Monday, July 18, 2016

DAKWAHI MEREKA KE JALAN YANG TERANG KUAT IBADAH, PANDAI BERDAGANG


JIKA UMAT ISLAM INGIN MEMANG
DENGAN NON MUSLIM, SALING MENYAYANG
DAKWAHI MEREKA KE JALAN YANG TERANG
KUAT IBADAH, PANDAI BERDAGANG

SELURUH SAHABAT NABI, ADALAH PEDAGANG
SINDIRAN BAGI UMAT ISLAM SEKARANG
MENGAPA PERNIAGAAN, TIDAK DIPEGANG
LEPAS KEPADA, YAHUDI DAN JEPANG

Catatan Dr.M.Rakib Pekanbaru Riau Indonesia 2016

Menarik juga saya baca tulisan Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar Thalib
KEMENANGAN YANG SUDAH BERADA DI DEPAN MATA DALAM SEKEJAP BERUBAH MENJADI KEKALAHAN.

Inilah keadaan kaum muslimin dalam peperangan Uhud. Kemenangan yang sudah hampir diraih berubah menjadi kekalahan disebabkan pasukan pemanah yang ditempatkan di atas bukit Uhud yang diperintah Rasulullah agar tidak bergerak ke mana-mana tidak mematuhi perintah tersebut. Akibat kelalaian ini, pasukan musyrikin memiliki kesempatan memukul balik pasukan muslimin.

Jalannya Pertempuran
Ibnul Qayyim rahimahullahu ta’ala menceritakan dalam Zaadul Ma’ad (3/194):
“Pada hari Sabtu, mereka bersiap siaga untuk berperang. Kaum muslimin bergerak dengan tujuh ratus orang. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menempatkan lima puluh orang pasukan pemanah di atas bukit Uhud dan mengingatkan agar jangan bergerak meskipun mereka melihat burung-burung menyambar pasukan muslimin. Juga agar mereka selalu melepaskan anak panah ke arah pasukan musyrikin supaya tidak menyerang kaum muslimin dari arah belakang.”
Imam Bukhari rahimahullahu Ta’ala menceritakan dalam Shahih-nya dari Al- Barra` bin ‘Azib:

جَعَلَ النَّبِيُّ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الرَّجَّالَةِ يَوْمَ أُحُدٍ وَكَانُوا خَمْسِينَ رَجُلا عَبْدَالله بْنَ جُبَيْرٍ فَقَالَ إِنْ رَأَيْتُمُونَا تَخْطَفُنَا الطَّيْرُ فَلا تَبْرَحُوا مَكَانَكُمْ هَذَا حَتَّى أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ وَإِنْ رَأَيْتُمُونَا هَزَمْنَا الْقَوْمَ وَأَوْطَأْنَاهُمْ فَلا تَبْرَحُوا حَتَّى أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam tentukan seorang komandan bagi pasukan panah yang berjumlah lima puluh orang yang memimpin mereka yaitu ‘Abdullah bin Jubair. Beliau berkata: “Meskipun kamu lihat kami disambar burung, tetaplah kamu di markas kamu ini, sampai kamu dipanggil. Dan kalau kamu lihat kami mengalahkan dan menundukkan mereka, tetaplah kamu di sini sampai kamu dipanggil.”
Selanjutnya Ibnul Qayyim mengisahkan pula (Az-Zaad, 3/195):
Kaum musyrikin Quraisy pun mulai bersiap untuk menyerang. Mereka datang dengan kekuatan tiga ribu personil. Seratus di antaranya adalah pasukan berkuda. Sayap kanan dipimpin oleh Khalid bin Al-Walid yang ketika itu belum masuk Islam. Sedangkan di sebelah kiri dipimpin oleh ‘Ikrimah bin Jahl yang juga belum masuk Islam pada saat itu.
Petempuran berlangsung dengan hebat, masing-masing berusaha menjatuhkan lawannya. Abu Dujanah radliyallahu ‘anhu yang saat itu memegang pedang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam berhasil menembus ke jantung pertahanan kaum musyrikin hingga mereka kocar-kacir. Pedang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam yang di tangannya terayun menyambar setiap lawan hingga akhirnya sampai di sebuah kepala ternyata kepala Hindun binti ‘Utbah isteri Abu Sufyan yang ketika itu masih musyrik. Abu Dujanah merasa tidak rela mengotori pedang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam akhirnya menarik pedang itu dan mencari lawan yang lain.
Handzalah putera Abu ‘Amir Fasiq, bertempur dengan hebatnya sampai ke jantung pertahanan musuh bahkan sudah siap menebaskan pedang ke kepala Abu Sufyan bin Harb ketika itu. Namun Syaddad bin Al-Aswad mendahuluinya, akhirnya diapun gugur sebagai syahid. Dan ketika itu dia sedang junub.
Waktu itu, Hanzhalah sedang berpengantin baru dengan isterinya, ketika dia mendengar panggilan jihad, dia segera bangkit menyambut seruan itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam menerangkan kepada para shahabat nya:
أَنَّ الْمَلاَئِكَةَ تُغَسِّلُهُ.
“Bahwasanya para malaikat memandikan jenazahnya.”
Kemudian beliau berkata: ”Tanyakan kepada keluarganya, ada apa sebenarnya?” Para shahabat  bertanya kepada isterinya. Wanita itupun menceritakan kejadian sebenarnya.


No comments:

Post a Comment

Komentar Facebook