PENDAHULUAN
JIKA Bumi berhenti satu detik saja.?, Semua
penghuni/benda di permukaan katulistiwa akan terlempar dengan kecepatan
1.669,97km/jam, mungkinkah ada yang selamat dari peritiwa itu...?
Muskil...! Marilah kita renungkan bahwa bumi kita masih setia berputar,
tidak lelah atau istirahat sedetikpun, itu semua atas ijin Allah....
Subhanallah,... Maha Besar Allah, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang....
JIKA BUMI,
BERHENTI BERPUTR
SEMUA MAKHLUK, AKAN TERLEMPAR,
KESEIMBANGAN, TIADA TERGELAR
PLANET
LAIN, MENABRAK MELANGGAR
BUMI
INI, BAGAIKAN PESAWAT TERBANG
BERGERAKNYA, UNTUK SEIMBANG
KETIKA
BERHENTI, PASTI TERJENGKANG
BERBAGAI
METEOR, AKAN MENYERANG
Pernahkah
terpikir di benak otak kita bahwa kita
sedang mengendarai sebuah 'pesawat angkasa
luar' yang sangat besar. Dimana
kendaraan angkasa ini, kita tumpangi bersama dengan milyaran manusia, milyaran
binatang dan tumbuh-tumbuhan. Ya, inilah dia, planet Bumi! Bumi bukan sekedar pesawat angkasa luar seperti yang dibikin
manusia, tetapi sebuah 'kendaraan
canggih' yang memiliki fasilitas luar biasa. Didalamnya kita memperoleh segala yang kita inginkan untuk
kelangsungan hidup. Mulai dari makanan,
minuman, berbagai macam sumber energi, udara dan atmosfer yang ideal, dan segala macam fasilitas yang memungkinkan
kita melangsungkan kehidupan sehingga
menurunkan generasi-generasi selanjutnya, selama ribuan tahun. Tidak
ada satupun kendaraan ciptaan manusia yang sehebat dan
sekomplek ini.
Bumi
sebagai kendaraan angkasa luar sedang melaju diangkasa semesta dengan kecepatan yang sangat tinggi. Tidak ada
satupun pesawat buatan manusia yang bias
menandingi kecepatannya. Sebutlah kendaraan ciptaan manusia yang tercepat saat ini yaitu pesawat ulang-alik Challenger,
Columbia atau Ariane. Rata-rata kecepatannya
barulah 20.000 km/jam. Tahukah anda, berapa kecepatan bumi kita melesat
diangkasa luar? Tak kurang dari 107.000
km/jam! Sebuah kecepatan yang sangat tinggi. Cepat sekali, lebih dari 5 kali kecepatan pesawat ulang-alik
buatan manusia.
Untuk apa bumi melesat dengan kecepatan sedemikian tinggi?
Ternyata bumi sedang bergerak mengitari matahari pada jarak sekitar 150.000.000
km. dengan kecepatan tersebut, bumi bias menyelesaikan putarannya terhadap
matahari, sekali putar
dalam setahun atau 365 ¼ hari.
Kenapa bumi musti mengitari matahari? Kenapa kok tidak diam
saja? Ya, kalau
seandainya bumi berdiam diri, tidak berputar mengelilingi
matahari, maka bumi
kita ini sudah sejak lama mengalami kematiannya. Lho,
kenapa? Karena bumi akan
tersedot menuju matahari. Dan kemudian lenyap terbakar bola
api raksasa itu.
Sebagaimana kita tahu bahwa setiap benda langit memiliki
gaya gravitasi yang
bersifat menarik atau menyedot benda lain yang ada
didekatnya. Justru karena
gerakan melingkarnya itulah, maka sedotan matahari terhadap
planet bumi bias
diimbangi.
Putaran bumi mengelilingi matahari dengan kecepatan 107.000
km/jam itu telah
menghasilkan gaya sentrifugal yang melawan gaya tarik
matahari secara seimbang.
Maka selama 5 milyar tahun, keseimbangan itu terjadi.
Sehingga muncullah
kehidupan di muka bumi, termasuk manusia.
Jika kecepatan bumi lebih lambat sedikit saja, maka bumi ini
dipastiakn akan
'jatuh' ke matahari. Dan sebaliknya kalau kecepatan buni
lebih cepat sedikit
saja, maka bumi ini akan 'terlepas' dari orbitnya. Bumi akan
'terlempar' ke
angkasa luar yang tidak bertepi. Dan kitapun ikut lenyap ke
dalam langit...
Ada suatu 'Kekuatan' yang luar biasa dahsyat, yang
terus-menerus menjaga
keseimbangan bumi berputar mengelilingi matahari itu.
Bayangkan selama 5 milyar
tahun bumi terus berputar dengan kecepatan yang seimbang
dengan gaya tarik
matahari. Seandainya 'Kekuatan' itu lengah sedikit saja,
maka hancurlah bumi
kita, baik karena tersedot matahari atau lepas dari
orbitnya.
Dalam Al-Qur'an di sebutkan :
" yang telah menciptakan tujuh langit
bertingkat-tingkat. Kamu sekali-kali
tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang MAha Pemurah sesuatu
yang tidak seimbang.
Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang
tidak seimbang?"
(QS Al-Mulk : 3)
Bukan hanya gerakan bumi mengelilingi matahari saja yang
menimbulkan kekaguman.
Sebab selain berputar pada matahari, bumi juga berputar pada
dirinya sendiri,
yang dikenal dengan istilah rotasi bumi.
Jadi, ringkas kata, bumi ini berputar seperti sebuah gasing.
Tetapi sumbu
putarnya tidak tegak lurus. Bumi berputar dengan posisi
miring 23,5 derajat.
Kenapa bumi harus berputar pada didinya sendiri? Dan kenapa
mesti miring dengan
sudut 23,5 derajat?
Seandainya bumi ini tidak berputar pada dirinya sendiri,
maka dipermukaan bumi
ini dipastikan tidak akan pernah terjadi kehidupan seperti
adanya kini. Kenapa
begitu? Ya, karena lantas ada bagian bumi yang menghadap
matahari
terus-menerus, dan juga ada bagian yang membelakangi
matahari terus-menerus.
Lho, memangnya kenapa?
Bagian yang menghadap matahari terus-menerus, dipastikan
akan mengalami
pemanasan yang berlebihan. Dengan kata lain, belahan bumi
tersebut mengalami
siang terus. Sedangkan bagian yang tidak memperoleh cahaya
matahari akan
mengalami malam terus. Bagian ini, sebaliknya, akan
mengalami pendinginan terus.
Jika ada bagian bumi yang mengalami siang terus-menerus,
maka belahan bumi
tersebut akan mengalami pemanasan yang yang tidak
terbayangkan tingginya.
Diperkirakan dalam waktu 100 jam saja, air di permukaan bumi
yang menghadap
matahari itu akan mendidih, dan 100 jam berikutnya, air yang
ada akan menguap
sehingga tidak akan ada kehidupan.
Sebaliknya, dibagian yang malam terus, dalam 100 jam akan
mengalami pembekuan,
seluruh air menjadi es. Dan 100 jam berikutnya, dipastikan
tidak akan ada
kehidupan disana. Karena itu bumi perlu untuk berputar pada
dirinya sendiri
atau berotasi. Jika tidak berotasi, maka konsekuensi dari
pertanyaan Allah
dalam ayat berikut ini akan terjadi pada kita :
" Katakanlah : terangkanlah kepadaku. Jika Allah
menjadikan untukmu malam it
uterus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain
Allah yang akan
mendatangkan sinar kepadamu? Maka apakah kamu tidak
mendengar?"
"KAtakanlah : terangkanlah kepadaku. Jika Allah
menjadikan untukmu siang it
uterus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain
Allah yang akan
mendatangkan malam kepadamu, yang kamu beristirahat
kepadanya? Maka apakah kamu
tidak memperhatikan?"
Selain
perputaran bumi tersebut, kemiringan sumbu putar juga memiliki arti yang sangat penting. Lho, memang kalo nggak miring
kenapa? Ya, tidak akan terjadi dinamika
di atas permukaan bumi. Bayangkan saja, jika bumi ini berputar tegak lurus pada sumbunya, maka kutub utara dan
kutub selatan bumi tidak akan pernah mengalami
siang hari. Karena kemiringan itulah maka terjadi musim di permukaan bumi. Di
bagian utara dan bagian selatan mengenal
4 musim (panas, gugur, dingin, semi) sedangkan di bagian equator mengalami 2 musim saja (kemarau
dan hujan). Ikim ini yang menyebabkan
terjadinya berbagaifasilitas kehidupan makhluk di muka bumi.
Dengan adanya
musim ini maka terjadilah angina, yang arahnya bias berubah-ubah. Dengan perubahan musim ini juga terjadi
beraneka ragam tumbuhan dan berbagai macam
binatang. Bukan hanya berfungsi sebagai keindahan, melainkan juga berfungsi untuk mencukupi segala kebutuhan
manusia, selama drama kehidupannya di
muka bumi ini.Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam dimasa
lampau
Berapa Kecepatan Rotasi Bumi ?.
Tahukah anda berapa
kecepatan rotasi bumi dipermukaan katulistiwa.?
Menurut Wolfram Reasearh diameter bumi =12.756,274 km, Lingkaran bumi bisa dihitung sbb : (phi) x (diameter) =
3,1415 x 12.756,274 km=panjang keliling bumi = 40.073,83 km. Satu kali Rotasi bumi ditempuh sehari semalam(24 jam.) maka kecepatan rotasi dipermukaan Katulistiwa dihitung sbb :
40.073,83 km : 24 jam = 1.669,97 km/jam, Jadi kecepatan bumi diatas permukaan katulistiwa = 1.669,97 km/jam. Apakah kita merasakan jalannya bumi sekencang itu, jawabnya tidak.!
Kita hanya merasakan dan melihat Matahari, Bulan dan Bintang seolah mengelilingi bumi itu saja, lain tidak.
Dalam kecepatan 1.669,97 Km/Jam diatas permukaan Katulistiwa, apa yang akan terjadi bila Bumi berhenti satu detik saja.?, Semua penghuni/benda di permukaan katulistiwa akan terlempar dengan kecepatan 1.669,97km/jam, mungkinkah ada yang selamat dari peritiwa itu...? Muskil...!
Marilah kita renungkan bahwa bumi kita masih setia berputar, tidak lelah atau istirahat sedetikpun, itu semua atas ijin Allah.... Subhanallah,... Maha Besar Allah, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang....
Jaman sekarang ini masih ada orang yang
menganggap bahwa bumi ini diam. Atau lebih parah lagi: Bumi ini datar.
Bagaimana membuktikan bahwa bumi ini berputar pada porosnya ? kenyataan bahwa
matahari, bulan dan benda langit lainnya terbit dan terbenam setiap harinya
tampaknya tidak cukup membuktikan bahwa bumilah yang berputar (bukan sebaliknya:
matahari mengelilingi bumi).
Bukti harusnya dapat diperoleh berdasarkan hasil pengamatan. Jika benar bumi berputar, pastilah ada efek atau fenomena alam sebagai hasil dari pergerakannya. Karena bumi yang berputar bukti itu harus dicari di bumi, bukan di Matahari atau benda luar angkasa lain. Ada bukti seperti ini. salah satunya "Efek Coriolis".
Efek Coriolis melekat pada fenomena defleksi (pembelokan arah) gerak sebuah benda pada sebuah kerangka acuan yang berputar, khususnya di permukaan Bumi. Diambil dari nama seorang ilmuwan prancis: Gaspard Gustave Coriolis (1792). Pada intinya, sebuah benda yang bergerak lurus dalam kerangka yang berputar, akan terlihat berbelok oleh pengamat yang diam di dalam kerangka tersebut. Perhatikan gambar di sebelah. Titik hitam bergerak lurus dan titik merah diam di dalam kerangka berputar. Titik merah akan melihat titik hitam bergerak dengan lintasan melengkung.
Dalam pelajaran Geografi disekolah pasti kita pernah dikenalkan dengan Hukum Boys Ballot yang kurang lebih mengatakan "Angin cyclon di belahan bumi utara akan berputar berlawanan arah jarum jam, namun sebaliknya berputar searah jarum jam di belahan bumi selatan". Mengapa? karena gerakan angin (relatif terhadap permukaan bumi) di belokkan oleh efek dari rotasi bumi. Sama seperti pada gambar diatas. Inilah yang disebut dengan gaya Coriolis. Semakin ke arah khatulistiwa, gaya coriolis makin mengecil. Itulah sebabnya angin cyclon hampir tidak pernah terjadi di wilayah khatulistiwa.
Gaya coriolis juga dapat di perlihatkan melalui experimen. Yang terkenal adalah yang disebut dengan Pendulum Foucault. Gantunglah sebuah pendulum dan ayunkan secara terus menerus. Apa yang terjadi? Arah ayun bandul tersebut lama kelamaan tidak lagi pada arah yang sama, tapi bergeser ke arah lain. Setelah satu hari atau lebih (tergantung lokasi bandul) arah ayun bandul akan kembali pada posisi awal, seakan-akan bandul diputar oleh gaya misterius. Mengapa bisa begitu? efek coriolis.
Efek coriolis diterima luas sebagai fakta ilmiah yang tak terbantah dan ini adalah bukti yang sangat akurat (karena dapat diukur dan dibuktikan, baik secara fisik maupun matematis) bahwa bumi sesungguhnya berputar pada sumbunya. Untuk lebih teliti lagi, terdapat tiga komponen gerak bumi pada kerangka insersialnya: Gerak Rotasi, Gerak Presesi dan Gerak Nutasi. Ini belum termasuk gerak revolusi (mengelilingi matahari) dan bersama-sama matahari bergerak mengelilingi pusat galaksi Bimasakti, dan seterusnya.
http://ech.blogspot.com/2006/12/efek-coriolis-bukti-bumi-berputar.html
Gerak Rotasi Bumi
Berbeda dengan lahirnya teori heliosentris yang yang penuh liku-liku, kemunculan teori tentang gerak rotasi Bumi boleh dikatakan tidak mengalami hambatan yang berarti. Semenjak manusia mulai menyadari bahwa Bumi berbentuk bulat, tidak berbeda dengan planet-planet lainnya dalam tata surya, maka teori tentang rotasi Bumi dapat diterima secara meluas. Tapi ironisnya, hingga saat ini faktor penyebab gerakan rotasi Bumi (dan planet-planet lainnya) masih menjadi teka-teki. Bahkan para ilmuwan NASA sekalipun masih belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Karenanya, pertanyaan mengapa dunia berputar itu sebenarnya bukan pertanyaan main-main, setidaknya dilihat dari kacamata ilmu astronomi ;).
Untuk memahami gerak rotasi planet, kita perlu mengingat bagian tentang momentum linear dan momentum sudut dalam pelajaran Fisika dasar di sekolah menengah dahulu. Dalam bahasa sehari-hari, istilah 'momentum' menunjukkan besar tenaga untuk menghentikan benda yang bergerak. Dalam Fisika, kurang lebih begitu juga. Dalam sistem gerak lurus tanpa gesekan, sekali bergerak, benda akan tetap bergerak, kecuali apabila ada hambatan dari luar. Ini dinamakan prinsip kekalan momentum. Nilai numerik momentum linear diperoleh dari hasil perkalian massa benda dengan kecepatannya: p = m.v. Hukum Newton ? Salah! Galileo sudah tahu jauh sebelum Newton.
Dalam sistem berputar tanpa gesekan, prinsip yang sama juga berlaku, Sekali berputar dalam orbit tertutup, benda akan bergerak dengan momentum sudut tetap, juga kecuali apabila ada hambatan dari luar. Definisinya adalah perkalian massa benda dengan kecepatan dan radius orbit: L = m.v.r, dimana m adalah massa dan v adalah kecepatan berputar.
Teori momentum sudut dapat membantu kita memahami mengapa bumi masih berputar secara kontinyu, namun jangan lantas diartikan sebagai konstan! Dalam pengamatan, kecepatan rotasi bumi setiap harinya selalu bertambah atau berkurang dalam ukuran beberapa milidetik tergantung pada distribusi massa Bumi dan perubahan kondisi atmosfir. Gempa bumi serta pergerakan air dan lapisan udara di permukaan Bumi juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan rotasi. Para astronom juga berspekulasi bahwa di suatu waktu, jutaan tahun lampau, Bumi kemungkinan berotasi lebih cepat dibandingkan dengan saat ini.
Kecepatan Rotasi Bumi
Masih berbincang tentang rotasi. Apakah kita bisa mengetahui kecepatan rotasi Bumi di lokasi tertentu ? Jawabnya: Bisa.
Keliling Bumi di katulistiwa adalah 40,070 km, dan satu hari sepanjang 24 jam, dimana Bumi berotasi pada kecepatan 1670 km/jam. Ini berkurang sesuai dengan besarnya kosinus posisi lintang (latitud) di suatu lokasi. Di Jakarta dengan latitud 6º LS -> cos(6) = 0,994, maka kecepatan rotasi Bumi disana adalah 0,994 x 1670 = 1660 km/jam. Kencang juga yah ;)
http://gurubajank.blogspot.com/2009/05/rotasi-bumi.html
Bukti harusnya dapat diperoleh berdasarkan hasil pengamatan. Jika benar bumi berputar, pastilah ada efek atau fenomena alam sebagai hasil dari pergerakannya. Karena bumi yang berputar bukti itu harus dicari di bumi, bukan di Matahari atau benda luar angkasa lain. Ada bukti seperti ini. salah satunya "Efek Coriolis".
Efek Coriolis melekat pada fenomena defleksi (pembelokan arah) gerak sebuah benda pada sebuah kerangka acuan yang berputar, khususnya di permukaan Bumi. Diambil dari nama seorang ilmuwan prancis: Gaspard Gustave Coriolis (1792). Pada intinya, sebuah benda yang bergerak lurus dalam kerangka yang berputar, akan terlihat berbelok oleh pengamat yang diam di dalam kerangka tersebut. Perhatikan gambar di sebelah. Titik hitam bergerak lurus dan titik merah diam di dalam kerangka berputar. Titik merah akan melihat titik hitam bergerak dengan lintasan melengkung.
Dalam pelajaran Geografi disekolah pasti kita pernah dikenalkan dengan Hukum Boys Ballot yang kurang lebih mengatakan "Angin cyclon di belahan bumi utara akan berputar berlawanan arah jarum jam, namun sebaliknya berputar searah jarum jam di belahan bumi selatan". Mengapa? karena gerakan angin (relatif terhadap permukaan bumi) di belokkan oleh efek dari rotasi bumi. Sama seperti pada gambar diatas. Inilah yang disebut dengan gaya Coriolis. Semakin ke arah khatulistiwa, gaya coriolis makin mengecil. Itulah sebabnya angin cyclon hampir tidak pernah terjadi di wilayah khatulistiwa.
Gaya coriolis juga dapat di perlihatkan melalui experimen. Yang terkenal adalah yang disebut dengan Pendulum Foucault. Gantunglah sebuah pendulum dan ayunkan secara terus menerus. Apa yang terjadi? Arah ayun bandul tersebut lama kelamaan tidak lagi pada arah yang sama, tapi bergeser ke arah lain. Setelah satu hari atau lebih (tergantung lokasi bandul) arah ayun bandul akan kembali pada posisi awal, seakan-akan bandul diputar oleh gaya misterius. Mengapa bisa begitu? efek coriolis.
Efek coriolis diterima luas sebagai fakta ilmiah yang tak terbantah dan ini adalah bukti yang sangat akurat (karena dapat diukur dan dibuktikan, baik secara fisik maupun matematis) bahwa bumi sesungguhnya berputar pada sumbunya. Untuk lebih teliti lagi, terdapat tiga komponen gerak bumi pada kerangka insersialnya: Gerak Rotasi, Gerak Presesi dan Gerak Nutasi. Ini belum termasuk gerak revolusi (mengelilingi matahari) dan bersama-sama matahari bergerak mengelilingi pusat galaksi Bimasakti, dan seterusnya.
http://ech.blogspot.com/2006/12/efek-coriolis-bukti-bumi-berputar.html
Gerak Rotasi Bumi
Berbeda dengan lahirnya teori heliosentris yang yang penuh liku-liku, kemunculan teori tentang gerak rotasi Bumi boleh dikatakan tidak mengalami hambatan yang berarti. Semenjak manusia mulai menyadari bahwa Bumi berbentuk bulat, tidak berbeda dengan planet-planet lainnya dalam tata surya, maka teori tentang rotasi Bumi dapat diterima secara meluas. Tapi ironisnya, hingga saat ini faktor penyebab gerakan rotasi Bumi (dan planet-planet lainnya) masih menjadi teka-teki. Bahkan para ilmuwan NASA sekalipun masih belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Karenanya, pertanyaan mengapa dunia berputar itu sebenarnya bukan pertanyaan main-main, setidaknya dilihat dari kacamata ilmu astronomi ;).
Untuk memahami gerak rotasi planet, kita perlu mengingat bagian tentang momentum linear dan momentum sudut dalam pelajaran Fisika dasar di sekolah menengah dahulu. Dalam bahasa sehari-hari, istilah 'momentum' menunjukkan besar tenaga untuk menghentikan benda yang bergerak. Dalam Fisika, kurang lebih begitu juga. Dalam sistem gerak lurus tanpa gesekan, sekali bergerak, benda akan tetap bergerak, kecuali apabila ada hambatan dari luar. Ini dinamakan prinsip kekalan momentum. Nilai numerik momentum linear diperoleh dari hasil perkalian massa benda dengan kecepatannya: p = m.v. Hukum Newton ? Salah! Galileo sudah tahu jauh sebelum Newton.
Dalam sistem berputar tanpa gesekan, prinsip yang sama juga berlaku, Sekali berputar dalam orbit tertutup, benda akan bergerak dengan momentum sudut tetap, juga kecuali apabila ada hambatan dari luar. Definisinya adalah perkalian massa benda dengan kecepatan dan radius orbit: L = m.v.r, dimana m adalah massa dan v adalah kecepatan berputar.
Teori momentum sudut dapat membantu kita memahami mengapa bumi masih berputar secara kontinyu, namun jangan lantas diartikan sebagai konstan! Dalam pengamatan, kecepatan rotasi bumi setiap harinya selalu bertambah atau berkurang dalam ukuran beberapa milidetik tergantung pada distribusi massa Bumi dan perubahan kondisi atmosfir. Gempa bumi serta pergerakan air dan lapisan udara di permukaan Bumi juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan rotasi. Para astronom juga berspekulasi bahwa di suatu waktu, jutaan tahun lampau, Bumi kemungkinan berotasi lebih cepat dibandingkan dengan saat ini.
Kecepatan Rotasi Bumi
Masih berbincang tentang rotasi. Apakah kita bisa mengetahui kecepatan rotasi Bumi di lokasi tertentu ? Jawabnya: Bisa.
Keliling Bumi di katulistiwa adalah 40,070 km, dan satu hari sepanjang 24 jam, dimana Bumi berotasi pada kecepatan 1670 km/jam. Ini berkurang sesuai dengan besarnya kosinus posisi lintang (latitud) di suatu lokasi. Di Jakarta dengan latitud 6º LS -> cos(6) = 0,994, maka kecepatan rotasi Bumi disana adalah 0,994 x 1670 = 1660 km/jam. Kencang juga yah ;)
http://gurubajank.blogspot.com/2009/05/rotasi-bumi.html
Gerak Rotasi Bumi
Berbeda dengan lahirnya teori heliosentris yang yang penuh liku-liku, kemunculan teori tentang gerak rotasi Bumi boleh dikatakan tidak mengalami hambatan yang berarti. Semenjak manusia mulai menyadari bahwa Bumi berbentuk bulat, tidak berbeda dengan planet-planet lainnya dalam tata surya, maka teori tentang rotasi Bumi dapat diterima secara meluas. Tapi ironisnya, hingga saat ini faktor penyebab gerakan rotasi Bumi (dan planet-planet lainnya) masih menjadi teka-teki. Bahkan para ilmuwan NASA sekalipun masih belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Karenanya, pertanyaan mengapa dunia berputar itu sebenarnya bukan pertanyaan main-main, setidaknya dilihat dari kacamata ilmu astronomi ;).
Untuk memahami gerak rotasi planet, kita perlu mengingat bagian tentang momentum linear dan momentum sudut dalam pelajaran Fisika dasar di sekolah menengah dahulu. Dalam bahasa sehari-hari, istilah 'momentum' menunjukkan besar tenaga untuk menghentikan benda yang bergerak. Dalam Fisika, kurang lebih begitu juga. Dalam sistem gerak lurus tanpa gesekan, sekali bergerak, benda akan tetap bergerak, kecuali apabila ada hambatan dari luar. Ini dinamakan prinsip kekalan momentum. Nilai numerik momentum linear diperoleh dari hasil perkalian massa benda dengan kecepatannya: p = m.v. Hukum Newton ? Salah! Galileo sudah tahu jauh sebelum Newton.
Dalam sistem berputar tanpa gesekan, prinsip yang sama juga berlaku, Sekali berputar dalam orbit tertutup, benda akan bergerak dengan momentum sudut tetap, juga kecuali apabila ada hambatan dari luar. Definisinya adalah perkalian massa benda dengan kecepatan dan radius orbit: L = m.v.r, dimana m adalah massa dan v adalah kecepatan berputar.
Teori momentum sudut dapat membantu kita memahami mengapa bumi masih berputar secara kontinyu, namun jangan lantas diartikan sebagai konstan! Dalam pengamatan, kecepatan rotasi bumi setiap harinya selalu bertambah atau berkurang dalam ukuran beberapa milidetik tergantung pada distribusi massa Bumi dan perubahan kondisi atmosfir. Gempa bumi serta pergerakan air dan lapisan udara di permukaan Bumi juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan rotasi. Para astronom juga berspekulasi bahwa di suatu waktu, jutaan tahun lampau, Bumi kemungkinan berotasi lebih cepat dibandingkan dengan saat ini.
Kecepatan Rotasi Bumi
Masih berbincang tentang rotasi. Apakah kita bisa mengetahui kecepatan rotasi Bumi di lokasi tertentu ? Jawabnya: Bisa.
Keliling Bumi di katulistiwa adalah 40,070 km, dan satu hari sepanjang 24 jam, dimana Bumi berotasi pada kecepatan 1670 km/jam. Ini berkurang sesuai dengan besarnya kosinus posisi lintang (latitud) di suatu lokasi. Di Jakarta dengan latitud 6º LS -> cos(6) = 0,994, maka kecepatan rotasi Bumi disana adalah 0,994 x 1670 = 1660 km/jam.
Menurut batas pengetahuan saya saat
ini, bumi berputar untuk menciptakan gaya lenting sebagai penyeimbang gaya
gravitasi matahari agar bumi tidak keluar dari orbitnya. Jadi perputaran dengan
kecepatan 1600-an itulah yang pas untuk planet sekaliber bumi untuk
menghasilkan gaya lenting supaya tidak diseret dan ditelan matahari. Tapi
klu ditanya apakah yang membuat bumi bisa berputar atau sumber energi yg
digunakan utk berotasi, wahhh ... ndak tau saya. Astronomi memang super
ruwet!!! Betapa Maha Besar dan Maha Suci Sang Pencipta yang secara agung
mendisain jagad raya dan suci dari kealpaan dalam mengatur segalanya.
Maaf gan saya juga baru mencari
permasalahan ini, dan baru dapet seklumit dan bikin saya bingung.....
Tapi yang jelas Rosul pernah bersabda:
““Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).
dan di hadits yang lain:
Dari Ibn ‘Abbas, “Maka Ubai bin Ka’ab berkata: “Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?” Rasulullah menjawab: “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat.” (Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribih)
dan hanya satu yang saya yakini bahwa pasti ada teori ilmiah yang dapat menjelaskan ini krn bila rotasi bumi berubah arah maka akan terjadilah matahari terbit dr arah barat......meski para profesor sekarang belum menemukan teorinya......
Tapi nasa mengakui hal ini meski dia tidak bisa menjabarkan teorinya dan hanya berdasarkan pengamatan yang terjadi terhadap planet mars...........tapi di yakini bumi pun akan mengalami hal yang sama mas bro.....
klo mas dah dapet link yang bisa menerangkan teorinya beritahu saya ya......please
NASA confirms possibility of sun rising from the West
The science of astronomy states that the speed of planet Mars has been decreasing in its course toward the eastern direction in the past few weeks to the level we notice the "waver" between the east and the west and on Wednesday the 30th of July the planet movement stopped going toward the eastern direction.
Then in the months of August and September...Mars changed its course in the opposite direction to the West- and that until the end of September which means the sun will rise now from the west on Mars!! And this weird phenomena of the opposite movement is called "Retrograde Motion" Most scientist state that all the planets will go through the same once at least and our planet Earth is one of them. Planet Earth will move in the opposite direction some day and the sun will rise from the west!!
Tapi yang jelas Rosul pernah bersabda:
““Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).
dan di hadits yang lain:
Dari Ibn ‘Abbas, “Maka Ubai bin Ka’ab berkata: “Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?” Rasulullah menjawab: “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat.” (Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribih)
dan hanya satu yang saya yakini bahwa pasti ada teori ilmiah yang dapat menjelaskan ini krn bila rotasi bumi berubah arah maka akan terjadilah matahari terbit dr arah barat......meski para profesor sekarang belum menemukan teorinya......
Tapi nasa mengakui hal ini meski dia tidak bisa menjabarkan teorinya dan hanya berdasarkan pengamatan yang terjadi terhadap planet mars...........tapi di yakini bumi pun akan mengalami hal yang sama mas bro.....
klo mas dah dapet link yang bisa menerangkan teorinya beritahu saya ya......please
NASA confirms possibility of sun rising from the West
The science of astronomy states that the speed of planet Mars has been decreasing in its course toward the eastern direction in the past few weeks to the level we notice the "waver" between the east and the west and on Wednesday the 30th of July the planet movement stopped going toward the eastern direction.
Then in the months of August and September...Mars changed its course in the opposite direction to the West- and that until the end of September which means the sun will rise now from the west on Mars!! And this weird phenomena of the opposite movement is called "Retrograde Motion" Most scientist state that all the planets will go through the same once at least and our planet Earth is one of them. Planet Earth will move in the opposite direction some day and the sun will rise from the west!!
tidak ada dalil naqli secuil pun bumi berhenti berputar, jangan mengandai andai
ReplyDeleteada. di dalam al-quran jelas. renungkanlah untuk bayanul haq Al-quran di www.mahdi-alumma.com
ReplyDeleteSubhanallah, apakah ada alasan bagi manusia untuk menyombongkan diri, dan menentang Allah?
ReplyDeleteSesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi,serta silih bergantinya malam dan siang,terdapat tanda tanda bagi orang yang berakal.QS.03/190
ReplyDelete