat panjang. Suatu kisah bisa dicatat dalam Alkitab apalagi dalam sejumlah besar pasal menunjukkan hal tersebut adalah hal yang penting.

Kisah Abraham dimulai saat Tuhan memintanya untuk pergi dari negerinya.  Saat Tuhan meminta Abraham pergi, saat itu Abraham berumur 75 tahun. Tuhan menjanjikan pada Abraham untuk menjadikannya sebagai bangsa yang besar, memberkatinya, dan membuat Abraham menjadi berkat (Kejadian 12:2).

Ketika waktu pun berlalu dan Sara, istri Abraham belum juga mengandung dan Abraham mulai putus asa, Tuhan memberikan konfirmasi lagi kepada Abraham, yaitu bahwa Abraham akan memiliki keturunan dalam jumlah yang besar, yaitu sebanyak bintang di langit.

Waktu berlalu dan 24 tahun telah lewat sejak Tuhan pertama kali memerintahkan Abraham pergi dari negerinya. Abraham berusia 99 tahun sekarang. Tuhan menekankan kembali perkataan-Nya 24 tahun yang lalu dalam bentuk suatu janji formal.

Sebelumnya Tuhan berfirman namun tidak dituliskan dalam kata "janji". Hal ini menunjukkan keseriusan  arti kata "janji". Tanpa kata "janji" sekalipun, Allah adalah Allah yang setia yang tidak pernah ingkar. Dengan adanya kata "janji", Tuhan ingin menekankan kembali pentingnya kata-kata yang pernah Ia ucapkan 24 tahun yang lalu kepada Abraham.
Kemudian waktu berlalu dan Sara masih belum mengandung juga. Tetapi kembali Tuhan memberikan konfirmasi: Sara akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham tahun depan.
Hal yang menarik adalah reaksi Sara. Sara tertawa dalam hati. Tertawa sebagai bentuk ketidakpercayaan. Mengapa Sara tertawa? Karena Sara berpikir dalam pikiran manusia yang terbatas. Sara telah menopause dan Abraham telah tua. Akan tetapi hal yang secara biologis merupakan kasus mustahil, sama sekali tidak mustahil bagi Tuhan. Hal yang merupakan kemustahilan bagi manusia, sama sekali tidak ada artinya bagi Tuhan. Tuhan menjanjikan pada tahun depan (saat Abraham berumur 100 tahun), Sara akan melahirkan anak laki-laki baginya.

Sungguh merupakan hal yang sangat luar biasa karya Tuhan. Hal yang mustahil berdasarkan medis, berdasarkan ilmu modern sekalipun, ternyata sangat mungkin bagi Tuhan. Puji Tuhan!
Namun cerita Abraham tidak cukup berhenti hanya di situ. Setelah Sara melahirkan Ishak, ternyata Tuhan malah meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran bagi Tuhan!
Hal yang sangat tidak manusiawi sekali bukan? Seseorang telah menjanjikan sesuatu kepada Anda, lalu memberikannya. Setelah memberikan, memintanya kembali. Kalau Anda menjadi orang yang dijanjikan sesuatu tersebut, apakah reaksi Anda? Marah? Kesal? Merasa dipermainkan?

Saya pikir Abraham pun secara manusiawi pasti ada pergumulan semacam itu, namun ia tetap taat. Secara manusiawi bila ia taat dan mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran, berarti Ishak akan mati. Bila Ishak mati, bagaimana Abraham bisa menjadi bapa bangsa yang besar? Suatu kemustahilan bukan?

Hal yang menarik ternyata Abraham memilih untuk taat dengan harga apapun, termasuk untuk memberikan kembali anaknya kepada Tuhan. Ya, anaknya yang baru saja dimilikinya. Seharusnya Abraham bisa protes, namun Abraham tidak protes dan tetap taat. Luar biasa!

Hasil akhirnya adalah Tuhan menggenapi setiap hal yang Tuhan janjikan kepada Abraham. Tidak cukup hanya itu, sampai hari ini nama Abraham tercatat dalam Alkitab dan menjadi teladan besar bagi kita semua.

Saat kita berpikir dengan cara pandang manusia yang terbatas, segala hal tampak mustahil, segala hal tampak sulit, segala hal tampak tak mungkin. Namun marilah kita meneladani Abraham yang walaupun menunggu waktu yang begitu lama, walaupun di tengah fakta yang bahkan secara biologis sangatlah tidak mungkin untuk terjadi dan dalam ilmu statistik kemungkinan Abraham untuk memiliki anak dari Sara adalah NOL! Ya, walaupun begitu Abraham tetap percaya.

Lihatlah hasil kepercayaan Abraham pada Tuhan: di tengah kemustahilan, Tuhan sanggup mengadakan perkara yang luar biasa. Percaya, iman, itu adalah sesuatu yang luar biasa. Dalam Alkitab terdapat begitu banyak janji yang tersedia bagi kita, jika kita mau percaya, mau mengimaninya.

Apa persoalan Anda hari ini? Apakah hal itu hal yang mustahil? Ingatlah ayat berikut ini: Lukas 1:37, Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Mari kita berjalan terus bersama Tuhan dan lihat mukjizat dan keajaiban telah menunggu kita di muka.

Di tahun baru ini, percayalah janji Allah tetap tersedia bagi Anda. Jangan pernah menyerah, jangan kehilangan janji-janji Allah hanya karena ketidakpercayaan Anda terhadap kebesaran Allah. Amin.




No comments:

Post a Comment

Komentar Facebook