Tuesday, July 12, 2016

“Tidak masalah jika seseorang lebih mengutamakan surat tertentu dalam al Qur’an


MENGKHUSUSKAN SURAT YASIN

Apa hukumnya lebih mengutamakan surat tertentu, saya lebih menyukai surat Maryam, Surat Yasin  dan sering membacanya; karena saya merasakan kenyamanan dan menikmatinya ketika membacanya ?
Beliau menjawab:
“Tidak masalah jika seseorang lebih mengutamakan surat tertentu dalam al Qur’an atas dasar sebab tertentu, meskipun sebenarnya semuanya adalah kalamullah –‘Azza wa Jalla-. Al Qur’an dilihat dari sisi sumbernya adalah kalamullah yang semua surat-suratnya mulia dan tidak ada bedanya, adapun dari segi makna, maka satu surat atau ayat yang lain berbeda.
Telah diriwayatkan dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa ia bersabda:
( إن أعظم سورة في كتاب الله سورة الفاتحة وإن أعظم آية في كتاب الله آية الكرسي ) . 

“Sesungguhnya surat yang paling agung dalam al Qur’an adalah surat al Fatihah, dan sesungguhnya ayat yang paling agung adalah ayat kursi”.
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah mengutus salah seorang sahabatnya dalam peperangan, dan membacakan al Qur’an untuk sahabat-sahabatnya dengan diakhiri surat al Ikhlas, lalu beliau bersabda:
:( سلوه لأي شيء كان يصنع ذلك ) فقال : لأنها صفة الرحمن وأنا أحب أن أقرأها ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم ( أخبروه أن الله يحبه ) .
 “Tanyakan kepadanya, kenapa ia melakukan itu?, maka (sahabat tadi) menjawab: “karena (surat al Ikhlas) adalah sifat ar Rahman, dan saya cinta untuk membacanya. Maka Nabi –shallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Beritahukan kepadanya bahwa Allah juga mencintainya”.
Telah diriwayatkan juga dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda:
( إن سورة الإخلاص تعادل ثلث القرآن )
“Sesungguhnya surat al Ikhlas sama dengan sepertiga al Qur’an”.
Jadi, jika penanya di atas menyukai untuk membaca surat Maryam karena terdapat kisah agung yang bermanfaat, menyebutkan balasan di hari akhir, mengingkari orang yang mendustakan dan kufur dengan ayat-ayat Allah, bangga dengan harta yang Allah berikan kepadanya, dan lain sebagainya. Maka ini tidak apa-apa dan ia tidak berdosa”. (Fatawa Islamiyah: 4/50)


No comments:

Post a Comment

Komentar Facebook