Saturday, March 29, 2014

Mempelajari Klimatologi Ilmu Tentang Berbagai Suasana



RAMALAN CUACA DI LPMP RIAU

Mr.HM.Rakib Ciptakarya LPMP Riau.2014

Pinger print berjalan aktif sejak  pertengahan Maret 2014. Para widyaiswara turun ke daerah harus membawa surat tugas. Dengan adanya pinger print, tidak ada lagi yang meminta ditandatangankan kepada temannya, agar dianggap hadir tepat waktu…Inilah bagian dari klimatologi dan meteorologi  yang  dapat digunakan untuk membaca suasana apapun yang ada di bumi ini.

Ilmu meramalkan cuaca atau meteorology (meteorology) dan ilmu iklim atau klimatologi (climatology) adalah dua cabang ilmu pengetahuan (fisika) yang membahas proses dan gejala yang terjadi di atmosfer bumi.

Meteorology (bahasa Yunani : meteoros atau ruang atas, yakni atmosfer; logos atau ilmu), adalah cabang ilmu pengetahuan yang membahas pembentukan dan gejala perubahan cuaca serta fisika yang berlangsung di atmosfer.  Proses fisika tersebut berlangsung sangat dinamis, rumit dan terus menerus.  Akibatnya cuaca senantiasa berubah menurut ruang dan waktu.  Ilmu cuaca mendasarkan penggunaan ilmu fisika dan matematika untuk menganalisis perubahan atmosfer.

Klimatologi atau ilmu iklim yakni cabang ilmu pengetahuan yang membahas sintesis atau statistic unsur-unsur cuaca hari demi hari dalam periode beberapa tahun di suatu tempat atau wilayah tertentu.  Sintesis unsur-unsur cuaca meliputi nilai rata-rata, maksimum dan minimum, frekuensi kejadian nilai unsur cuaca tertentu dan penyimpangannya.  Mengingat besarnya pengaruh fisiografi (tata bumi) terhadap sifat cuaca dalam jangka panjang maka dalam ilmu iklim ditekankan pemahaman penggunaan ilmu fisika, statistika dan geografi.

Pembagian Ilmu Iklim
Klimatologi dapat dibagi menjadi berbagai cabang keilmuan iklim berdasarkan :
  1. Metode pendekatan keilmuan
  2. Ruang lingkup di atmosfer
  3. Pemanfaatannya.
Mengingat bahwa iklim adalah suatu sumber daya yang penggunaannya sangat luas dan pada berbagai bidang kegiatan, maka metode pendekatannya, ruang lingkup serta pemanfaatannya sangat beragam.
Berdasarkan pendekatan keilmuan, terdapat empat cabang klimatologi sebagai berikut :
  1. 1.      Klimatograf
Klimatologi yang pembahasannya secara deskriptif (apa adanya) berdasarkan data, peta dan gambar/photo.  Umumnya dikembangkan oleh para pakar ilmu bumi (geografi)
  1. 2.      Klimatologi Fisik
Klimatologi yang membahas perilaku dan gejala-gejala cuaca yang terjadi di atmosfer dengan menggunakan dasar-dasar ilmu fisika dan matematika.  Tinjauannya ditekannkan pada neraca energy dan neraca air antara bumi dan atmosfer
  1. 3.      Klimatologi dinamik
Klimatologi yang membahas pergerakan atmosfer dalam berbagai skala, terutama tentang peredaran atmosfer umum diberbagai wilayah di seluruh dunia
  1. 4.      Klimatologi terapan
Klimatologi yang membahas penerapan ilmu iklim untuk memecahkan berbagai masalah praktis yang dihadapi masyarakat.  Berikut adalah beberapa contoh klimatologi terapan :
  1. Klimatologi pertanian atau Agroklimatologi (Agricultural Climatology)
  2. Klimatologi Perkotaan (Urban Climatology)
  3. Klimatologi Kelautan (Marine Climatology)
  4. Klimatologi Bangunan (Building Climatology)
  5. Bioklimatologi (Bioclimatology).
Berdasarkan ruang lingkup atmosfer yang dibahas, terdapat tiga macam klimatologi dengan rincian :
  1. Mikroklimatologi, yakni ilmu iklim yang membahas atmosfer sebatas ruang antara perakaran hingga sekitar puncak tajuk tanaman, atau sifat atmosfer di sekitar permukaan tanah.  Unsur-unsur iklim tersebut mudah terpengaruh oleh perubahan pemanasan dan pendinginan permukaan tanah dan benda atau tumbuhan setempat
  2. Meso klimatologi, yaitu klimatologi yang membahas perilaku atmosfer dalam daerah yang relative sempit, tetapi pola iklimnya seudah berbeda dari iklim wilayah sekitarnya.  Sebagai contoh adalah iklim perkotaan dan iklim pada daerah badai.  Skala iklim meso berkisar antara 0 – 100 km
  3. Makro klimatologi adalah klimatologi yang menekankan pembahasannya pada penelaahan iklim daerah luas dan skala besar.  Wilayah lingkupnya mulai batas ruang iklim mikro hingga puncak atmosfer, serta meliputi seluruh dunia.  Factor pengendali utama massa udara antara benua dan samudera. ___________________
Mekanisme Pembentukan Cuaca dan Iklim
Penyerapan energy surya oleh permukaan bumi mengaktifkan molekul gas atmosfer sehingga terjadilah pembentukan cuaca.  Perubahan sudut dating sinar surya tiap saat dalam sehari dan tiap hari dalam setahun pada titik lokasi di bumi mengakibatkan perubahan jumlah energy surya.  Akibatnya terjadi perubahan cuaca diurnal (selama 24 jam) dan perubahan tiap bulan dalam setahun.  Perubahan tersebut antaralain meliputi pemanasan dan pendinginan udara, peningkatan dan penurunan tekanan udara, gerakan vertical dan horizontal udara (angin) penguapan dan kondensasi uap air (pengembunan), pembentukan awan dan prespitasi (hujan, salju), menjadi kering atau menjadi lembab serta proses perubahan cuaca lainnya.
Keadaan sesaat dari cuaca serta perubahannya dapat dirasakan (kualitatif) dan diukur (kuantitatif) berdasarkan perubahan fisika atmosfer, yang kita namai unsur iklim (weather elements).  Nilai rata-rata jangka panjangnya kita namai unsur iklim (climatic elements).  Aktivitas dan gerakan atmosfer lebih jauh dipengaruhi atau dikendalikan oleh factor lingkungan seperti fisiografi bumi, potensi tempat dan percampuran udara dengan atmosfer lain pada lintasannya.  Factor lingkungan tersebut selanjutnya disebut factor pengendali cuaca atau factor pengendali iklim (climatic controls).
Manfaat Informasi Cuaca dan Iklim
Cuaca dan iklim adalah factor lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap kehidupan makhluk hidup.  Oleh sebab itu, informasi berupa data atau keterangan tentang cuaca dan iklim akan sangat diperlukan.  Data yang benar dan lengkap, melalui analisis meteorology dan klimatologi akan membuka kejelasan tentang gejala dan perilaku cuaca maupun keadaan iklim setempat serta dapat membuat manusia melakukan usaha optimasi bidang kegiatannya.  Akibat yang tidak diinginkan dapat dihindari sehingga cuaca atau iklim setempat tidak menjadi factor pengganggu maupun pembawa bencana.  Dengan penerapan ilmu dan teknologi yang tepat, cuaca dan iklim dapat menjadi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.
Kajian meteorology dan klimatologi yang benar akan mengubah pandangan kita terhadap cuaca dan iklim dari factor penghambat menjadi factor penunjang yang sangat bermanfaat dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan pendugaan hasil pada berbagai kegiatan.  Penerapan ilmu cuaca dan iklim tersebut diantaranya pada bidang pertanian, kehutanan, peternakan, perikanan, kelautan, teknik sipil, kesehatan, perhubungan serta pertahanan negara.
Tiga manfaat pokok dari informasi data cuaca dan iklim, yakni :
  1. Meningkatkan kewaspadaan terhadap akibat-akibat negative yang dapat ditimbulkan oleh keadaan cuaca/iklim yang ekstrem misalnya kekeringan, banjir serta angin kencang
  2. Menyesuaikan diri atau berusaha untuk menyelenggarakan kegiatan dan usaha yang serasi dengan sifat cuaca dan iklim sehingga terhindar dari hambatan atau kerugian yang diakibatkannya
  3. Menyelenggarakan kegiatan dan usaha di bidang teknik, social dan ekonomi dengan menerapkan teknologi pemanfaatan sumber daya cuaca dan iklim.
Tabel contoh unsur cuaca/iklim dan satuannya
Unsur cuaca/iklim
Satuan SI
Satuan lama
  1. Kerapatan fluks radiasi surya
  2. Lama penyinaran surya
  3. Suhu udara dan tanah
  4. Tekanan udara
  5. Kelembaban udara
  6. Keawanan
  7. Curah huja
  8. Penguapan
  9. Kecepatan angin
  10. Arah angin (0)
W m2
Jam
0C
Pa
%
Persepuluhan
mm
mm
km jam-1, m s-1
Derajat mata angin (0)
cal cm-2men-1
jam, %
0C, 0F, 0R
mb, mmHg
%
  • oktaf
mm, inch
mm, inch
km jam-1, knot
derajat mata

Pustaka : Handoko.  1993.  Klimatologi Dasar (Landasan pemahaman fisika atmosfer dan unsur-unsur iklim. PT Dunia Pustaka Jaya ; Jakarta.  Halaman 4 – 11.



Ilmu Iklim & Ruang lingkup ilmu iklim

        Pemahaman ilmu Klimatologi akan sangat bermanfaat dalam
perencanaan, pelaksanaan dan pendugaan di berbagai bidang kegiatan
seperti pertanian, kehutanan, peternakan, perikanan, perhubungan,
teknik, perdagangan dan pariwisata. Adapun beberapa alasan kenapa
penting kita mempelajari Klimatologi adalah sebagai berikut:
1. Klimatologi merupakan salah satu ilmu pengetahuan.
2. Klimatologi berusaha menjelaskan gejala atmosfer yang terlihat
dan mengusahakan sistematika pengkajian dan penjelasan tentang
gejala/kejadian tersebut.
3. Klimatologi juga mempelajari sebagian dari lingkungan tempat
manusia hidup dan melakukan kegiatannya.
         Hal senada juga disampaikan Handoko dalam bukunya yang
diterbitkan tahun 1995, yang menyatakan bahwa terdapat tiga manfaat
pokok mempelajari klimatologi dan meteorologi yaitu :
1. Meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan akibat negatif
yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca/iklim yang ekstrim seperti
kekeringan, banjir, badai, badai salju, gelombang udara panas,
gelombang udara dingin, dan sebagainya.
2. Menyesuaikan diri atau berusaha menyelenggarakan kegiatan yang
serasi dengan karakter iklim sehingga terhindar dari hambatan atau
kerugian yang diakibatkannya.
3. Menyusun rekayasa bidang teknik, bidang sosial dan bidang
ekonomi dengan menerapkan teknologi pemanfaatan sumberdaya
cuaca/iklim seperti listrik tenaga angin, tenaga surya, hujan
buatan, pertanian hidroponik, rumah kaca, rumah plastik dan
sebagainya.
Kajian klimatologi yang benar akan mengubah pandangan
masyarakat terthadap gejala cuaca/iklim dan posisinya sebagai
penimbul bencana dan penghambat kehidupan menjadi faktor
penunjang kehidupan. Teknologi berdasarkan ilmu iklim akan sangatbermanfaat untuk perencanaan, pelaksanaan dan pendugaan hasil
berbagai kegiatan. Beberapa contoh aplikasinya antara lain di bidang
pertanian, kehutanan, peternakan, perikanan, kelautan, teknik sipil,
kesehatan, perhubungan dan militer.
 
F. Ruang Lingkup Ilmu Iklim
            Iklim merupakan ilmu yang mempelajari pola tingkah laku cuaca
suatu tempat atau wilayah yang berulang selama suatu jangka waktu
tertentu. Sebagai suatu sistem iklim yang bisa berskala global sampai
lokal, tetap merupakan suatu kisaran keadaan atmosfer yang
bersinambung dan tidak terpisah. Selain itu kajiannya menyangkut
berbagai aspek proses pembentukan iklim.
Menurut Tjasjono (1999), mengatakan bahwa klimatologi dapat
dibagi menjadi 3 bagian, yaitu klimatologi fisis, klimatologi
kedaerahan (regional) dan klimatologi terapan. Klimatologi fisis
mempelajari sebab terjadinya ragam pertukaran panas, pertukaran air
dan gerakan udara terhadap waktu dan tempat, sehingga di muka bumi
ini terdapat iklim yang berbeda. Klimatologi kedaerahan bertujuan
memberikan gambaran (deskripsi) iklim dunia yang meliputi sifat dan
jenis iklim.
Klimatologi terapan merupkan cabang ilmu klimatologi yang
mencari hubungan klimatologi dengan ilmu lain, misalnya
Agroklimatologi. Agroklimatologi (Agricultural Climatology)
merupakan cabang ilmu iklim yang mengkaji berbagai aspek iklim
yang berhubungan dengan permasalahan pertanian, baik dalam
pengertian pertanian secara sempit (hanya tanaman) maupun
pengertian pertanian secara luas meliputi peternakan, kehutanan dan
perikanan.
Dalam Rozari (1992) membuat pembedaan sehingga ruang lingkup
klimatologi menjadi :
1. Pembedaan menurut gatra kajian
�� Klimatologi Dinamik. Deskripsi yang menjelaskan iklim suatu
tempat yang diakibatkan oleh sirkulasi yang berlaku di tempat
itu dan gangguan atmosfer di situ atau sekitarnya.
�� Klimatologi Fisik. Pengkajian tingkah laku suatu unsur atau
proses dalam atmosfer dari segi fisik prosesnya. Penekanan
disini bukan pada gerak (dinamik), tetapi pada rejim energi
neraca air.
�� Klimatologi Sinoptik. Deskripsi dan analisis keseluruhan dari
iklim di suatu tempat atau di daerah dari segi sifat dan gerak
atmosfer di tempat/daerah itu dan sekitamya.

No comments:

Post a Comment

Komentar Facebook