PENTINGNYA ETIKA BERBUSANA
SEORANG MUSLIM
HM.Rakib Jamary(Editor) Widyaiswara LPMP Riau Indonesia.2015
Nostalgia masa lalu, ketika itu
aku menjadi guru agama di SMA 4 JL.Bambukuning. Aku memotivasi para murid agar
memakai jilbab, hasilnya 100 persen siswi gerjilbab tahun 1991-1995. Kunci
sukses penjilbaban murid waktu itu adalah acara muhasabah yang dilakukan setiap
minggu, di setiap kelas, sekaligus mengajak mereka berdoa dan berselawat badar.
Yang sering penulis sampaikan ialah:
A. Hakikat Berbusana Dalam Pandangan Islam
Islam mengatur
ketentuan berpakaian bagi laki laki maupun perempuan. ketentuan tersebut
dimaksudkan untuk dijadikan pedoman agar dalam pelaksanaanya memberikan
kebaikan bagi pemakainya. oleh karena itu memahami bagaimana ketentuan serta
adab berpakaian menurut islam menjadi sesuatu yang terpenting. Mengenakan
pakaian baik laki laki maupun perempuan tidak sekedar untuk melindungi badan
dari udara dan panas matahari, tetapi lebih memiliki makna ibadah dan manfaat
lainnya. untuk memberikan gambaran bagaimana ketentuan memakai pakaian sehingga
memiliki makna dan fungsi yang benarm berikut akan dibahas beberapa hal yang
berkaitan dengan adab bepakaian sesuai ketentuan Al Qur'an dan hadis.
Menurut M.
Quraisy Shihab, al-Quran sebagai sandaran etika Islam, paling tidak menggunakan
tiga istilah untuk busana (pakaian), yaitu libas, tsiyab, dan sarabil. Libas
pada mulanya berarti penutup-apa pun yang ditutup. Fungsi pakaian sebagai
penutup amat jelas. Kata libas digunakan oleh al-Qur’ân untuk menunjukkan
pakaian lahir maupun batin, sedangkan kata tsyiyab digunakan untuk menunjukkan
pakaian lahir. Kata ini terambil dari kata tsaub yang berarti kembali, yakni
kembalinya sesuatu pada keadaan semula, atau pada keadaan yang seharusnya
sesuai dengan ide pertamanya.[1] Selain
kata tersebut ada istilah lain yang lebih mendekati pada makna pakaian muslimah
yaitu jilbab dan hijab. Kebanyakan para ulama memilih jilbab untuk istilah
busana muslimah, dan sedikit yang menggunakan istilah hijab.[2] Al-Raghib
al-Isfahani menyatakan bahwa pakaian dinamai tsiyab atau tsaub, karena ide
dasar adanya bahan-bahan pakaian adalah agar dipakai. Jika bahan-bahan tersebut
setelah dipintal kemudian menjadi pakaian, maka pada hakikatnya ia telah
kembali pada ide dasar keberadaannya.[3]
Mengenai fungsi
busana (pakaian), menurut M. Quraisy Shihab setidaknya ada empat fungsi jika
merujuk pada al-Qur’ân, yaitu sebagai penutup aurat, sebagai perhiasan, sebagai
perlindungan atau ketakwaan, dan sebagai identitas. Misalnya yang disebutkan
dalam surat al-A’raf (7): ayat 26:
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa karena etika Islam
mencakup segala perbuatan dan tingkah laku manusia, maka diatur pula pola
berbusana. Karenanya, ada patokan-patokan yang harus diikuti dalam memakai
busana menutupi, yaitu menutup aurat, tidak ketat, tidak tipis dan menerawang.
B. Batasan Aurat dan Etika Berbusana
Dalam Etika berbusana,
menurut Ibrahim Muhammad Al-Jamal dalam bukunya, Fiqh Wanita, mengatakan;
seorang muslimah dalam berbusana hendaknya memperhatikan patokan; menutupi
seluruh tubuh selain yang bukan aurat yaitu wajah dan kedua telapak tangan.
Tidak ketat sehingga masih menampakkan bentuk tubuh yang ditutupinya. Tidak
tipis menerawang sehingga warna kulit masih bisa terlihat. Tidak menyerupai
pakaian lelaki Tidak berwarna menyolok sehingga menarik perhatian orang.[4]Imam Malik,
Syafi’î, dan Abû Hanifah berpendapat bahwa lelaki wajib menutup seluruh
badannya dari pusar hingga lututnya, meskipun ada juga yang berpendapat bahwa
yang wajib ditutup dari anggota tubuh lelaki hanya yang terdapat antara pusat
dan lutut yaitu alat kelamin dan pantat. Sedangkan mengenai aurat wanita,
terjadi perbedaan pendapat. Menurut ulama klasik sendiri, secara garis besar
pendapatnya mengenai aurat wanita terbagi pada dua kelompok besar. Yang pertama
menyatakan bahwa seluruh tubuh wanita tanpa kecuali adalah aurat, sehingga
harus diutupi. Kelompok kedua mengecualikan wajiah dan tepapak tangan. Adajuga
yang menambahkan dengan sedikit longgar, seperti Abû Hanifah yang menambahkan
kaki wanita juga boleh terbuka.[5]
Dalam kaca mata
syari'at, jika bahan-bahan pakaian itu sangat tipis sehingga menampakkan aurat,
lekuk-lekuk tubuh atau sejenisnya maka pakaian itu tidak boleh dikenakan. Hal
ini berdasarkan firman Allah Ta'ala:
ÙŠَا
بَÙ†ِÙŠ Ø¢َدَÙ…َ Ù‚َدْ Ø£َÙ†ْزَÙ„ْÙ†َا عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ Ù„ِبَاسًا ÙŠُÙˆَارِÙŠ سَÙˆْØ¢َتِÙƒُÙ…ْ
Ùˆَرِيشًا ÙˆَÙ„ِبَاسُ التَّÙ‚ْÙˆَÙ‰ Ø°َÙ„ِÙƒَ Ø®َÙŠْرٌ Ø°َÙ„ِÙƒَ Ù…ِÙ†ْ Ø¢َÙŠَاتِ اللَّÙ‡ِ
Ù„َعَÙ„َّÙ‡ُÙ…ْ ÙŠَØ°َّÙƒَّرُونَ (26)
"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurun-kan kepadamu
pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.dan pakaian takwa itulah yang paling baik Itulah tanda
kukuasaan Allah moga kamu mendapat peringatan.” (Q.S. al-A’raf (7): 26).73
Menurut
M. Quraisy Shihab ayat ini setidaknya menjelaskan dua fungsi pakaian, yaitu
penutup aurat dan perhiasan. Sebagian ulama bahkan menyatakan bahwa ayat di
atas berbicara tentang fungsi ketiga pakaian, yaitu fungsi takwa dalam arti
pakaian dapat menghindarkan seseorang terjerumus ke dalam bencana dan
kesulitan, baik bencana duniawi maupun ukhrawi.
Dengan demikian
Islam melarang umatnya berpakaian terlalu tipis atau ketat (sempit sehingga
membentuk tubuhnya yang asli). Kendati pun fungsi utama (sebagai penutup aurat)
telah dipenuhi, namun apabila pakaian tersebut dibuat secara ketat (sempit)
maka hal itu dilarang oleh Islam. Demikian juga halnya pakaian yang terlalu
tipis. Pakaian yang ketat akan menampilkan bentuk tubuh pemakainya, sedangkan
pakaian yang terlalu tipis akan menampakkan warna kulit pemakainya. Kedua cara
tersebut dilarang oleh Islam karena hanya akan menarik perhatian dan menggugah
nafsu syahwat bagi lawan jenisnya. Pakaian dikenakan oleh seorang muslim maupun
muslimah sebagai ungkapan ketaatan dan ketundukan kepada Allah, karena itu
berpakaian bagi seorang muslim memiliki nilai ibadah. Karena itu dalam
berpakaian ia pun mengikuti aturan yang ditetapkan Allah. Dengan demikian hukum
berpakaian ada tiga yaitu wajib, sunnah dan haram. Hukumnya wajib jika untuk
menutupi aurat, hukumnya sunnah jika dengan berpakaian itu menjadikannya lebih
menarik dan indah dan haram hukumnya karena ada larangan dari Rasulullah. Aurat
adalah bagian tubuh yang tidak boleh dibuka untuk diperlihatkan. Karena aurat
adalah sesuatu yang harus dijaga oleh setiap manusia baik laki-laki maupun
perempuan maka ini adalah sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan oleh
setiap umat Islam. Sesuatu yang baik akan tetap apik ketika dapat dijaga. Untuk
itu bagi perempuan diwajibkan menutupi seluruh anggota tubuh kecuali
bagian-bagian tertentu yang boleh diperlihatkan. Di samping itu pakaian yang
dugunakan tidak menjadi fitnah pada dirinya.
seperti transparan sehingga bagian dalam tubuh tidak terlihat atau sempit serta tidak menyerupai pakaian laki-laki. Mengenai pakaian laki-laki juga ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu tidak terbuat dari sutera murni, tidak berlebihan atau mewah, serta tidak menyerupai pakaian wanita.
seperti transparan sehingga bagian dalam tubuh tidak terlihat atau sempit serta tidak menyerupai pakaian laki-laki. Mengenai pakaian laki-laki juga ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu tidak terbuat dari sutera murni, tidak berlebihan atau mewah, serta tidak menyerupai pakaian wanita.
Disamping itu
disunnahkan dalam berpakaian memenuhi unsur keindahan Itulah sebabnya mengapa
Nabi Muhammad S.a.w. senang memakai pakaian putih, bukan saja karena warna ini
lebih sesuai dengan iklim Jazirah Arab yang panas, melainkan juga karena warna
putih segera menampakkan kotoran, sehinga pemakaiannya akan segera terdorong
untuk mengenakan pakaian lain yang bersih. Ada yang mengatakan bahwa memandang
kehijauan dan air yang mengalir dapat menguatkan pengllihatan. Karena hasiatnya
itulah, warna hijau menjadi warna yang paling dsukai oleh rasulullah. Ibnu
Baththal menngatakan, “Dengan Rasuliullah menyukainya saja sudah cukup bagi
warna ini kemuliaan dan alasan disukai.” Qatadah menuturkan, “Suatu hari kami
pergi bersama Anas r.a kesuatu tempat. Lalu ketika kami sampai disana seseorang
berujar, ‘Betapa indah kehijauan ini. Maka ketika itu Anas berkata, ‘kita sudah
pernah membicarakan bahwa warna yang paling disukai oleh Nabi SAW. adalah
hijau. Demikian juga dianjurkan memakai pakaian dari sebelah kanan lalu sebelah
kiri, dan melepaskannya dari sebelah kiri lalu kanan. Dan sebenarnya tidak
hanya dalam hal berpakaian saja tapi dalam mengerjakan semua hal sanagat
dianjurkan melakukannya dengan yang kanan terlebih dahulu, seperti, makan,
wudlu, hingga memakai sandal pun harus didahulukan yang kanan, sesuai dengan
hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi tentang tata cara
mengenakan sandal. Bahwa itu merupakan mengarahkan segala sesuatunya, menuju ke
yang sebelah kanan. Dimana sebelah kanan, merupakan perlambang dari
"Ashabul yamin", golongan kanan, atau golongan yang baik. Dan sebelah
kiri umumnya adalah perlambang dari "Ashabul shima", atau golongan
kiri, atau golongan yang menjadi lawan dari baik.
[1]M. Quraish Shihab, Wawasan
al-Qur’ân, Bandung: Mizan, 1998, hlm. 155-156
[2]Ahmad al-Hajji al-Kurdi, Hukum-hukum
Wanita dalam Fiqh Islam, Surabaya: Dimas, t.th., hlm. 163-164
[3]Al-Raghib al-Isfahani, Mu’jam
al-Mufradat Alfadz al-Qur’ân, disunting oleh Nadim Mars’ashli, Beirut: Dâr
al-Fikr, t.th., hlm. 70.
[4]Ibrahim Muhammad al-Jamal, Fiqh
Wanita,Bandung: Gema Insani Press, 2002, hlm. 130
[5]Abd al-Rahman al-Jaziri, al-Fiqh
‘Ala Madzahib al-Arba’ah, Beirut: Dâr al-Fikr, t.th.,
SAYA PAK HASAM DARI PULAU NIAS INGIN BERBAGI SAMA ANDA SEMUA DENGAN CARA MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU BISA LEGA KARNA BERKAT BANTUAN DARI BELIAU HUTANG SAYA YANG RATUSAN JUTA TERLUNASKAN,DAN SEKARANG SAYA SUDAH SUKSES KARNA SAYA MENGIKUTI PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR DAN TERYATA ITU BETUL BETUL TERBUKTI,AWALNYA SAYA RAGU KARNA SAYA SUDAH DI TIPU 5 X DARI DUKUN PALSU YANG KATANYA BISA MENBANTU MALAHAN MENBUAT SAYA HUTANG SANA HUTANG SINI KARNA PERMINTAN MAHAR YANG TIADA HENTINYA,TAPI DALAM HATI KECIL SAYA TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA SAYA BEGABUNG DENGAN KIYAI KANJENG DIMAS DENGAN CARA MENBAYAR SHAKAT TERLEBIH DAHULUH AHIRNYA SAYA DAPAT 10 MILYAR CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA INI SERIUS BUKAN REKAYASA SILAHKAN ANDA BUKTIKAN SENDIRI HUB KIYAI KANJENG DI 085-320-279-333
ReplyDeleteSAYA PAK HASAM DARI PULAU NIAS INGIN BERBAGI SAMA ANDA SEMUA DENGAN CARA MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU BISA LEGA KARNA BERKAT BANTUAN DARI BELIAU HUTANG SAYA YANG RATUSAN JUTA TERLUNASKAN,DAN SEKARANG SAYA SUDAH SUKSES KARNA SAYA MENGIKUTI PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR DAN TERYATA ITU BETUL BETUL TERBUKTI,AWALNYA SAYA RAGU KARNA SAYA SUDAH DI TIPU 5 X DARI DUKUN PALSU YANG KATANYA BISA MENBANTU MALAHAN MENBUAT SAYA HUTANG SANA HUTANG SINI KARNA PERMINTAN MAHAR YANG TIADA HENTINYA,TAPI DALAM HATI KECIL SAYA TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA SAYA BEGABUNG DENGAN KIYAI KANJENG DIMAS DENGAN CARA MENBAYAR SHAKAT TERLEBIH DAHULUH AHIRNYA SAYA DAPAT 10 MILYAR CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA INI SERIUS BUKAN REKAYASA SILAHKAN ANDA BUKTIKAN SENDIRI HUB KIYAI KANJENG DI 085-320-279-333
SAYA PAK HASAM DARI PULAU NIAS INGIN BERBAGI SAMA ANDA SEMUA DENGAN CARA MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU BISA LEGA KARNA BERKAT BANTUAN DARI BELIAU HUTANG SAYA YANG RATUSAN JUTA TERLUNASKAN,DAN SEKARANG SAYA SUDAH SUKSES KARNA SAYA MENGIKUTI PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR DAN TERYATA ITU BETUL BETUL TERBUKTI,AWALNYA SAYA RAGU KARNA SAYA SUDAH DI TIPU 5 X DARI DUKUN PALSU YANG KATANYA BISA MENBANTU MALAHAN MENBUAT SAYA HUTANG SANA HUTANG SINI KARNA PERMINTAN MAHAR YANG TIADA HENTINYA,TAPI DALAM HATI KECIL SAYA TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA SAYA BEGABUNG DENGAN KIYAI KANJENG DIMAS DENGAN CARA MENBAYAR SHAKAT TERLEBIH DAHULUH AHIRNYA SAYA DAPAT 10 MILYAR CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA INI SERIUS BUKAN REKAYASA SILAHKAN ANDA BUKTIKAN SENDIRI HUB KIYAI KANJENG DI 085-320-279-333